
Hari ini Raina, Levi adik iparnya, dan para sahabatnya ingin pergi mengunjungi beberapa Panti Asuhan, mereka ingin membagikan perlengkapan sekolah, pakaian, dan bahan pokok. Sebelum kepanti Asuhan mereka berjanji bertemu di Mall pukul 10 siang, untuk membeli perlengkapan sekolah, pakaian, dan bahan pokok.
Raina sudah bersiap-siap pergi ke Mall tinggal menggu adik iparnya selesai bersiap. Sambil menunggu Levi, Raina chatingan dengan sahabat-sahabatnya untuk menanyakan keberadaan mereka sekarang.
Raina sudah berpamitan pada suami dan mertuanya, mereka sangat mendungun kegiatan sosial Raina dan para sahabatnya, mereka bangga anak menantunya punya hati yang baik suka menolong ke sesama. Mereka ikut menyumbang tapi belum bisa ikut andil terjun langsung ke lapangan.
Grup Chat
Raina" assalamualaiku para sahabat ku yang cantik dan ganten ini. pada siap belum ni.
Anggun" waalaikum salam, Na. Udah siap dong Ina, tinggal meluncur aja ni.
Raina" bagus tu, yang lain udah belum.
Navia" waalaikum salam, udah siap Raina.
Desi" waalaikum salam, beres Na tinggal pergi
Dini" waalaikum salam, siap lh beres
Aini" waalaikum salam, udah, tinggal Otw ni
Nina" waalaikum salam, aku udah di jalan ni, mampir isi bensin bentar
Malvin" waalaikum salam, maaf ya sayang, mas gak bisa ikut ke panti, mas ada mitting sebentar lagi. Maaf ya, sayang. Mas udah transfer uang, tinggal kamu atur ya sayang, untuk semuanya maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 tidak bisa ikut serta, lain waktu kalau gak sibuk aku ikut.
Alvian" waalaikum salam, santai bro. Kami ngerti kalo si Boss lagi Sibuk. Makasih uang ya bisa kami bagikan pada yang membutukan.
Revin" waalaikum salam, Raina gue lagi di mini marker, bentar gue otw ke mall. iya bro gak papa, kami semua ngerti kondisi loe, Gagas, Ivan, ama Nino, kalian ada pekerjaan gak bisa di tinggalkan, beda sama kita2 masi kuliah 😉😉😉. Nanti kalo kita udah kerja pasti seperti kalian juga.
__ADS_1
Agus" waalaikum salam, semuanya, gue agak telat ya, ada urasan keluarga, tar gue nyusul langsung ke panti
Raina" iya, aku tunggu kalian di Mall. Aku barusan nyampai di Mall bareng Levi, Mama Sofia sama Papa Deri nitip uang untuk kita bagi2 nanti, dia titip salam sama minta maaf gak bisa ikut karena mereka ke luar negeri, padalah Mama Sofia antusian banget saat aku cerita kalo kita mau kunjungan ke panti dan lainnya, tapi dia gak bisa ikut karena Papa Deri ada urusan kantor di luar negri.
Nino" waalaikum salam, makasih pengertian kalian semua, lain waktu kalo kunjungan lagibpas waktu gak terlalu sibuk kami semua ikut.
Ivan" waalaikum salam, bener apa yang dikatakan sama Nino, sebenernya gue pengen banget ikut tapi belum bisa, doakan aja kunjungan berikutnya kami gak terlalu sibuk dan waktu libur pasti kami ikut semua.
Levi" waalaikum salam, aku sama mbak Raina udanh nyampai tapi masih di pakiran ni, kita ketemuan di parkiran. Ditunggu 🥰🥰🥰
Gagas" waalaikum salam, maaf fak bisa ikut, lain kali mungkin bisa ikut 😊😊😊
30 menit kemudian, meraka sudah berkumpul di area parkiran Mall. Mereka membeli keperluan untuk anak panti dan kebutuan lainnya di panti. Mereka juga membeli sembako seperti, beras, gula, minyak, mie instan dan telur untuk di bagikan ke pada orang-orang kurang mampu.
Sedang asyik memili buku bergambar untuk anak-anak panti Raina, Raina dihampiri sosok wanita cantik dan seksi. Raina heran dengan wanita di sampingnya, menperhatikan penampilannya dari atas sampai bawa membuatnya risih.
Raina mencoba bertanya apa maksud wanita itu melihat dirinya seperti itu. "Maaf mbak, Kenapa mbak melihat saya seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilan saya?.
Raina yang mendengar ucapan wanita itu merasa sesak, tapi dia masih bisa tenang, yang memili dia menjadi Istri seorang Malvin ya Malvin sendiri, dan orang tua dan keluarganya mendukung. Untuk apa dia termakan omongan tidak bermutu wanita itu, wanita itu hanya ingin menghancurkan rumah tangganya dan menggantikan posisinya.
Raina tidak sombong dan munafik memang banyak yang ingin posisinya, dia bertahan karena dia mencintai suaminya dan menyanyangi semua keluarga suaminya, misalkan keluarga suaminya jatuh miskin sekalipun dia tatap bersamanya.
"Maaf mbak siapa? Kenal aja gak." Raina bingung dengan wanita di sampingnya, sudah menghina penampilannya dan juga memandang rendah dirinya karena tidak pantas bersama suaminya.
"Loe emang gak kenal gue, tapi gue kenal banget sama suami loe, dan yang pantas jadi istrinya Malvin itu gue, secara sosial gue seimbang dengannya, dan gue juga lulusan luar negri." Wanita itu bangga dengan dirinya, cantik, seksi, kaya dan berpendidikan. Merasa dirinya yang pantas bersanding dengan Malvin sang Boss Grup Malhendra.
Raina hanya tersenyum mendengar ucapan wanita itu. "Maksud mbak, mbak yang pantas disisi SUAMI saya, karena saya dari kampung jadi gak pantas gitu ya mbak" Raina berbicara dengan tegas dan juga menekan kata Suami agar dia mengerti bahwa Malvin itu suaminya.
"Maaf ya mbak, cantik, seksi, kaya dan berpendidikan seperti kata mbak tadi, apa mbak yakin SUAMI saya MALVIN akan memilih mbak jadi istrinya? Tidak kak, malah dia yang memilih saya menjadi istrinya yang mbak bilang kampungan sama norak ini. Semua yang mbak bilang tadi cantik, seksi, kaya dan berpendidikan tidak bisa menjamin hidup orang akan bahagia kalau tidak didasari cinta yang tulus." Lanjut Raina membungkam mulut angkuh dan sombong wanita itu.
__ADS_1
"Loe! Berani ngomong gitu sama gue." Emosi yang sudah memuncak. "Kurang ajar, loe harus gue kasih pelajaran biar tau loe sedang berhadapan dengan siapa" bicara dalam hati.
"Dasar ja*an*, pe*acu* (menamar Raina tapi di tangkapnya)
(Menangkap tangan wanita itu) jangan kira saya dari kampung gak berani sama mbak, yang harus ngaca itu mbak, bukan saya (tersenyum) jadi orang harus bisa menjaga sikap dan rubah lah sifat mbak. Supaya mbak gak pernah memandang rendah orang yang statusnya di bawah mbak. Camkan itu (melepas tangan wanita itu)"
"Gak gue kira dia ternyata kuat, bisa melawan semua ucapan gue, tangguh juga lawan gue" batinya. "Tunggu,pembalasan gue" menginggalkan Raina di tempat.
Saat wanita itu berjalan tidak sengaja bertabrakan dengan Navia. Pergi tampah minta maaf.
"Aduuuh, saraf kalo tu orang, cantik-cantik kelakuan mines. Kurang minum obar kali tu orang." Mengomel karena emosi ditabrak.
Raina hanya bisa geleng-geleng melihat wanita yang mendatanginya. "Kamu gak apa-apakan Via." Raina kawhatir melihat sahabatnya kesal sama wanita itu.
"Pundak gue sakit tapi dikit si 😄😄. Untung gak sampai jatuh. Kamu kenal sama dia, dari tadi aku perhatikan kalian sempat ngomong tadi." Tanya Navia penasarang sama orang yang menabrak dia.
"Gak kenal aku, Via."
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote, & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan... 🥰🥰
Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,
- Istri Tomboyku
__ADS_1
- Cewe Bar-bar Jodoh ku