Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Bahagia Itu Sederhana


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, dimana Navia hampir mendapatkan masalah, tapi untunglah itu tidak terjadi, karena Raina tidak menginginkan sahabatnya dalam masalah.


Tania yang selama ini selalu mencari masalah sama mereka tidak menggan lagi karena ingin menghadapi ujian.


ujian tinggal beberapa hari lagi, selesai ujian semester, tidak samai 6 dia akan dinyatakan lulus SMP, mulai masuk SMA.


Raina dan Navia beberapa hari ini mengisi waktu istirahat mereka untuk belajar. mungkin semua pertanyaan bisa di jawab Raina dengan mudah tapi tidak sahabatnya, karena Raina tahu sahabatnya tidak sepertinya, dia berusaha keras membantu sahabatnya belajar supaya menghasilkan nilai yang tinggi, dan membanggakan kedua orang tuanya.


Navia" Na, bosan ni, belajar mulu (kelunya)


Raina" Kok gitu si, bentar lagi kan ujian, apa kamu gak mau banggain orang tuamu dengan nilai yang baik, pas pembagian rapot ortukan di undang juga untuk hadir, mau nanti ayah atau ibumu malu anak kayak kamu. Kalau nanti kamu bagus, orang tua kamu pasti bahagia sekali (bujuknya dengan menjelaskan apa yang dia dapatkan jika dia giat belajar sebelum ujian)


Naivia tetdiam mendengarkan semua yang di jelaskan apa yang akan dia dapatkan jika dia giat belajar, bukan untuk dirinya sendiri tapi bisa membuat orang tuanya ikut senang. Akhirnya Navia mau belajar lagi.


Navia" iya deh Na, tapi bantuin ya kalau aku gak ngerti (jawabnya)


Raina" Oke (katanya sambil membentukkan tangan tanda OK)


Raina dan Navia belajar dengan tenang. hari berlalu dengan lancar tanpa ada gangguan.


******


Beberapa hari kemudian


Raina bangun pagi, sebelum membuat sarapan dia melakukan kewajiban seorang muslim sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh Raina keluar kamar berjalan ke dapur, sampai dapur raina membuat sarapan nasi goreng. Semua selesai sekarang waktunya membangun semua penghuni panti.


Jam sudah menunjukkan pulul 7 pagi raina bergegas ke sekolah. Sampai di sekolah Raina disambut sahabatnya.


Navia" Na, yuk ke kelas, bentar lagi mau mulai ujiannya, (katanya cemberut)


Raina" kok cemberut si, nanti gak cantik lagi, tu napa bibirnya manyun².

__ADS_1


Navia" iiihh Raina (kesel)


Raina" udah-udah, katanya mau ke kelas, yuk (katanya ngajak kebkelas)


ujian hari ini berjalan lancar. Sepulang dari sekolah Raina pergi ke warung nasi, untuk bekerja, Raina bersyukur karena dia bisa bekerja dan membantu ibu panti, yang telah menampung dia dan adiknya, menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.


Raina" assalamualaikum bu, hari ini Rania bisa lebih awal kerjanya, (sapanya tersenyum)


Ibu Wartek" walaikum salam, iya, itu bagus Na, (jawabnya senang) ya udah langsung aja kerja.


Raina bekerja dengan rajin, melanyani pembeli dengan ramah, membuat semua pembeli merasa nyaman dan senang. Itu juga yang dirasakan ibu warta berkat adanya Raina di warung suana berubah ceria, ada aja kekonyolan yang Raina berikan pada pembelinya, seperti hari ini. dia melihat anak kecil yang lagi kesel pada ibunya tidak menuruti keinginannya.


Raina" adek kenapa cemberut (tanyanya) liat mukanya jelek kayak bebek tu. kalau adek senyum nanti kakak kasih hadiah, mau gak. (tanyanya kembali dengan senyum mengembang)


Adik kecil" mau kak, (jawabnya semangat)


Raina" na gitu dong. bentar ya,


Raina" bunga oh bunga, kamu cantik sekali, aku sedih kamu tidak suka sama aku, liat jari tanganku (melihat ke jari tangannya) mengapa kau tusuk jariku dengan duri mu. sungguh teganya, teganya, tengaaaaaanya ooooh bunga mawar (bernyanyi). Aku juga tidak suka sama kamu, aku kasih adik kecil yang cantik aja, awas ya kalau kamu jahat, aku potong jadi sate.


Adik kecil" hahahahaha (ketawa) kak aku mau bunganya, jangan di potong kasihan bunganya.


Raina" (memandang bunga dengan wajah sendu seperti tidak relah bunganya diberi ke pada adik kecil) tapi, aku masih mau kau menemaniku (cemberut)


Adik kecil" (ikut sedih melihat Raina sedih) kakak jangan sedih, kalo kak gak tega ngasih ama aku gak usah kak, Alia gak sedih lagi ni (menghapus air matanya) karena kakak udah berusaha buat Alia senyum lagi. kak boleh aku peluk kakak (tanya dengan sedikit takut kalau Raina menolak)


Raina" (senyun) boleh dong, sini peluk kakak, (merentangkan tangannya, Alia bahagia dan berlari ke arah Raina) baiklah, ini hadiah buat kamu udah tidak cemberut lagi.


Alia" makasih ya kak, udah hibur alia dan untuk bunganya juga makasih, (senyum bahagia)


Semua orang tertawa, melihat kelakuan raina yang mereka rasa sangan terhibur, dan juga terharu melihat raina yang berusaha menghibur anak kecil yang baru dia temui, begitu tulus kasih sayang raina tunjukkan pada Alia.

__ADS_1


Setelah itu raina bekerja kembali, melayan pada pembeli.


Raina "bahagia itu sederhana, melihat orang lain bahagia berkat usaha ku untuk membuat dia bahagia, tapi apa aku bisa bahagia (tanya pada dirinya sendiri) jika menang bahagia itu tidak ada untuk ku, kebahagiaan ku bisa lewat kebahagian orang-orang yang aku sayangi dan aku cintai (kata hatinya)


Pemilik Wartek tempat Raina bekerja, bersyukur, memiliki pegawai yang peduli terhadap pembelinya, semenjak raina bekerja di sana, pengunjungnya bertambah.


Ibu Wartek" Ina, semoga nanti kau bisa meraih kebahagiaan mu sendiri, aku hanya bisa berdoa pada sang pencipta, agar kau bisa merasakan yang belum pernah kau rasakan selama ini, dan juga bisa membuat orang sekeliling mu bahagia, termasuk ibu, sudah sangat bahagia karena memiliki pegawai sepertimu, melayani pembeli dengan baik, dan juga selalu peduli kesemua orang, dengan usahamu kau bisa menghibur anak kecil lagi sedih dan semua orang ikut terhibur, Ina, andai kau anakku, sungguh Ibu sangat bahagia dan bangga, sungguh bodoh mereka yang sudah mengsia-sia anak sepertimu,


Ibu Wartek menitikan air mata, mengingat betapa tega kedua orang tua mereka, telah mengsia-sia anak seperti Raina. dia menghapus air matanya, saat ada yang ingin membayar. tidak sengajah raina melihat pemilik warung menghapus air matanya.


Raina bingun dan sekaligus penasaran apa yang menyebabkan pemilik warung nasi sedih, Raina bertanya-tanya, agar tidak penasaran, dia menghapiri pemilik warung nasi.


Raina" (berjalan mendekati ibu wartek) bu ada apa, apa ada masalah sama keluarga ibu di rumah, maaf Ina lancang, tadi Ina liat habis nangis, (tanya kepada ibu wartek)


Ibu Wartek" (senyum) gak ada apa-apa Ina, ibu tadi tu terharu liat kamu menghibur anak kecil tadi, Ina siapa nama anak kecil tadi (jelas ibu wartek kepada Raina)


Raina" ooh kira Ina ada apa (mengerti maksud dari ucapan ibu Wartek) namanya alia bu, bu Ina lanjut kerja lagi ya bu. (lanjutnya)


Ibu Wartek" iya na, yang semangat kerjanya. (senyum)


Raina" pasti bu, (senyum)


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2