Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Terserah Padamu


__ADS_3

Raina benar-benar kesal sama suaminya, seharian Raina tidak keluar dari kamar, makan siang dan malan saja di antar kekamar, dirinya dibuat tidak bisa kemana-mana.


Dia tidak habis pikir apa dipikirkan oleh suaminya. Bisa-bisnya dirinya dikurung seharian di kamar, bukan hanya tidak bisa keluar kamar, dia juga tidak bisa beranjak dari ranjangnya, suaminya beruba menjadi suami yang mesum, katanya ingin menjalankan sunah rasul, dan tidak boleh menolak karena dosa menolak keingan suaminya dan juga sunah Rasul.


Raina hanya bisa pasrah karena dirinya juga takut dosa.


Seperti pagi ini, Raina masih merasakan tubuhnya masih pegal-pegal ulah akibat suami mesumnya. Tapi ada kebahagian dihatinya, dia sudah memberi hak suaminya dan juga itu sudah kebawajibannya sebagai seorang istri.


Raina" aku gak habis pikir, kok mas Malvin berubah jadi mesum, rasanya badan aku pegal-pegal. Tapi itu kan haknya." batin Raina.


Raina berusaha lepas dari dekapan suaminya, ingin membersihkan diri dan menjalani kewajibannya sebagai seorang muslim. Gerakan yang dilakukan Raina untuk melepas dirinya dari dekapan suaminya membuat Malvin bangun dari tidurnya.


Malvin" sayang mau kemana, ini masih pagi, heemm." Racaunya dengan mata masih mejam.


Raina" mas lepasib iih, udah subuh ni, aku mau solat subuh, mas juga bangun, mandi di sebelah." Ucapnya.


Malvin" oh udah subuh ya, mandi bereng yuk sayang." Goda Malvin sambil membuka matanya.


Raina menolak keras. Bukan mandi nya cepat tapi jadi lama, karena pasti akan berakhir di ranjang.


Raina" gak gak, aku tau mas, bukan mempercepat aku mandi malah buat aku lama mandi, aku gak mau kejadian itu teulang lagi." Ucapnya dengan ketus.


Malvin" iya de, mas mandi di sebelah, tunggu mas ya kalo mas belum selesai mandinya." Malvin menyerah idenya gak berhasil ingin mandi bersama istrinya.

__ADS_1


Raina" iya, buruan mandinya mas." Raina menarik tangan suaminya agar bangun dan segera mandi di kamar sebelah.


Malvin bukannya begerak tapi malah menarik tangan istrinya kedalam dekapannya. Malvin menciun kilas bibir istrinya dan itu dia berlari pergi meninggalkan istrinya yang sedang mematung, itu menduga mendapat ciuman singkat suaminya.


Raina sadar saat suaminya sudah keluar dari kamar mereka, wajah Raina merona, dia tersenyum melihat tingkah suaminya, memberinya serangan kilat dan membuat jantungnya berdegup kencang.


Raina" (senyum) mas, masih sempat-sempatnya cium aku, kok kamu berubah mesum si mas, apa karena sekarang udah punya istri.? jadi yang selama ini kamu menahan untuk istrimu, saat kamu memiliki istri, kamu bebas karena sudah halal." Ucap Raina menerka-nerka penyebab suaminya berubah menjadi semesum ini.


Mereka sudah selesai membersihkan diri dan melakukan sholat subuh berjamah. Seperti biasa Raina setelah selesai Raina merapikan mukenah dan sajadah ke tempatnya, dia kebawah membantuh menyiapkan sarapan.


Malvin menyadari istrinya ingin pergi meninggalkan kamar, mencegahnya.


Malvin" sayang, mau kemana sih ?" Panggil bertanya sama istrinya.


Malvin senyum-senyum melihat begitu giginya istrinya ingin membantu menyiapkan sarapan untuk mereka semua.


Malvin" iya sayang, mas ijinin kamu bantuh mereka, mas aneh sama kamu, yang lain ogah-ogahan pergi kedapur, kamu malah sikukuh mau kesana, kenapa ngotot gitu si sayang." Tanya Malvin.


Raina" mas, gini ya, tugas istri itu bukan hanya di ranjang, memnyiapkan keperluan suaminya, tapi juga memasak untuk suaminya, tugas istri itu ada tiga yang penting. Di kasur, di dapur, dan di sumur. Pahamkan mas." Jelasnya tugas seorang istri kepada suaminya.


Malvin" maaf mas yang kurang mengerti apa saja tugas dari seorang istri, sekarang mas tidak akan melarang kamu, terserah kamu, yang penting itu membuat kamu bahagia, mas ikut bahagia." Ucapnya tersenyum.


Raina" (meluk suaminya) makasih ya mas, gak papa mas, kia baru dua minggu menikah, wajar lah kalo mas belum mengerti, sekarang mas dah tau. Jadi aku sebagai istrimu ingin melayani suamiku dengan sebaik mungkin, cup (Raina mencium Suaminya) aku kebawah dulu ya sayangku yang tampan (mengedipkan matamya) makasih." Ucap Raina dengan hati bahagia suaminya tidak melarangnya untuk melakukan apa saja yang menurutnya itu semua tugas seorang istri sepertinya.

__ADS_1


Raina turun kebawah dengan wajah yang ceria, senyumnya terukur di wajah cantiknya, semua yang melihat itu senyuman di wajah nyonya mudanya ikut bahagia, itu pertanda kebahagian di hubungan anak majikannya.


Tidak butuh waktu lama, Raina sudah menyelesaikan masakan nya, karena di bantu oleh koki, seperti biasa makasannya tidak hanya untuk keluarga inti saja, tapi untuk seluruh penghuni rumah.


Masakan untuk keluarga inti Raina yang menyiapkan di meja makan, dan untuk para pekerja di siapkan oleh bibi di rumah belakang tempat mereka istirahat.


Di kediaman Malhendra, semua yang bekerja dengan mereka di beri pasilitas yang memadai, di rumah belakang, karena di sana terdapat dua lantai, lantai pertama untuk pekerja laki-laki untuk istirahat, di lantai dua untuk pekerja perempuan, mereka di sediakan kulkas, tv dan sofa dan lainnya.


Itulah yang membuat mereka betah bekerja dan juga majikan mereka tidak membeda mereka karena mereka bekerja jadi mereka bersikap kurang ajar pada pada mereka, sikap mereka sangan baik kepada siapa saja.


Setelah menata makan masakannya di meja makan, Raina meninggalkan dapur pergi ke kamarnya. Di kamar sudah ada suaminya sedang sibuk dengan kerja yang harus dia selesaikan sebelum hari resepsinya.


Raina tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang sibuk, Raina membersihkan diri tidak lupa membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.


Didalam kamar mandi Raina menatap cermin, kini dirinya sudah menjadi seorang istri, tapi dia hampir lupa bahwa tugasnya masih banyak, membahagiakan ibu angkatnya dan adik-adiknya yang ada di panti, semenjak dia menikah dia sudah lama tidak berkunjung ke tempatnya bangkit dari hidupnya yang kejam, jika bukan berkat ibu angkatnya mungkin dia sama adiknya Raiden tidak akan bertahan sampai saat ini, dia tidak bisa membayangkan jika dia tidak bertemu malaikat tanpa sayap yang mau menampun mereka.


Raina" ya Allah maafkan aku, aku lupa aku masih punya orang harus aku bahagiakan, mereka masih membutukan kasih sayang dan dukungan untuk masa depan mereka, setelah aku selesai kuliah aku akan membuka toko kue, yang menjalankan mereka untuk sebagai kehidupan mereka, menajarkan mereka untuk mandiri dari sekarang, jika mereka berhasil nanti mereka tidak akan di pandang rendah oleh orang lain. Aku mau kepanti dan juga kemakan nenek, sudah lama aku sama adek tidak kemakan nenek. Dari nenek meninggal sampai saat ini kami belum berziarah ke makan nenek." Batin Raina.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,

__ADS_1


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


__ADS_2