
Seminggu setelah kejadian yang menimpah Raina di kantor suaminya. Persiapan untuk resepsi pernikahan mereka sudah 50% ranpung, Mama Sofia dan Livia antusian persiapkan resepsi pernikahan anak sulung dan kakaknya berjalan lancar sampai hari H.
Raina bahagia melihat mertua adik iparnya sangat antusian menyiapkan dan memantau persiapan resepsi pernikahan nya. Dia ingin membantu tapi di larang oleh mereka, kata mereka 'pengantin tidak boleh capek-capek dan harus menjaga kesehatannya saja' Raina hanya bisa menuruti saja kemauan mereka, jika mereka bahagia Raina juga ikut bahagia.
Raina" Ma, mbak boleh bantu gak, mbak gak enak ini cuma duduk nenteng-nenteng kaki aja dirumah, gak boleh ini itu, bosan Ma." Raina memeles ke mertuanya agar bisa membatuh mempersiapkan acara bahagianya.
Mama Sofia" gak boleh, Mama bilang gak boleh ya gak boleh mbak, Mama gak mau kamu kecapean, nanti waktu resepsi butuh tenaga extra karena banyak yang di undang, mungkin 3 kali yang di undang waktu acara nikahan kalian, jadi Mama mohon kamu jaga kesehatan kamu aja ya mbak." Mama melarang Raina bantu menyiapkan persiapan resepsi pernikahan mereka.
Raina" (menghelah nafas) baiklah Ma, asal itu membuat Mama senang mbak nurut perintah Mama. Ya udah deh Ma, mbak kekamar aja, ." Raina hanya bisa pasrah dan menuruti perintah Mama mertuamya, tapi dia senang karena mertuanya perhatian padanya.
Raina berjalan menaiki tangga menuju karamnya yang letaknya di lantai dua. Sampai di kamar dia melihat suaminya sibuk dengan kerjaannya. Raina kesal karena di tidak bisa membantu Mertuanya, sampai di kamar suaminya sibuk sampai tidak menyadari kehadirannya di dalam kamar.
Raina" ih pada sibuk semua, akunya gak beh bantu, sampai di kamar suami aku juga sibuk." Kesalnya gak bisa bantu apa-apa juga diabaikan oleh suaminya.
Malvin baru sadar kalau istrinya sudah dikamar, mendengar suara istrinya, yang dia tau tadi istrinya bilang mau kebawah bantuh Mamanya, tapi saking sibuknya tidak menyadari istrinya sudah di kamar.
Malvin senyum melihat istrinya lagi ngambekan. Lucu saja melihat wajah istri yang lagi merajuk.
Raina" maaaas masih sibuk apa..? Aku mau ngomong sama mas, masnya masih sibuk kerja," gerutunya merucutkan mulutnya.
Malvin" maaf sayang, mas bener-bener sibuk, ini juga untuk kebaikan kita sayang, mas maunya 3 hari sebelum acara resepsi kita nanti mas udah gak ada kerja lagi. Mas mau nanti selesai resepsi nanti kita langsung bulan madu gitu sayang." Malvin menjelaskan sama istrinya agar istrinya tidak ngambek lagi.
Raina merasa bersalah karena kesal sama suaminya, dia tidak berpikir sampai kesana.
Raina" maaf mas, aku gak tau kalo mas kerja lembur akhir-akhir ini untuk kebaikan kita, aku egois mas, maaf ya mas." Raina sedih karena sudah salah faham kepada suaminya.
Malvin" sayang jangan sedih dong, mas gak mau lihat kamu sedih kaya gini. Mas juga ikut sedih ni."
__ADS_1
Raina" mas maaf udah buat mas ikut sedih, baiklah aku gak sedih lagi."
Malvin" gitu dong, gimana kalo kita keluar jalan-jalan untuk hibur kebosanan kamu dirumah, gimana kita ketaman atau kemana, anggap aja kita kencan setelah menikah." Malvin membujuk Raina jalan jalan menghibur istrinya lagi bosan tidak ada kerjaan di rumah.
Raina" mau banget mas, aku bosan banget di rumah gak ada kerja juga gak boleh kerja sama Mama. Ya udah aku siap-siap dulu ya mas. Aku bahagia banget di ajak jalan-jalan." Antusian Raina di ajak jalan-jalan.
Setelah bersiap, Raina turun menemui suaminya yang menunggunya di bawah, dengan wajah senang Raina berjalan turun tangga. Malvin melihat wajah ceria istrinya kembali lagi bahagia, karena ini berasil mengurasi kebosanan istriny.
Malvin" sudah siap sayang, ayo kita pamit sama Mama." Malvin mengajaknya istrinya pamit ke orang tuanya.
Raina mengangguk ajakan suaminya. Mereka pamit untuk mencari udara segara, Mama tau anaknya mengajak istrinya jalan-jalan untuk menghiburnya agar tidak terbeban karena tidak bisa melakukan apa-apa tapi yang lain sibuk semua.
Mama Sofia" ya kak, ajak lah mbak jalan-jalan mungkin bisa menghilang rasa bosannya." Ucap Mama berbisik sama anak sulungnya.
Malvin" iya Ma." Berbisik kepada Mamanya.
Raina sangat senang bisa ketaman, hatinya terasa lebih segar dan tidak bosan lagi, karena pemandangan di taman begitu menyejukkan hatinya.
Raina" mas, makasih ya udah ajak aku kesini, suasanya membuat hati aku sejuk, melupakan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Pemandanganya sungguh indah, makasih ya mas." Jawab Raina dengan senyuman mereka di wajahnya.
Malvin" iya sayang, mas tau kalo kamu sangat terbeban karena tidak bisa membatu atau emang gak boleh melakukan apapun oleh Mama, kami cuma mau kamu gak terlalu capek aja sayang." Malvin bahagia jika istrinya merasa terhibur dengan apa yang dia lakukan walaupun hanya di ajak ke taman.
Raina" iya aku tau kalian begitu untuk kebaikan aku, tapi akunya gak enak lah mas." Lirihnya.
Malvin" sayang dah dong jangan dipikir lagi ya, niat hati mau mau mengibur kamu tapi membuat mu sedih."
Raina" maaf mas, baikah aku gak sedih lagi, ayo kita nikmati pemanadangan yang menyejukan mata dan hati kita, aku bahagia akhirnya aku bisa merasakan bagaimana yang mereka rasakan saat pacaran tapi kita berbeda." Raian minta maaf dan menikmati keindahannya bersama suaminya, dia juga bisa merasakan rasanya berkencan tapi mereka berbeda karena mereka berkencan setelah menikah.
__ADS_1
Malvin" jelas beda dong sayang, kita berkencan halal karena kita sudah menjadi suami istri, lebih indah rasanya berkencang setelah menikah, karena tidak dosa lagi jika ingin mencium pipi kamu." Malvin menggoda istrinya.
Raina mendengar itu menjadi tersipu malu, didepam umum suaminya terang-terang menggodanya.
Saat mereka asik bercanda gurai datang wanita masalah lalu Malvin menyapa Malvin.
"Hai, apa kabar ?" Sapanya pada Malvin dan menayakan Malvin.
Raina melihat perubahan raut wajah suaminya dari hangat menjadi dingin dengan sorot mata kebencian terhadap sosok wanita di depan mereka.
Raina memcoba mencairkan suasana dengan menegur suaminya agar tidak membuat wanita itu ketakutan.
Raina" mas." Raina menegur suaminya.
Malvin" (sadar ada istrinya disampingnya) sayang, maaf mas lupa ada kamu di samping mas, maafin mas ya, ayo kita pulang, mas gak mau liat mukanya lagi." Malvin minta maaf sama istrinya, mengajak istrinya pergi dari sana saat ini juga.
"Malvin tunggu, ada yang ingin aku jelasakan sama kamu malvin" tetiaknya.
Tapi itu tidak membuatnya langkahnya berhenti, wanita itu kira Malvin belum tau alasannya meninggalkan Dirinya dulu bukan cuma karena ingin mengejar karir saja, itu cuma alasan tapi yang sebenarnya dia tidak ingin hidup susah dan juga orangnya tidak merestui hubungan mereka karena menganggap Malvin hanya orang miskin, tidak layak untuk anak mereka. Itu alasan Malvin membencinya, karena dia orang tidak punya wanita itu meninggalnya dan tidak berjuang untuk hidup bersamanya.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1