Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Menangislah, Tak Ada Yang Melarang


__ADS_3

Ujian semester sudah selesai, para siswa tinggal menunggu hasil ujian mereka. Rasa takut, dan cemas yang mereka rasakan, takut hasilnya mengecewakan orang tua mereka. semua murid di temani ayah dan ibunya, berbeda dengan Raina dia hanya di temani ibu panti dan adiknya.


Saatnya pembagian rapot, orang tua murid dipanggil sesuai absen anak mereka. 30 menit kemudian, nama Navia di panggil, ayah Navia didampingi ibunya menghadap wali murid.


Bu Dania" selamat siang Pak, Bu (sapanya dengan sopan)


Orangtua Navia" Selamat siang juga bu guru (balas sapa mereka bersamaan)


Bu Dania" Anak Ibu dan Bapak mendapatkan nilai yang sangat memuaskan, nilainya rata-rata 80 pak, (memperlihatkan hasil rapot)


ini pencapaian yang sangat baik Bu, Pak. Semua ini berkat kerja kerasnya belajar dan dibantu oleh nak Raina, teman sebangkunya. Dan satu lagi Pak, semenjak Raina pindah ke sekolah ini, membuat perubahan yang baik untuk anak Bapak dan Ibu, yang dulu pemdiam, dan niat untuk belajarnya kurang, sekarang sudah berubah, dia terlihat ceria, suka jahilin sahabatnya. Kalian bisa meresakan sendiri perubahan pada anak Bapak dan Ibu. dan saya sebagai gurunya sangat senang dengan perubahan yang terjadi pada diri Navia, juga salut dengan kesetia kawannya, membela sahabat dari orang yang selalu menghina dan mencemooh Raina, dia menjadi pelindungnya Raina. (jelas ibu Dania serinci-rincinya)


Kedua orang tau Navia merasa senang atas perubahan pada diri anak mereka, dan sekaligus bangga atas hasil nilai yang didapatkan oleh anak mereka. Mereka berhutang budi kepada Raina, berkat dirinya bisa memberikan pengaruh baik dan membuat anak mereka ceria kembali. juga senang anaknya bisa membela sahabatnya dari orang yang ingin menjahati sahabatnya yaitu Raina.


Setelah ibu Dania menceritakan pencapaian dan perubahan yang baik kepada anak mereka, mereka pamit.


Ayah Navia" Terimakasih bu, sudah mendidik anak saya, menceritakan semua apa yang anak saya lakukan di sekolah, kami pamit bu. (katanya berterimakasih dan izin pamit)


Bu Dania" iya, sama-sama. (kata dengan sopan dan tersenyum)


Orang tua Navia menghampiri anak mereka dengan rasa bahagia dan bangga. Navia senang melihat senyuman di wajah ayah dan ibunya, berarti hasil belajarnya bagus.


Ibu Navia" Via, Bunda senang banget, sekarang Via ceria lagi, (memeluk anaknya) dan bunda bangga nilai Via semua bagus.


Ayah Navia" Ayah juga ikut bahagia dan bangga, anak ayah sudah ceria lagi. Ayah ingin berterimakasih sama Raina, dan ayah penasaran sosok sahabat anak ayah ini, yang bisa merubahnya menjadi sosok ceria dan giat belajar. (katanya penasaran).

__ADS_1


Navia" Nanti Via ajak ayak ketemu Raina, sekarang dia lagi nunggu dipanggil bu guru. (jelasnya pada ayahnya) bun, ya, semua ini berkat kesabaran Raina, dia selalu menasehati aku agar giat belajar dan bisa membanggakan kalian, saat aku jenuh belajar, dia mengingatkan apa tujuan aku belajar, karena Via ingin membuat kalian bangga dan mencapai cita-cita Via, jadi Via semangat lagi..


Bunda" nak, sunggu besar kesabaran nya menghadapi kamu, dia juga membuat anak bunda balik ceria lagi. bunda sama ayah berhutang budi sama nak raina. (ucap ibu)


Sekarang tibalah untuk Raina dipanggil, yang menghadapi bu guru Bu Panti Dan Raina.


Bu Dania" Raina (panggilnya agar Raina menemuinya)


Raina dan Bu Panti berjalan menghampiri ibu Guru, mereka langsung duduk dikursi yang disediakan. ibu guru menjelasjan hasil belajar Raina selama satu semester.


Bu Dania" Nak, ibu bangga sebagai walikelas kamu, karena kamu mendapat nilai tertinggi di sekolah ini, juara 1 dikelas, juara umum seangkatan, dan juara umun di sekolah. ibu yakin kamu bisa masuk SMA favorit. ibu akan mengurus semuanya setelah kelulusan nanti. (jelasnya dengan senyum, dan bangga)


Raina" hiks, hiks, hiks (menangis) makasih bu, Raina janji tidak mengecewakan ibu. (berdiri berjalan kesamping bu Dania dan memeluknya karana rasa syukurnya) sekali makasih bu, udah mau bantu Raina. berkat bimbingan ibu juga raina bisa mendapat nilai terbaik.


Bu Dania" iya Raina, sama-sama ibu juga senang kalo liat murit didiknya berhasil, jangan lupa ibu ya nak, jika udah jadi orang berhasil nantinya.


setelah selesai dengan tangisan dan pelukan mereka, Raina pamit pulang, karena dia siswi terakhir yang di panggil. Raina pamit sama ibu untuk bertemu Navia sebelum pulang, dan Raina meninta Bu Panti dan adiknya pulang duluan. Raina berjalan menuju tempat di mana Navia dak orang tuanya berada, dan memanggilnya.


Raina" Via, (panggilnya)


Navia" Raina (menole ke arah suara)


Raina" (tersenyum) gimana nilai rapot mu, apa nilainya memuaskan (tanyanya) sekarang apa yang kamu rasakan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.


Navia" (memeluk sambil menangis) senang banget, hiks, hiks makasih hiks... nilai aku bagus semua hiks... berkat usaha dan kesabaran kamu mengajar aku selama belajar. aku sangat bahagia memiliki mu menjadi sahabatku, mengubah aku menjadi diriku yang dulu. (jawabnya)

__ADS_1


Raina" (membalas pelukan) iya Via, kamu juga sudah berusaha, hasil tidak mengecewakan usaha. sama-sama Via, aku gak mau sahabat aku pendiam, pemalas, kalo dia ceria dan semangat belajar, aku juga ikut senang.


Kedua orang tua Navia sangat terkejut mendengar ucapkan Raina, gadis seusianya sangat bijaksana dan dewasa. mereka bahagia anak mereka memiliki sahabat sebaik Raina. ibu ikut memeluk Raina dan Navia.


Raina yang sadar di peluk oleh ibu sahabatnya merasa terharu, karena dia tidak pernah di peluk orang tuanya selama dia hidup. Rasa hangat yang dia rasakan membuat Raina menagis tapi dia tahan. Ibu Naina tahu apa yang dirasakan Raina, menariknya dalam pelukannya.


Ibu Navia" (menarik Raina dalam pelukannya) menangislah nak, anggap saja ibu sebagai ibu mu sendiri. jangan ditahan, dan sekarang ibu memiliki dua putri, kamu panggil kami seperti Via ya.


Raina" (menangis dalan pelukan ibu sahabatnya) hiks,, hiks,, hiks, makasih bu, makasih Via, makasih pak.


Bunda" panggil ibu bunda, dan ayah ya. nak makasih sudah merubah anak bunda seperti dulu lagi.


Ayah" iya nak, anggaplah kami seperti keluarga mu sendiri. jangan sungkan sama kami. ayah juga mau terimakasih berkat kamu hadir di hidup anak bunda sama ayah, anak bungsu ayah kembali seperti dulu lagi. sekali lagi terimakasih nak.


Raina" sama-sama pak, eh a...yah (katanya gugup manggil ayah kepada ayah sahabat nya) raina senang jika liat Via ceria dan suka jahilin aku, berarti dia punya semangat lagi, tidak pertama kali kami berkenalan.


Navia ikut menangis dan memeluk mereka, selama ini Navia tidak pernah melihat sahabatnya menangis. Navia tau semua kisah hidup Raina, dia tidak pernah memperlihatkan wajah sedihnya, selalu dia sembunyikan dibalik senyumannya.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2