
Malvin mengendari mobilnya ke arah kosan Raina, tidak butuh waktu lama Malvin sampai. Malvin memberitahu Raina bahwa dia sudah di depan kosan nya, Raina bingun tunbem Malvin ingin bertemu dia malam ini, biasanya jika bertemu mereka janjian di taman Kampusnya.
Karena tidak ingin Malvin menunggu lama di depan kosannya, Raina buru-buru menghampiri Malvin. Saat sudah sampai depan mobil Malvin Raina mengetok kaca mobil Malvin.
Tot Tok Tok
Malvin menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum pada Raina, Raina terpana melihat Malvin berpenampilan modis Malvin yang tidak seperti biasanya, saat mereka bertemu Malvin selalu berpenampilan kantoran.
Malvin hanya tersenyum melihat raina yang terpesona pada dirinya, dia menggoda Raina.
Malvin" baru sadar ya kalau aku tampan hemm, calon suami siapa dulu ini (goda malvin pada Raina, Malvin senang melihat wajah Raina yang merona karena digoda oleh nya) heem
Raina" eh kak, maaf Ina nya melamun, (malu-malu) kakaknya ganteng banget cih, terpesona adeeek baang (lebaynya)
Malvin" oh adeek terposana oleh kegantengan abang ya, si dek abang peyuuuk (katanya sambil turun dari mobilnya)
Raina" no no no bang, adeek belun jadi milik abang belum muhrim bang, halalin dulu adeknya bang, bawa lah aku ke penghulu sekarang bang,
Malvin" hahahaha (tertawa lepas mendengar ocehan Raina yang bukan seperti biasanya) ooh abang baru tau adek suka lebay juga ya,
Raina" hehehe, iya bang, nanti jika sudah halal abang jangan salahin adek ya jika abang adek jahilin, karena sifat jahil adek untuk orang terdekat adek" Goda Raina dengan gaya lebai ABG sekarang.
Malvin" kakak siap Na, tunggu waktunya, sekarang kamu bersiaplah (kembali serius kembali dan menyuruh Raina untuk bersiap)
Raina" 😮😮(bengong, bingun dan tidak tidak mengerti maksud Malvin)
Malvin" kenapa bengong si Na, (mengerut alisnya melihat raina yang bengong)
Malvin berpikir apa mungkin Raina belum paham maksudnya menyuruny bersiap, Malvin menepok jidatnya karena dia belum menjelaskan maksudnya menyuruh Raina bersiap untuk apa, Malvin menghela nafas karena kebodohannya Raina jadi bengong dan bingung .
Malvin" (meminta maaf) maaf ya Na, aku tidak menjelaskan maksud aku nyuruh kamu bersiap untuk apa, kamu mau kan bertemu dengan kedua orang tuaku malam ini, mereka sudah menunggu kita dirumh, karena tadi aku udah berpesan jangan keluar rumah hari ini karena ada yang datang, gitu pesan aku ke keluarga aku, kamu mau kan ketemu mereka, pasti mereka penasaran dan nunggu kita deh (jelas Malvin dan memohon agar Raina mau menurutih kemauannya)
Raina kaget sekaligus gugup bertemu keluarga dari Malvin, ada rasa ketakutan besar dalam dirinya, takut dia tidak di terima di keluarga besar Malvin, dan dia kan menjadi aib untuk keluarga Malvin dan untuk Malvin sendiri. Karena rasa cintanya pada Malvin dia tidak ingin orang yang dia cintai menanggung malu karena dia, jika semua terbukti nanti dia akan rela melepaskan Malvin walau untuk kebahagian nya dan menyakitkan dirinya.
Malvin melihat raut wajah Raina yang murung, dan ada rasa takut, dia bertanya pada Raina apa yang membuatnya murung.
Malvin" ada apa hem, ngomong sama kakak Na
Raina" kak aku belum siap ketemu mereka, takut aku ngecewaiin kakak, takut mereka tidak menerima aku, (lirihnya dengan nada lemah)
__ADS_1
Malvin mencoba menjelaskan apa yang divtakutkan Raina semua itu tidak akan terjadi, karena irang tuanya tidak memangabg status orang yang disukai oleh anak-anak mereka, yang terpenting kebahagian anak mereka, karena kebahagian anak mereka lah kebahagian mereka.
Setelah Raina mendengarkan ucapan Malvin, dia lega, dan kehawatirannya tidak terjadi. Dan dia mau menemui mereka malam ini, kasihan mereka menunggu lama.
******
Dikediaman Malhendra
Mereka semua bertanya-tanya maksud dari perkataan Malvin sebelum dia pergi meninggalkan rumah membuat mereka penasaran.
Levi" Ma, Mama ngerti gak maksud kata-kata kakak, kalau gak salah dengar tadi kakak bilangada yang akan datang kerumah
Mama" Mama juga gak ngerti dek, maksud dari kakak mu, apa jangan-jangan (kata Mama menggantung)
Papa" jangan-jangan apa Ma. Jangan buat Papa tambah bingung Ma
Mama" itu hanya dugaan Mama aja Pa, dek, misalnya dugaan Mama benar, jangan mandang rendah orang yang jauh statusnya di bawah kita ya dek, kita di hadapan Allah semua sama nak, mungkin keberuntungan kita menjadi orang yang ada, jika dia memang kebahagian kakak, kita dukung ya nak. (nasehat Mama pada anak bungsunya, takut nanti jika dia tidak menyukai orang itu akan menghinanya nanti)
Levi" Ma, adek gak akan gitu Ma, adek juga belajar agama, kan Mama sering ingatin adek, gak boleh nilai orang dari fisiknya aja Ma, gak selamanya yang kita nilai bagus dari luar dalam nya juga bagus Ma, dan juga yang dinilai jelek tak selamanya jelek, (jawabnya dari nasehatnya Mamanya, dia selalu mendengar nasehat Mamanya karena itu akan memjauhkan dari hal yang merugikannya)
Papa dan Mama bangga pada anak bunggunya, walau dia masih di bangku SMA tapi dia sudah menjadi anak yang dewasa dan tidak sombong akan apa yang dia miliki.
Malvin" Kamu tenang aja ya. Mereka gak akan membuat kamu tidak nyaman, ayo kita masuk, mereka sudah nunggu di dalam
Raina" makasih ya kak, udah nenangin Ina, yu kita masuk.
Malvin dan Raina mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" ucapan salam Malvin dan Raina bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawam mereka dari dalam rumah.
Levi berlari kearah pintu untuk membuka pintu, saat membuka pintu dia kaget melihat siapa yang berdiri samping kakaknya.
Malvin menyadari jika adiknya terkejut, malhin hanya tersenyum dan mengajak mereka masuk dan menemui kedua orang tua di dalam. Mereka berjalan arah orang tuanya, sampai di sana Raina langsung bersalaman kepada Mamanya Malvin dan mencium tangannya, untuk Papanya Malvin bersalaman jarak jauh, untungnya Papanya Malvin memakluminya.
Raina bingun saat Malvin mengenalin dia kepada kedua orang tuanya. Setaunya Ayah malvin bukan dia, tapi orang yang dia temui di kampus beberapa waktu yang lalu, karena penasaran, dengan nada yang sopan Raina bertanya pada Papa Malvin langsung.
Raina" maaf sebelumnya jika Ina lancang, ada yang ingin Ina tanyakan sama Om, apa Om keberatan.
__ADS_1
Papa Deri" (senyum) gak keberatan nak Ina, emang apa yang mau Ina tanyakan sama Om. (Jawabnya)
Raina" gini Om, jika Om ini Ayahnya kak Malvin, siapa orang yang ngaku-ngaku jadi ayah kak Malvin, waktu itu dia datang kekampus Ina, nyariin Ina karena mencari tau keberadaan anaknya, yang sudah lama tidak pulang, itu katanya.
Mereka yang ada di sana bingun dengan pertanyaan dari Raina kecuali Papa Deri karena Dodi sebagai asistennya sudah menjelaskannya padanya. Karena tidak ingin mereka bingun, Papa deri menjelaskannya.
Papa Deri" oh itu, asisten Om, dia sudah menjelaskan sama Om, jika dia ngaku jadi ayah Malvin untuk mempermuda mencari informasi, maaf jika dia sudah membohongi nak Raina. (jelas Papa Deri dan semua mengerti dari penjelasannya)
Raina sedikit merasa kecewa karena di bohongi, tapi Papa Malvin sudah menjelaskannya dan juga minta maaf. Allah saja pemaaf, kenapa dia hanya hambanya tidak bisa memaafkan jika orang ingin minta maaf padanya, itu lah yang Raina Pikirkan.
Raina" oh gitu ya Om, Raina faham Om, dan Raina udah memaafkannya, maaf ya Om karena Udah langcang. (Katanya dengan sopan)
Mama Sofia" kami maklumi nya Nak, jadi ini Kak orang yang sering kamu ceritaiin kak, Mama si senang banget jika dia jadi mantu Mama, gimana Pa, dek menurut kalian.
Levi" Adek ma seneng bangat deh kak, jika kak Raina jadi kakak ipar adek, orangnya cantik, ramah, sopan dan juga solehah, hijaber masa kini banget de.
Raina" alhamdulillah jika kalian menerima Ina dengan hati yang terbuka, dan Ina jadi terharu kalian tidak memandang sebelah mata karena status kita berbeda, maaf jika itu membuat kaliang tersinggung. (Lirihnya yang tidak menduga jika dia akan di terima dengan hati yang terbuka oleh keluarga Malvin, dia mendapat kan kehangatan di keluarga Malvin)
Mama Sofia" (memeluk Raina dan memberikan kehangatan seorang ibu yang selama ini tidak dia dapatkan dari ibunya) nak kami tidak pernah memandang orang sebelah mata, karena kami juga dari orang yang biasa, kakeknya Malvin orang biasa dulunya, karena usahanya lah kami bisa seperti ini, itu juga yang diajarkan nya pada keluarganya. Jangan merasa dirimu rendah dimata kami, Tante, Om, adek Levi menerimamu karena kau Calon Istri Pilihan kakak, dan kami sudah tau kamu anak yang baik dan sangat cocok menjadi menantu keluarga kami. (Jelas Mama Sofia kepada raina agar dia tidak merasa rendah dimata mereka dan keluarga Malhendra)
Raina" hiks hiks hiks makasih Tan, Raina bahagia karena hubungan kami mendapat restu dari kalian, kehawatiran Riana hilang semua. Hiks hiks
Levi" kak Ina adek panggil Mbak ya, biar beda manggilnya dari kakak Malvin.
Raina" (melepaskan diri dari pelukan Mama Sofia dan tersenyum pada Levi) iya gak papa dek, mbak gak keberatan Dek mau manggil apa aja, senyaman adek aja, mbk juga senang sekarang mbk dapat adek perempuan sekarang.
Levi" horeeee adek punya kakak perempuan sekaligus kakak ipar, kak kapan kakak mau halalin mbak Ina, biar Adek ada teman ngobrol dirumah.
Mama sofia" adeeeek, (kata Mama Sofia dengan nada tinggi)
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
🤗🤗🤗
__ADS_1