Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Aku Bahagia Memilikimu Dalam Hidupku


__ADS_3

Maaf ya baru up


Di usahaiin sekali sehari di up.


""""""


Sekarang mereka sudah sampai di rumah Ibu, Ibu yang tidak tau kedatangan mereka memdapat kejutan, senang sekali, dia juga sedih karena tidak ada persiapan. Jika di beri kabar mungkin Ibi bisa menyiapkan makan siang. Karena perjalan dari kota ke tenpat ibu luman jauh.


Walaupun begitu ibu dan anak bahagia bisa berkumpul sama kakaknya. Sekarang mereka sedang kumpul di ruang tengah, sebelum masuk kampung halamannya, Raina mangajak suaminya mampir di rumah makan untuk membeli nasi bungkus, dia tau Ibu pasti belum ada persiapan untuk makan siang.


"Assalamuaikum" salam Raina dan Malvin bersama-sama.


Dari dalam terdengar ada yang memberi samal, ibu bergegas ke depan sambil menjawab salam.


"Waalaikumsalam," jawab ibu. "Tunggu sebentar" katanya sambil menhampiri pintu.


Cekrek


"Raina, nak Malvin. Kenapa gak kasih sabar sama ibu kalo kalian mau kesini, ibu kan bisa siap-siap masak makanan kesukaan kalian." Ucap ibu terkejut kedatangan mereka.


"Ina kangen sama Ibu, apa ibu gak kangen sama Ina ?" Cemberut Raina " kan mau ngasih kejutan sama kalian, dimana adek-adek ku yang kece-kece Bu ?" Tanya Raina sama Ibu.


"Ibu juga kangan sama kalian, adik kamu ada di dalam, mungkin mereka asyik sama kesibukannya, jadi gak dengar salam dari kalian, ayo nak masuk, Ina ajak masuk suami kamu." Pinta Ibu sama Raina untuk mengajak Malvin masuk.


"Hehehe maaf lupa, ayo mas kita masuk, barang biar dulu di mobil, nanti adek-adek bantu angkat." Ucap Raina. "Oya bu, gak usah sama masalah makan siang, udah kita siapian tadi kita mampir beli nasi bungkus di rimah makan." Jelas Raina supaya ibu nya tidak usah kawatir.


Mereka masuk kedalam rumah, ibu memangil adik-adik Raina. Mereka senang sekali dapat kejutan dengan kedatangan kakak dan kakak iparnya.

__ADS_1


"Anak-anak siapa yang datang, ayo kedepan." Ucap ibu manggil anak-anak di ruang keluarga.


Raiden, Revan, Radit, Kevin, dan Andri mendengar suara Ibu sedang manggil mereka, mereka penasaran siapa yang datang, mereka meninggalkan kesibukan mereka berlari menuju ruang tamu. Sampai di sama mereka memdapat kejutan.


"Kakak" ucap mereka barengan.


Mereka langsung berlari arah Raina dan memeluknya. Malvin hanya bisa tersenyum melihat aktivitas mereka. Walau diabaikan oleh adik-adik iparnya tidak terlihat wajah kecewanya, ia ikut babahagia jika melihat istrinya bahagia. Malvin berdehem memecakan acara pelukan mereka. Mereka cengengesan sudah melupan Malvin saking rindunya sama kakaknya jadi melupakan kakak ipar mereka.


"Ehem"


Mereka menoleh ke arah suara itu.


"Kak Malvin" ucam mereka" hehehe maaf lupa kalo ada kakak disini," Raiden minta maaf.


Iya kak, kaki juga minta maaf lupa kalo ada kakak disini" ucap Radit, Andri, Revan, dan Kevin. Mereka minta maaf sudah mengabai kakak ipar mereka.


"Iya gak papa, emang kak Raina aja yang di peluk ni, kakak gak mau di peluk ni,"


Mereka berhamburan meluk Malvin. Raina melihat tingkah adik-adiknya tertawa bahagia, Ibu bahagia melihat kebahagiaan mereka semua.


Mereka berkumpul bercanda ria sampai waktu makan siang.


"Jam berapa sekarang, apa udah jam makan siang, Iden" tanya Raina pada adiknya. "Jam 12 siang kak, jam makan siang sekarang, oh iya ibu belum masak untuk makan siang kan, Bu." Jawab Raiden.


"Iden gak usah kwatir, untuk makan siang udah kakak sama kakak iparmu siapin, tapi masih di dalam mobil, ajaklah kakak ipar kalian mengambil makan siang kita, kakak sama ibu menyiapkan peralatan makan di meja makan." Pinta Raina kepada adik-adiknya untuk mengambil makan siang di dalam mobil.


"Asiiiiiap kak" ucap mereka sambil bercanda.

__ADS_1


"Mas, aku sama Ibu menyiapkan yang lainnya ya. Gak papa kan mas, aku bantu ibu di dalam."


"Iya gak papa, sayang. Ya udah mas bantu mereka dulu ya, love you." Goda Malvin sama istrinya. "Iiiih mas, malu. Disini masih ada Ibu." Jawab Raina kesal, wajah merona, bisa-bisa suaminya menggoda didepan ibu.


Malvin tertawa sudah berhasil menggoda istri, dia meninggalkan istrinya yang masih kesal dengan perbuatannya.


Raina dan Ibu menyiapkan piring, sendok, dan gelas beserta air minum. Setelah selesai menata di meja makan, Malvin datang bersama adik-adik iparnya membawa makan siang mereka. Raina membuka bungkusan, mengambil nasi bungkus di letak di piring satu persatu, seelah selesai mereka duduk di meja mereka masing masing siap untuk mulai makan. Tapi sebelum makan mereka berdoa, dan mereka makan siang dengan tenang.


Selesai makan siang, mereka membantu kakak dan ibunya merapikan meja dan membantuh membawa piring kotor ke westeval. Malvin senang memiliki adik-adik yang saling membatuh dan menjaga satu sama lainnya.


Untuk tugas mencuci itu bagian Ibu, tapi karena hari ini ada Raina, jadi dia yang mencuci piring kotor. Sedangkan Malvin mengajak adik-adiknya mengeluarkan semua bawaannya yang ada di dalam mobil untuk dibawah kedalam rumah.


"Ibu, aku senang karena adik-adik mandiri dan ringan tangan, saling bahu membahu mengerjakan pekerjaan rumah. Aku yakin saat mereka dewasa nanti mereka menjadi anak yang mandiri tidak menyusakan orang lain, jika kuliah terpisah nanti mereka tidak anak kaget dengan kehidupan anak kos, semua mengerjakan sendiri." Ucap Raina sambil memcuci piring ditemani Ibu.


"Iya, nak. Ibu juga bahagia mereka mau negerjakan semua yang dikerjakan oleh kita. Mereka gak pernah mengeluh sama sekali, saling mengobrol mereka menyelesaikan pekerjaan rumah, ibu sangat terbantu, kata mereka 'tugas ibu cuma satu, masak karena mereka belum bisa masak, dan usia mereka masih sangat muda' saat mendengar mereka ngomong gutu Ibu terharu. Walaupun mereka tidak lahir dari lahir Ibu, tapi mereka sudah ibu anggap anak kandung Ibu, ibu sangat menyayangi kalian semua, Ibu gak pernah menyesal gak punya anak, tapi karunia yang Allah berikan sama Ibu membuat Ibu meresakan bagaimana mengurus anak, mendengar mereka menangis, tertawa, berteriak dan bernyanyi, itu semua membuat ibu bahagia dan bersyukur, tambah dengan kehadiran kamu dan adikmu menambah kecerian bagi kami semua. Kamu lihat sama diri Andri yang dulu pendiam dan tidak mau terbuka sekarang berubah menjadi anak ceria, jahil, dan terbuka." Ucap ibu bersyukur dengan apa yang dia dapatkan nya dalam hidupnya.


Tampa mereka sadari Malvin mendengarkan semua pembicaraan mereka, Malvin terharu mendengar apa yang ibu katakan. Dia beruntung bertemu dengan sosok Ibu yang berhati malaikat. Dan menjadi keluarga mereka.


"Pantas Raina memiliki hati seperti malaikat, karena didikan yang dia berikan kepada anak-anak angkatnya yang sudah menjadi anak kandung baginya. Terima kasih ya Allah engkau telah memberi aku istri dan mertua yang berhati emas. Aku bahagia memilikimu dalam hidupku" guman Malvin dalam hatinya.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...

__ADS_1


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,


- Istri Tomboyku


__ADS_2