Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Tidak Menduga Bertemu kamu Part 1


__ADS_3

ibu Panti pulang dari pasar dikejutkan dengan kehadiran raina, yang duduk di teras Panti, karena Raina tidak memberi kabar bahwa dia mau pulang.


Bu Panti" assalamualaikum, nak raina.


Raina" waalaikumsalam. eh ibu udah pulang, (mencium tangan Bu Panti)


Bu Panti" iya nak, dah lama nyampainya. kenapa gak kasih kabar sama ibu kalo mau pulang, ibu pasti ke pasarnya pagi-pagi.


Raina" (tersenyum) gak papa bu, yang penting raina udah nyampai sini dengan selamat, dan mau kasih kalian kejutan, kan Raina kangen sama kalian semua. bu jangan kasih tau ya ma adek-adek aku yang ganteng, kece, sama yang sok keren, aku amu kasih mereka kejutan, Ina mohon ya bu (bujuk ibu panti)


Bu panti" (senyum) iya iya ibu gak kasih tau mereka, ya udah bawah barang mu ke kamar mu, udah tu bantu ibu masak untuk makan siang, ibu ke dapur dulu (kata ibu panti membuka pintu langsung menuju dapur)


Raina" iya bu, Ina ke kamar dulu mau letak barang Ina, (masuk rumah, tidak lupa menutup dan mengunci pintu, lalu berjalan ke kamar) gak ada yang berubah (melihat ke seluruh ruang tamu dan keluarga) kangen hampir enam bulan tidak pulang.


Dalam kamar, raina melihat isi kamarnya masih rapi, tidak ada perubahan, masih terawat walau dia jarang pulang.


Puas lihat-lihat isi kamarnya, Raina menghampir Bu panti di Dapur. raina meluk ibu dari belakang, setelah neneknya meninggal, dari ibu panti lah dia mendapat kasih sayang sosok ibu.


Bu panti" eh apa apaan ni, manja banget, gak malu diliat adik-adiknya. (kata ibu yang kaget di peluk dari belakang, tapi juga senang, Raina bisa mendapat kasih sayang darinya. dan bermanja-manja) udah-udah peluknya, bantu ibu masak dulu, nanti kita manja-manja nya lagi.


Raina" bentar lagi bu, 5 menit lagi ya, Ina kangen banget sama ibu. (pintanya sama ibu panti)


Bu Panti" ya udah, peluklah ibu sampai kamu puas nak, ibu juga senang liat kamu kayak gini (senyum bahagia)


Raina" hiks,,, hiks,,, hiks,, (menangis terharu mendengar kata-kata bu panti yang dianggapnya seperti ibu nya sendiri) makasih ya bu, udah mau nampung Ina sama Iden, dan juga selalu dukung ina, memberi kami kasih sayang melimpah, hiks,, hiks,, ina sayang ibu (tangisnya sejadi-jadi) huuu huuu


Bu Panti" (membalik badan) iya nak, ibu mengangap kalian itu seperti anak ibu sendiri, pastilah ibu sayang sama kalian, mendukung untuk masa depan kalian, dan memberi kasih sayang sama kalian, kalian juga semangat hidup ibi di dunia ini nak, jangan sedih ya, ingat ibu adalah ibu kalian, jangan bilang gak ada yang sayang sama kalian, kan masih ada ibu. (kata ibu mencurahkan kasih sayangnya pada raina)


Raina" huu huu, iya bu. eh bau apa ini bu, (mencium bau gosong)


Bu panti" astagfirullah ibu lupa matian kompornya, gosong dong, ni gara-gara kamu meluk ibu sambil nangis jadi ibu ikut baper, lupa kalo ibu lagi masak telur dadar, ganti goreng yang baru, dan masak yang lain, ini hukuman kamu ngajak ibu melow-melow, (pura-pura ngambek)


Raina" hahahaha ibu gambek gak mau masak, bilang aja mau makan masakan Ina kan, (tertawa melihat bu panti yang gambek) iya ina yang masak hari ini.


Bu panti sangat bahagia melihat raina kembali ceria dan tertawa, dia ikut sedih melihat raina bersedih. karena memang dia sangat sayang sama dia dan anak-anak panti lainnya.


Akhirnya masakan sudah selesai, tinggal di tata di meja makan, sambil menunggu adik-adiknya pulang dari sekolah dan mau memberi kejutan, raina menunggu di kamarnya.


Raina" bu masakannya udah selesai aku tata di meja, raina ke kamar dulu sambil nunggu adik-adik pulang, jangan dikasih tau ya bu.


Bu Panti" iya iya, ibu gak bakalam kasih tau dia, sana ke kamar mu, tar ketahuan sana mereka. (usir bu panti)


Raina melangkah kakinya ke kamarnya, di kamar raina terbayang kembali kenangan nya bersama Mavil di taman.


Raina" kak, napa wajah kakak masih terlintas di pikiran aku, semakin aku coba untuk melupakan kakak, semakin besar cinta aku ma kakak, sakit kak hati aku, mengetahui kakak udah punya calon istri, (menangis) kak, kalau kakak udah punya calon istri napa kakak ngomang mau ngenalin aku ma keluarga kakak, napa kak lamar aku, napa kak, aaarrrgghh kak, (teriak prustasi sulit melupakan Malvin padahal dia sudah mencoba melupakan nya) hati aku sakit banget kak, batinya.

__ADS_1


Karena lelah menangis, raina ketiduran, melewati makan siang, tidak menyadari adik-adiknya sudah pulang sekolah.


Adik-adik Raina pulang sekolah, berganti baju santai, setelah itu mereka menuju ruang makan. Saat mereka membuka penutup tudung saji, mereka kaget, kenapa ada makanan kesukaan kakak mereka, mereka bertanya-tanya.


Apa kak raina pulang....?


apa ibu yang masak ini karena dia rindu sama ibu....?


Itu lah yang ada di pikiran mereka, karena mereka juga kangen sama kakaknya, mereka makan masakan kakaknya dengan lahap, makan sederhana tapi nikmat, Sayur Asam, ikan, tempe dan telor goreng, sambat terasi. (itu masakan kesukaan author 😁😁)


Makanan di meja habis tanpa tersisa, mereka tidak tau kalo kakaknya belum makan, untung ibu panti makan duluan, karena ada riwayat sakit Maag, tidak boleh telat makan.


Ibu panti menghampiri anak-anak di ruang makan, kaget melihat makanan di meja makan habis tanpa tersisa.


ibu panti" hah, (kaget) kalian yang habis ini semua (dijawab dengan anggukan oleh mereka semua)


Ibu Panti" kalian ini lapar, apa doyan si kenapa di habisin semua.


Raiden" dua-dua nya bu hihihi (cengirnya)


Radit" iya bu, kami laper, sama kangen masakan kesukaan kak Raina, iya kan.


Revan" hehehe maaf bu, jarang-jarang makan masakan kayak gini, sederhana tapi nikmat bu.


Kevin" bu napa kami gak boleh habisin bu, tar malem kan ibu masak lauk lain. Kan jadi mubazir sama sayurnya.


Andri" jangan-jangan ada... (katanya menggantung membuat mereka berpikir)


Kevin" apa ada kak raina bu, benar bu kakak pulang, iya kan bu. (tanyanya sama ibu panti dijawab dengan menganggukkan kepalanya berati iya)


Mereka semua gembira, karena kakak yang mereka rindukan pulang, berteriak horeee, loncat-loncat kegirangan, mereka tau dimana kakaknya berada, mereka semua berlari menuju kamar raina untuk membuatnya kaget.


Cekrek


Mereka masuk pelan-pelan agar tidak menggangu kakaknya tidur. andri memberi aba-aba untuk membangunkan kakak Raina.


Andri" 1,2, tiiiiga (katanya memberi aba-aba, kemudian membangun kan raina loncat di kasir kakaknya) kakak (teriak mereka bersamaan)


Raina" (terbangun karena tidurnya terusik dan kaget melihat adik-adiknya sudah berada di kasurnya) kalian semua mau buat kakak kena serangan jangtung hah (teriak raina kesal bukan dia yang memberi kejutan, tapi dia di buat kaget oleh ulah mereka, dan pura-pura marah)


Seketika itu wajah mereka berubah sendu dan menundukkan kepala merasa bersalah.


Raiden" (sedih) maaf kak, kami gak ada maksud buat kak gitu, kami hanya senang kakak pulang. maafin kami kak, jangan marah lagi. (mendongakkan kepalanya ke Raina yang sedang menahan tawa berhasil membuat adik-adiknya berubah jadi sedih karena pura-pura marah)


Raina senang bisa mengerjain adik-adiknya, raut wajah mereka berubah menjadi murung, Raina kasihan melihat meraka, dan tidak bisa mrnahan ketawanya lagi.

__ADS_1


Raina" (tertawa puas berhasil mengerjain adik-adiknya) hahahah, maaf kakak gak bisa lagi nahan tawa liat wajah jelek kalian. hahaha


Kevin, Raiden, Radit, Andri & Revan" kakaaaaak (teriak mereka bersama)


raina" hahaha maaf kakak cuma mau balas kalian yang buat kakak kaget tadi, week (mengulur kan lidahnya)


Radit" tangkap kak Raina, kita gelitikin dia sampai dia gak berhenti tertawa, (mengajak semua menakap raina)


Raina" (berlari) kejar kakak kalo kalian dapet, week, (kejar-kejaran) gak dapet kan.


Andri" (mengejar raina) kepung kakak, Vin lo jaga sebelah sana, gue disini, Dit lo dekat pintu, dan lo Van sebalah sana. gue itung sampai 3, siap di posisi, dan lo iden, maju ketenga, ok. (andri memberi pengarahan untuk mengepung kakaknya)


Raiden" siiiip.


Kevin, Radit, & Revan" ok


Andri" siap, 1..... 2..... 3, tangkap.


Raina" stop (teriak nya, karena sudah tidak bisa berkutik lagi, dan nyerah) kakak nyerah de, maafin kakak ya, kalian gak kangen pa ma kakak, (mencoba mengeco mereka)


Semuanya" iya kami rindu kakak, (berlari ke arah raina) kakak.


Raina" kakak juga rindu kalian, (duduk di sopa ruang tengah atau ruang keluarga)


Mereka menghabiskan dengan bercanda gurau, mencerita cerita mereka di kelas. tidak terasa 2 jam mereka bercanda, raina pamit sama adik-adiknya ingin jalan ke tempat biasa untuk menenagkan pikirannya.


Raina" dek kakak pergi keluar bentar ya, mau jalan-jalan, dah lama kakak gak jalan kesana.


Radit" iya kak ati-ati di jalan. jangan pulang sore ya kak.


Raina" iya iya, kakak bakalan pulang sebelum mangrib, cerewet banget jadi orang ni, dah... assalamualaikum.


Semua nya" waalaikumsalam.


Raina berjalan menuju tempat biasa untuk menenangkan pikirannya, di belakang sekolah SMP nya, ada pemandangan gunung yang tenang, cocok untuk tenpat untuk menenangkan hati yang sedang ada masalah, masalah apapun itu, masalah ekonomi, percintaan, dan keluarga, karena disana tempat Favorit Raina.


Di perjalanan menuju tempat favaritnya, raina merasa ada yang memnggilnya, saat raina menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara yang memanggilnya, ternyata itu adalah orang yang ingin dia lupakan.


Raina" (terkejut) kak malvin


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,

__ADS_1


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗


__ADS_2