
Raina menyadari siapa yang memanggilnya, dia berusaha menghindarinya, berlari sekuat tenaga agar malvin tidak dapat mengejarnya.
Malvin manggil Raina, tapi Raina tidak berhenti berlari, karena Raina tidak mau berhenti, malvin mengejar Raina, dan Malvin bisa mengejarnya. Raina sangat takut ada yang melihatnya bertemu malvin, sahabatnya bisa dalam bahaya.
Malvin" raina (menangil Raina, tapi tidak di hiraukan oleh raina, dia tetap lari, malvin manggil dia lagi) raina tunggu dulu ada yang mau aku bicarakan, jangan lari (mengejar raina) tunggu raina.
Raina" (berlari) gak kak, gak, jangan mendekat kak, aku mohon. kak aku udah mulai melupakan kakak, aku harap kakak ngerti ya. (menberi pengertian agar Malvin berhenti mengejarnya)
Malvin" (mengejar Raina) gak raina, itu salah paham, aku kesani mau menjelaskan semua yang terjadi antara kita, aku tau kamu lagi menghindariku, karena Vania ngancam kamu, dia bukan siapa-siapa aku, aku rinduuuuu kamuuu. (akhirnya Malvin bisa mengeluarkan yang ada dalam otaknya, selama ini dia juga tersiksa karena menahan rindunya kepada Raina)
Raina" (menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap Malvin) maksud kakak apa, kalo kakak gak ada hubungan apa-apa ma dia, napa dia bilang, kalo kakak itu calon suaminya, hah (marah)
Malvin" (terdiam dan kaget apa yang dia dengar) apa, dia ngaku-ngaku calon istri aku, dan dia juga ngancam raina, dasar cewek g*la, ini gak bisa di biarin, maafkan aku Raina, pasti hati mu hancur sekali, saat mendengarkan kata-kata nya, itu sangat membuatmu menderita, aku janji akan menyelesaikan ini semua, agar aku bisa melamarmu secara langsung, sebelum itu aku mau mengenalkanmu kepada keluarga. batinnya.
Raina" (marah) napa kak Malvin diam hah, gak bisa jelaskan, udah cukup kak, hati raina ini aja masih sakit dengar kenyataan kakak udah punya calon istri, kak, napa kakak lamar Ina, apa Ina mau kakak jadikan istri kedua hah (raina mengeluarkan semua unek-enek yang selama ini dia pendam)
Raina benar-benar marah karena sudah dipermainkan. dia tidak pernah menyangka dirinya akan mengalami ini semua. Malvin tidak ingin ini berlarut-larut, dia ingin menyelesaikan kesalah pahaman ini sekarang juga.
Malvin" Raina dengar penjelasan kakak dulu, kaka mohon ya (memohon agar raina mau mendengarkan penjelasannya)
Raina" (menenangkan dirinya) baiklah, Ina mau dengar penjelasan kak Malvin.
Malvin" (tersenyum) kakak gak ada maksud untuk mempermainkan kamu, kakak gak pernah ada hubungan sama Vania, dia aja yang ngaku-ngaku sebagai calon istri kakak, kakak aja gak tau apa yang dia bicarakan sama kamu, yang kakak tau dia akan berbuat nekat, dengan mengancam atau menelor, orang yang sedang dekat sama kakak, kakak tau itu semua dari asisten kakak, yang gak sengaja dengar saat dia sebut-sebut nama kakak, (menjelaskan serinci-rincinya)
Raina tidak bisa berkata-kata, berarti selama ini dia sudah salah paham sama Malvin, tapi jika dia dekat-dekat malvin keselamatan sahabat-sahabat nya bagaimana. Raina memberanikan diri bicara masalah hubungannya dengan Malvin.
Raina" (menatap wajah Malvin, terlihat kesedihan dan kerinduan di matanya) kak, tapi kita gak bisa melanjutkan ini semua (menundukan kepalanya) walau dia bukan calon istri kakak, aku masih tetap ingin menjauh dari kakak, maafin Ina kak, (air matanya sudah tidak terbendung lagi) hiks hiks jika kita melanjutkan hubungan ini akan ada yang jadi korban kak, Ina gak mau itu. (kakinya lemas, dan tenaganya terkuras membuatnya tidak sadarkan diri)
__ADS_1
Malvin sigap untuk menagkap tubuh raina tidaj jatuh ke tanah, dia membawa raina ke klinik terdekat di sana, Malvin sangat terpukul melihat orang yang dia cinta terkulai tidak sadarkan diri.
Sampai klinik, raina di priksa oleh dokter, dia menghubungi sahabat-sahabat nya, untung mereka lagi makan bersama, memberi tau apa yang baru dia ketahui dari raina, bahwa ngaku-ngaku sebagai calon istrinya sama Raina.
📱Tuuuut tuuuut tuuuut.
Ivan" halo bos, gimana udah ketemu sama non Raina (bertanya sama Malvin)
Malvin" udah, lo dimana sekarang, apa lagi sama Nino dan bagas, ada yang ingin gue kasih tau sama kalian semua.
Ivan" ya bos, gue lagi sama mereka, ngongkrong di cafe, ada apa bos, ni gue loudspeaker hpnya. ngimong lah.
Malvin" tar dulu, lo pastiin gak ada yang mata-mata in kalian, gue takut ada mata-mata dari Vania. sebaiknya kalian kumpul di tempat aman dulu, kalo kalian udah nyampek hubungin gue lagi, gue mau lihat kondisi Raina dulu. bay (mau menutup telpon tapi di cegah oleh Nino)
Nino" tunggu dulu bos, ada apa apa sama dia, (mereka penasaran dengan kondisi raina)
Mereka semua" ok bos (jawab mereka bersamaan)
Malvin berjalan ke arah kamar dimana Raina dirawat. Malvin masuk untuk menunggu Raina sadar.
Cekrek
Malvin mengambil kursi duduk didekat raina, ingin dia memengang tangan Raina, dan mecium tangannya dan kening wanita yang dia cintai, tapi mereka belum muhrim, ingin rasanya dia menikahi raina saat ini juga agar dia bisa memeluk dan memegang tangannya.
Sudah sejam Malvin menemani raina, menunggunya sadar. Tapi sang empuhnya belum sadar juga. Malvin keluar untuk menghubungi sahabat-sahabat nya, untuk membahas masalah dengan Vania, sekretaris nya yang g*la, dan psikopat, ngakui dirinya sebagai calon istri dari Malvin Malhendra, dan tidak segan-segan berbuat hal berbahaya demi melancarkan keinginannya dengan mengancam Raina dengan melukai orang terdekat Raina yang di sayanginya.
Setelah selesai Malvin kembali keruangan raina. Dia duduk di dekat Raina, menunggu Raina sadar.
__ADS_1
Malvin" (sedih) Raina, kakak sangat mencintai mu, kalo bisa saat ini juga ingin kakak halalin kamu, biar kakak bisa megang tangan mu, dan melepaskan rasa rindu kakak sama kamu, asal kamu tau kakak sangat tersiksa memendam rasa rindu kakak sama kamu.
Raina" (membuka matanya) kak, Ina lagi dimana kak, napa ada bau-bau obat kak, apa ina di rumah sakit (bertanya sambil melihat sekelilingnya)
Malvin" eh kamu udah bangun, gak, kamu lagi di klinik, tadi kamu pingsan karena kelehan, maafin kakak ya, ini semua gara-gara kamu kenal kakak, raina kakak benar-benar cinta sama kamu. Kak Malvin serius dengan lamaran itu,
Raina" kak, bagaimana kalo dia..... (katanya menggantung sulit untuk menyampaikannya)
Malvin" (mengerti dengan apa yang ingin Raina sampaikan) kak tau, kamu takut kalo orang didekatmu berada dalam bahaya jika melanjutkan hubungan kita, iya kan.
Raina" iya kak, gak papa kalo aku yang harus menderita, jangan mereka, mereka adalah keluarga aku kak. (menatap Malvin dengan mata sayu) kak sebenarnya raina juga sangat cinta sama kakak, saat aku tau kakak udah punya calon istri, hati Ina hancur kak, rasanya seperti di sayat-sayat kak, raina bertanya-tanya napa mau dipermainkan sama kakak, (raina menangis kembali mengingat bagaimana hancurnya mengetahui kenyataan itu)
Malvin hanya diam, dia ikut merasakan sakit, ingin dia membunuh Vania saat ini juga.
Malvin" Raina kak Malvin mohon kasih waktu kakak menyelesaikan masalah ini semua, tapi kita harus berpura-pura masih saling salah paham agar Vania tidak membuat orang kamu sayangi dalam bahaya, setelah ini semua selesai, kak Malvin akan pertemukan Raina sama orang tua kakak. Kakak janji, tapi harus sabar ya. mau kan Raina
Raina" Iya kak, raina mau. maaf ya kak, Ina udah salah paham sama kakak. (tersenyum)
Raina merasa sudah baikan, minta pulang, takut keluarga nya di panti khawatir. Malvin menawarin untuk mengantar Raina pulang dan berkenalan sama anak panti.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗