
Dua hari telah berlalu, Raina sudah bisa mengiklaskan perasaan nya untuk Malvin. dia tidak ingin egois, karena keselamatan sahabatnya ada di tangannya.
Hari ini Raina kuliah dan bekerja seperti biasa, dan mencoba menjauhi dari malvin setiap kali mereka bertemu agar sahabatnya aman dari ancaman Vania.
Seperti hari raina berpura-pura tidak melihat malvin dan tidak mendengar memanggilnya.
Raina" (berpapasan dengan malvin) duh ada kak malvin ni, aku gak boleh ketemu sama dia, mungkin aja mbak yang kemarin mengikuti kak malvin, bisa bahaya sahabat-sahabat ku, pura-pura gak liat, dan gak dengar kalo dia manggil aki. guman nya dalam hati (berjalan meninggalkan swalayan)
Malvin" Raina tunggu (panggilnya tapi tidak gupris Raina, dia masih berjalan meninggalkan swalayan) kenapa raina gak berhenti, gak mungkin kan dia gak liat aku, ada apa dengannya (merasa curiga dengan perubahan raina yang terkesan menghindarinya)
Raina berlari mencari tempat untuk bersembunyi, agar malvin tidak mengikutinya. akhirnya raina bernapas lega karena malvin tidak mengejarnya lagi.
Raina" (menghela napas) alhamdulillah kak malvin gak ngejar aku lagi, maafkan aku kak, bukan aku tidak mau bertemu dan ngobrol sama kamu kak, aku takut kalo aku tidak mengikuti kemauan calon istrimu, mungkin sahabatku bisa bahaya. aku rindu mas dengan senyummu, dan suaramu.
Dari kejauhan ada yang memantaunya selain Toni, anak buah Gagas, tapi dia bersembunyi di tempat yang aman agar tidak ketahuan dari Toni. Dia adalah orang bayaran Vania untuk mengikuti Raina, Vania takut Raina mengabaikan ancaman yang dia berikan. ternyata mengikuti kemauannya.
📱tut tut tut
Vania" halo, gimana, apa dia mengabaikan ancaman yang gue beri sama dia (bertanya pada orang suruhannya)
Didi" aman, dia tidak mengabaikan semua ancaman lo, gue lihat sendiri dia menghindari dari cowo lo,
Vania" (senyum kemenangan) bagus, lo ikutin dia terus, jangan sampai lengah, kalo dia berani bengkang, hubungi gue segera,
Didi" ok,
Vania menutup telponnya, dia sangat bahagia karena Raina tidak mengabaikan ancaman yang dia berikan.
Vania" bagus Raina, lo gak mengabaikan ancaman dari gue, berarti lo sayang ma orang yang lo kasihani.. gue akan lepas lo, karna lo ikutin mau gue, tapi jika lo berani macem-macen gue gakkan tinggal diam, semua orang yang lo sayang satu persatu akan gue teror. (senyum licik)
Sedangkan di tempat Raina, raina baru sampai kosan, menata belanjaannya.
__ADS_1
Raina" hupz, akhirnya sampai juga, mudah-mudahan aku gak ketemu lagi sama kak malvin, pasti kak malvin sedang berpikir kenapa aku tidak menghampiri nya saat berpapasan bertemu tadi. maaf ya kak kita harus berpisah dengan cara begini, aku gak mau orang yang dekat ma aku dalam bahaya, aku juga gak bisa ngasih tau kak malvin kenapa aku menghindari mu. (sedih dengan keadaannya saat ini, karena tidak bisa berbuat apa-apa)
Anggun sampai kosan, melihat sahabatnya bersedih, dia ikut bersedih juga, tapi dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, jika dia salah bertindak akan fatal akibatnya.
Anggun" Na, aku sedih liat lo kayak gini, apa yang harus kami lakukan na, kalo kami salah bertindak, mungkin orang yang ngancam lo akan berbuat nekat mencelakai lo dan kami semua, arrrggghh (teriak prustasi karna tidak bisa berbuat apa-apa) na, gue doain semoga ini semua ada jalan keluarnya, dan lo bisa meraih cinta lo lagi. Aamiiin batinnya
Anggun" Na, udah lama lo pulang dari swalayan (tanya pura-pura tidak tau) aku tadi gak sengaja liat kak Malvin di taman, keluhatannya dia lagi sedih, apa tadi lo ketemu sama dia (katanya memberi tau kalau dia tidak sengaja melihat kak Malvin di taman saat dia pulang dari kuliah)
Raina" (sadar dari lamunannya) eh kamu Gun, udah lama nyampainya, apa yang kamu katakan tadi, (menanyakan kembali pada Anggun)
Anggun" (mendekati Raina, duduk di atas kursi) gue tadi gak sengaja liat kak malvin duduk di taman, sendirian dia di taman, terlihat wajah sedihnya nak, apa tadi loe ketemu sama dia, (tanyanya sambil melirik raina, terlihat rona kesedihan di wajah sahabatnya, dan air matanya sudah membasahi wahah sahabatnya)
Raina" (menangis) iya gun, tapi aku menghindarinya pura-pura gak dengar dan langsung meninggalkannya, aku takut ada yang lagi ngawasi aku, (menghapus air matanya) kalo aku bertindak salah kalian semua dalam bahaya.
anggun" (memeluk Raina) sabar na, mungkin ini cobaan lo na, tuhan lagi mau nguji lo. (menangis) gue yakin lo akan bahagia nanti na, walaupun gak bersama kak Malvin, pasti ada jodoh lain yang tuhan tulis buat lo.
Raina" (membalas pelukan sahabatnya dan menangis kembali) makasih gun, atas doa dan dukungan mu selama ini, aku bahagia memiliki kalian dalam hidupku.
Malvin" ada apa sama raina, kenapa dia tidak mendengar aku manggil dia tadi ya, bukan berhenti dia malah pergi gitu aja, apa aku sudah menyakitinya (bertanya pada dirinya sendiri, apa dirinya telah menyakiti hati raina) raina, apa yang tetjadi padamu, kenapa kamu menghindariku, sudahlah mungkin dia lagi ada masalah, sebaiknya aku kembali ke kantor (ucapnya bangkit dari bangku taman dengan wajah frustasi karena raina tidak mendengar panggilan nya)
Tidak membutuhkan waktu lama, malvin sampai kantor, dia berusaha tersenyum agar orang lain tidak ada yang tau apa yang sedang dia rasakan saat ini.
Di dalam lif dia tidak sengaja bertemu Vania sekretaris nya, yang selama ini memcoba mencari perhatiannya.
Vania" siang pak, bapak dari mana, (tapi tidak dihiraukan oleh malvin sampai lif berbunyi)
Ting..
Malvin pergi dengan begitu saja, membuat Vania kesal karena dirinya di abaikan. dia berjalan menuju ruangannya, duduk dengan kesal.
Vania" (kesal) gue diabaikan sama dia, apa si kelebihan cewe kampungan itu dari gue, bodi menang gue, cantik, ya aku akui cantik dia dari gue, tapi dilihat dari segi pendidikan, jelas gue menang, kan gue lulisan luar negeri, dia masih anak kencur, mau ngalahin gue dapetin malvin malhendra. (membanggakan diri sendiri) lo gak ada pa panya kalau mau ngalahin gue, lo gak pantas bersanding sama dia, dia milik gue (senyum sinis) jika ada yang berani dekatin lo malvin gue gak bakalan diam, dia akan menjauhi lo, karena gue akan neror atau ngancam dia agar dia menjahui lo. lo liat aja, arrrggghhh, lo milik gue malvin hahaha (tertawa)
__ADS_1
Tanpa disadari Vania ada yang mendengarkan ucapannya saat dia mengeluarkan kekesalan terhadap Malvin. karena mendengar nama bosnya di sebut-sebut.
Ivan" hah (kaget) gue gak salah dengar ni, vania suka sama bos, dan dia bilang akan menjauhi siapa saja orang yang lagi dekat sama bos, lebih bahaya lagi dia berbuat nekat sampai mengancam, (katanya berbidik ngeri) ini bukan cinta tapi obsesi, gawat ni jangan sampai dia tau kalo bos lagi dekat sama nona Raina, bisa terancam bahaya dia. apa dia sudah tau (katanya bertanya-tanya) gue harus cepat pergi dari sini, gawat sampai dia tau gue ngupin dia. Gumannya dalam hati (berlari meninggalkan ruangan vania)
Ivan yang tadinya bermaksud memberi laporan sama atasannya diurungkannya, dia menemui sahabatnya gagas di ruangan Gagas. menceritakan apa yang barusan dia dengar dari vania.
Ivan" (masuk tanpa mengetok pintu) aman gue, (katanya sambil duduk di depan Gagas.
Gagas" (terusik kedatangan Ivan yang tiba-tiba) lo kalo masuk tu ketol pintu dulu, gak ada sopan santunnya (kesal sama sahabatnya masuk tanpa ketok pintu) kenapa lo hah, kelihatan habis dikejar hantu. (katanya ketus)
Ivan" (menenangkan dirinya dan mulai berbicara) sorry, ganggu lo kerja, tadi gue mau nyerain laporan sama bos, eh gak sengaja dengar Vania sebut nama bos, karena penasaran gue intip dia, gawat ini bahaya untuk hubungan bos sama Calon istrinya (katanya membayangka apa yang akan di lakukan vania sama calon istri bos sampai dia tau bosnya akan meminang Raina)
Gagas" bahaya apanaya van, ngomong yang jelas, gue kurang pahan ni (katanya penasaran dengan ucapan Ivan)
Ivan" dia akan berbuat nekat, sama siapa aja yang sedang dekat sama bos malvin, katanya bos malvin tu miliknya, gak akan ada yang pastas selain dirinya, dia akan membuat siapa aja yang dekat sama bos untuk menjahui bos karena ancamannya, gila gak tu, sampai segitunya dia, gue gak nyangka dia seserem itu (berbidik seren karena ada wanita yang berbuat apa saja demi tujuannya tercapai)
Gagas" (kaget dan tidak percaya apa yang barusan dia dengar) lo gak lagi ngelanturkan ngomongnya,
Ivan" gak lah, suwer gue gak salah ngomong karena gue dengar langsung dari mulut Vanis (membentuk tangannya huruf V dan dia menepuk jidatnya karena tidak merekam pembicaraan Vania tadi) Plak, naps gue gak rekam dia ngomong tadi, bisa jadi bukti untuk memberatkan dia.
Gagas" kalo yang lo bilang itu benar, ini bisa berbahaya untuk Nona Raina, van, lo awasi gerak-gerik vania di kantor, untuk keselamatan Nona Raina biar Toni yang mantaunya. ini gak bisa di biarkan, (katanya serius)
Ivan" ok. kita harus bergerak cepat dan kasih tau bos.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗