
Cukap lama Raina berada dikamar mandi, merasa semua udah selesai, baru dia keluar dari kamar mandi, Malvin kaget kapan istrinya masuk, kenapa dia tidak menyadarinya. Apa terlalu fokus sampai-sampai tidak menyadai istrinya masuk kamar ? karena tau dia sedang sibuk, istrinya tidak mengganggunya.
Raina keluar dari kamar mandi sengan wajah sedih, dia sedang merindukan ibu angkatnya dan adik-adiknya. Malvin melihat wajah sedih istrinya bertanya-tanya apa yang membuat istrinya bersedih, bukannya tadi dia terlihat ceria sekali, mendapat ijin menyiapkan sarapan.
Malvin" lah, kapan dia masuk, apa karena terlalu fokus jadi gak ngeh.? Istri yang pengertian, tau suaminya sibuk tidak mengganggu suaminya (senyum) tapi kenapa wajahnya sedih gitu ya .? Apa yang menbuatnya sedih .? Coba aku tanya aja nanti setelah sarapan, mungkin dia mau bercerita. " guman Malvin dalam harinya.
Malvin mendekati istrinya yang sedang duduk di meja rias.
Malvin" sayang, jangan sedih dong, mas ikut sedih juga lihat kamu sedih, bukan kita mau sarapan masakan kamu hari ini, katanya mau melakukan tugas istri dengan sebaik mungkin, kenapa masih di sini heem .? Sini mas bantu keringkan rambutmu sebelum kamu pakai hijabmu." Kata Malvin mengalikan ucapannya agar istrinya tidak bersedih lagi.
Raina" (memaksakan untuk tersenyum) iya mas, aku akan melakukan seorang istri dengan sebaik mungkin. Boleh mas, aku juga mau dimanja sama suami aku yang tampan juga kaya raya, mungkin semua wanita diluar sana iri sama aku, bisa dimanja-manja sama CEO Termuda juga tampannya bak Arjuna (mulai ceria lagi) aku dewi sintanya. Pasangan yang cocok." Beo membanggakan dirinya karena bisa dimanja oleh laki-laki invaran semua wanita di luar sana.
Malvin bahagia, istrinya kembali ceria, berarti dia berhasil membuat istrinya kembali ceria dengan tindakan sederhananya, Malvin mengeringkan rambut istrinya dengan hati-hati takut menyakinya.
Selesai mengeringkan rambut istrinya, dia juga menguncir dan memasang hijab istrinya, cuma dia yang boleh melihat cantiknya rambut panjang istrinya, kecuali ibu dan adiknya atau sahabat wanita istrinya.
Tindakan sederhana yang dilalukan oleh Malvin sangat membekas di hati Raina, dia bahagia karena suaminya perhatian dengannya dari hal yang kecil.
Mereka sarapan dengan tenang, tidak ada pembicaraan saat mereka makan, selesai sarapan mereka melakukan aktivitas mereka masing-masing, Levi ke sekolah, Papa menemani Mama pergi ke acara sosialnya untuk membantu anak yang kurang beruntung. Seperti rencananya sebelum sarapan, Malvin ingin mencari tau apa yang membuat istrinya sedih setelah mandi tadi.
Sekarang dia sudah dikamar, Malvin membuka pembicaraan mereka.
Malvin" sayang, mas boleh nanya sesuatu sama kamu, jika kamu keberatan mas juga gak maksa kamu cerita sama mas." Ucap Malvin buka bicara agar istrinya mau menceritakan kenapa dia bersedih tapi jika dia belum siap, Malvin tidak akan memaksakan isttinya, ada waktu istrinya akan bercerita dengan sendirinya pada nya.
__ADS_1
Raina" (bingung) kenapa harus pakai pamit si mas .? Langsung nanya aja boleh, sebisa mungkin aku akan menjawab sebisa ku jawab mas." Ucapnya kebingungan juga heran tidak biasanya suaminya kalo mau bertanya pakai pamit.
Malvin" syukur lah kalo kamu mau cerita, kenapa kamu sedih tadi, heem .?" Tanya Malvin dengan nada lembut.
Raina" oh itu, aku kangen sama mereka mas, semenjak kita menikah aku belum ketemu juga berkunjung kesana, aku kanget rumah aku, juga...." ucapnya terputus.
Malvin" katakan sayang, apapun itu .? Jika mas masih besa mewujutkannya mas wujudkan sayang." Ucapnya memandang istrinya yang mulai berkaca-kaca. Karena Raina juga rindu dengan neneknya.
Raina" (menangis) aku rindu nenek mas, aku tidak berziarah kemakamnya lagi, terakhir sebelum kami di usir keluar dari rumah peninggal nenek mas, aku mau berziarah ke makan nenek mas." Ucap Raina dalam tangisnya.
Hati Malvin sakit melihat istrinya menangis, dia paling tidak suka melihat orang yang dia sayangi menangis, apa lagi di depan matanya. Sungguh menyiksanya.
Malvin" (mendekap istrinya) sayang jangan nangis mas gak tahan lihat kamu nangis gitu, kati mas ikut sakit sayang, tapi jika menangis membuat mu lega, menangis lah sayang, setelah itu mas mau lihat kamu tersenyum. Ok." Ucapnya memberi kehangatan dan juga memberi waktu istrinya melepaskan kerinduannya pada Neneknya.
Setelah merasa tenang Malvin melepas pelukannya, dia mengambil air untuk membuat istrinya tenang. Malvin ingin mewujutkan keingin istrinya, menurutnya itu tidak susah, memang sudah janjinya menemani istrinya berziarah ke makan neneknya sebelum menikah, tapi karena insiden yang terduga, mereka menikah duluan baru berkunjung ke ziarah nenek Raina juga minta restu neneknya.
Malvin" besok kita berziarah kesana bareng adik kamu, sebelum kita ziarah kita ke rumah ibu untuk menemui mereka. Kita menjinap sehari disana, waktu pulang kita boyong mereka ke kota untuk hadir di acara resepsi kita, mereka bisa nginap di rumah, resepsi kita kan gak lama lagi tinggal seminggu lagi." Ucap Malvin.
Raina" (senang) benar itu mas, (Raina melihat suaminya mengangguk) yeee makasih mas, cup " Raina memberi hadia kecupan di pipi suakinya.
Malvin" sekarang lah mulai berani cium mas ya, nakal kamu sekarang ya." Goda Malvin pada Raina.
Raina tersipu malu mendengar kata-kata suaminya, tapi dia tidak mau kalah.
__ADS_1
Raina" emang salah kalo aku memcium suami aku, nakal juga sama suami aku. Iya kan sayang." Raina balik menggoda suaminya.
Malvin menarik Raina dalam dekapannya, dia senang istrinya tidak bersedih lagi, ini lah yang dia inginkan istrinya tersenyum dan ceria kembali.
Setelah mendengar penyebab istrinya bersedih, Malvin berangkat kantor karena hari ada rapat yang tidak bisa diwakili.
Malvin menawari paa Raina kalau ingin ikut ke kantor, mungkin setelah rapat mereka bisa membeli oleh-oleh atau buah tangan akan di bawah ke Rumah ibunya. Semenjak menikah, panti sudah terpisah rumah utama, Malvin membeli rumah Dua lantai yang dijadikan panti, dan juga ada yang mengurusnya. Rumah panti yang dulu sekarang kembali menjadi rumah utama, ibu Arinda dan adik-adik Raina yang menepati rumah itu, anak yang baru masuk di tepatkan di panti baru. Raiden, Radit, Andri, Revan, dan Kevin. Mereka yang menemani di rumah utama.
Mendengar perkataan suaminya, Raina mau ikut suami kekantor. Raina menunggu dengan sabar di ruangan suaminya. Penantiannya berakhir, suami yang di tunggu akhirnya datang ke ruangannya.
Malvin" (menghampiri Raina) maaf ya sayang, rapatnya lama, banyak yang tidak sesuai dengan yang mas inginkan, jadi lama Rapatnya, ayo kita berangkat ke Mall membeli buat tangan untuk ibu dan adek-adek, juga untuk anak panti di panti, kamu yang atur ya apa aja yang mu dibeli." Jawabnya dengan senyum, walau terlihat jelas di wajah suaminya lagi pusing karena rapat.
Raina" mas, istirahat dulu, mas perlu istirahat untuk ilangin mumet di kepala mas, aku tau mas pasti pusing karena rapat tidak sesuai harapan mas. Sekarang masih jan 11 siang, kita bisa ke Mall setelah makan siang. Yuk kita ke ruang istirahat mas, biar aku bisa pijitin mas, mungkin bisa membuat mas lebih rilex." Kata Raina mengajak suaminya beristirahat di ruang istirahat.
Malvin hanya menuruti istrinya, memang dirinya butuh istirahat. Mereka istirahat sambil menunggu jam makan siang.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1