Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Setiap Kejadian Pasti Ada Hikmahnya


__ADS_3

Masih berada di kosan Raina, Malvin sudah dihubungi ibu panti, memberitahu bahwa dirinya sudah berada di rumah kepala desa.


Karena semua orang sudah berkupul dan Ibu Panti sudah berada di rumah Kepala Desa, Malvin ingin mengutarahkan niatnya untuk menikahi Raina, agar dia bisa menjaga dan melindungi wanita yang sangat dia cintai, walaupun keputusannya ini akan membuat mereka semua terkejut dan pasti akan memahami kondisi saat ini.


Sebelum Malvin Menyampaikan niatnya, Malvin meminta pada Ivan, untuk memanggil Raina dan yang lainnya keluar agar mereka semua bisa tau apa yang akan di sampaikan oleh Malvin.


Mereka bertanya-tanya apa yang akan di sampaikan oleh Malvin, membuat mereka semua penasaran apa yang ingin Malvin sampaikan pada mereka semua.


Malvin melihat Raina dan yang lainnya sudah berkumpul, Malvin menelpon Ibu panti, dan memintahnya meng-loudspeaker HP Nya agar bisa mendengar apa yang akan dia sampaikan dan bisa memberi pendapat atau nasehat nantinya, Malvin juga meng-loudspeaker juga Hpnya.


Malvin" maaf jika memgganggu istirahan kalian, ada ingin aku sampaikan kepada kalian semua, mungkin yang akan aku sampaikan nanti membuat kalian kaget atau tidak menerima keputasan ini, tapi keputusan ini sudah aku pikirkan matang-matang, juga untuk kesalamat Raina dan orang didekatnya" ujurnya menatap sekelilingnya.


Papa Deri" kak, emang apa yang kakak ingin sampaikan, jika keputasan ini baik untuk kita semua Papa akan mendukung" ucap Papa Deri.


Malvin" (menghelah nafas) baiklah. Kalian tau sebentar lagi aku dan Raina akan menikah, tapi kita tidak menduga kejadian ini terjadi pada Raina, aku sebagai calon suaminya tidak bisa berbuat apa-apa saat dia membutuhkan perlindungan aku, ini membuat aku sangat frustasi, dan hatiku sedih melihat dia ketakutan seperti itu. Aku ingin memajukan pernikahan kami, kalo bisa malan ini, tapi itu tidak mungkin karena waktu tidak mendukung dan mungkin akan mengganggu waktu istirahat yang lain, ini sudah di pikirkan secara matang, jika aku sudah menjadi suami Raina, aku bisa melindunginya dan juga ada di sampingnya saat dia butuh perlindungan dan bisa memberinya ketenangan. Tapi aku minta pendapat dari kalian semua juga kamu, Raina. Apa kamu keberatan jika kita menikah tidak sesuai dengan rencana awal kita....?" ujur Malvin mengeluarkan apa yang ada di pikirannya saat ini.


Semua orang yang mendengar apa yang dibutarakan oleh sempat kaget, tapi mereka mengerti dan paham maksud Malvin, permudah Malvin untuk melindungi Raina dari dekat, dan juga bisa ada di sampingnya di saat Raina dalam ketakutan, karena Raina sudah menjadi muhrimnya, Malvin bisa menjadi sandaran di saat Raina butuh sandaran.

__ADS_1


Raina sendiri kaget mendengar apa yang di sampaikan Malvin, tapi dia bisa mengerti maksud Malvin, dia tidak keberatan jika untuk kebaiaknnya. Tapi keputas ini harus dapat persetujuan dari semua pihak.


Papa Deri mewakili mereka semua untuk memberi pendapat mereka.


Papa Deri" kakak siap untuk mengarungi rumah tangga kalian, karena pernikahan tidak untuk main-main. Papa tidak keberatan jika pernihakan kalian di majukan dari waktu yang di tetapkan, apa yang lain juga setuju dengan keputusan kamu ini kak..?"


Malvin" tidak lah Pa, kakak tau pernikahan itu bukan untuk dipermainkan. Tapi kakak gak tau pa, apa orang tua Raina akan mendukung atau dia akan menetang keputusan Kakak, ini kakak sudah tersambung dengan Ibu Raina dan kepala desanya di sana. maaf Bu, Malvin ingin meminta pendapat kalian sebagai orang terdekat Raina, apa kalian keberatan dengan keputasan pernikahan kami di majukan dan tidak sesuai dengan yang direncanakan" Malvin memintah pendapat Ibu Panti sebagai ibu angkat Raina dan kepala desa.


Ibu Panti" ibu tidak keberatan nak, jika itu untuk kebaiakan anak ibu, dan dia bia aman jika kamu yang melindunginya. Pernikahan tidak harus megah, yang penting niat kalian menikah, jika kalian menikah karena Allah dan Rasullah, dan menjahui dari fintah ibu akan mendukungnya. Tapi itu semau ibu serahkan keputusan nya kepada Raina, karena kalian yang akan menjalani nanti, ibu cuma bisa mendo'akan yang terbaik untuk kalian." Jawabnya.


Malvin merasa lega karena Ibu angkat dari calon istri atau mertuanya mendukung keputusannya, tapi dia belum mendengar pendapat dari Raina langsung. Juga pendapat dari sahabat Raina.


Raina" bismillah, Raina bersedia jika pernikahan kami di majukan, benar kata Ibu, tak masalah jika pernihakan dilaksanakan dengan sederhana, yang penting niatnya karena Allah dan Rasullah. Dan kita bisa menjalaninya karena kita saling mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan kita. " Raina berkata lembut dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Semua orang yang hadir disana ikut bahagia karena keputusan yang di ambil Malvin bisa di terima dengan baik semua orang.


Papa Deri menanyakan kapan pernikahan akan dilaksanakan, setidaknya ada persiapan yang cukup baik untuk hari penting dan sakral bagi anak sulungnya.

__ADS_1


Papa Deri" kak, kapan kakak akan melaksanakan pernikahannya, setidaknya kita bisa menyipakan tempat dan bisa menghadirkan keluarga dari kita dan Raina. Tapi untuk resepsinya tetap sesuai rencanakan kak..?" Papa Deri bertanya kepada anaknya, agar dia bisa menyipkan pernikahan yang baik untuk anaknya.


Malvin" kakak maunya besok malam, jika kita undur-undur waktunya dari sekarang, kakak takut orang yang mengancam Raina mengirin terornya lagi, bisa lebih parah lagi terornya, dan itu bisa menambah besar troma bagi Raina. Kita masih bisa ngurus pernikahan yang sederhana di rumak kita ma, cukup yang datang keluarga besar kita, keluarga Raina dan sahabat-sahabat dari kakak dan juga Raina. Untuk kebaya dan jas kita bisa minta bantuan dari Tante Neni, adiknya Papa, bagaimana Ma, Pa, Raina, apa kalian tidak masalah kan dengan rencana yang kakak putuskan..?" Malvin menjelaskan rencana pernikahan dadakannya dengan Raina.


Raina" (senyum) Raina tidak kebaratan sama sekali, yang penting saat Raina menikah, Orang Raina sayangi bisa hadir di hari bahagia Raina, untuk kebayanya tidak usah repot-repot, kita pakai aja kebaya yang ada. Mama Sofia masih menyimpan kebaya pernikahan Mama kan, Raian tidak papa memakai kebaya itu untuk pernikahan Kami, Ma." Raina tidak keberatan sama sekali dengan keputusan Malvin, mungkin itu yang terbaik untuk mereka, dan Raina ingin memakai kebaya yang sama dengan mertuanya, menurutnya tidak ada masalahnya jika dia memakai kebaya yang sama dengan Ibu dari calon suaminya.


Mama Sofia sangat senang jika anak menantunya ingin memakai kebaya yang dia pakai saat menikah dengan Ayah Malvin. Tapi itu tidak mungkin, karena kebaya itu sudah ketinggal jaman.


Mama Sofia" mbak, Mama si tidak keberatan kalo kamu mau pakai kebaya itu, tapi modelnya tidak sesuai dengan model kebaya jaman sekarang, mbak gak usah kawhatir masalah kebayanya, besok kamu dan kakak ikut Mama ke butuk Tante Neni, di sana pasti ada kebaya yang sudah jadi dan modelnya cantik dan elegan. Mau ya Mbak ikut Mama Fiting baju besok, masalah keluarga kamu di kampung nanti Ivan, Nino dan Gagas yang urus, kamu catat aja, siapa aja yang ingin kamu undang di acara pernikahan besok malam, mekera bisa nginap di hotel kita. Jadi kamu siapkan saja dirimu, karena besok malam statusmu udah berubah." Kata Mama Sofia yang antusian pernikahan Dadakan anaknya.


Raina tidak bisa berkata lagi, dia hanya bisa menerima, asal mereka semua bisa bahagia. Raina tidak bisa menahan kebahagian dihatinya, setiap kejadian pasti ada hikmanya. Semua orang disana juga di undang datang di acara bahagia besok malam di Kediaman Malhendra.


Raina" nek, besok malam cucu nenek udah jadi istri dari orang yang Ina cintai, setiap kejadian pasti ada hikmanya. Mungkin ini sudah jalan yang di takdirkan oleh Allah untuk ku. Gumannya dalam hatinya


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.

__ADS_1


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


__ADS_2