Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Mencoba Melupakanmu


__ADS_3

Raina tersadar dari pingsannya, menetralkan pikirannya, melihat sekeliling, yang dipikirnya,


dimana aku...?


kenapa aku makai baju pasian...?


apa aku dirumah sakit.. ?


Raina masih bergelut dengan pikiran sendiri, tidak menyadari kehadiran sahabat-sahabat nya yang kwartir padanya.


Navia" raina (panggilnya sambil melambaikan tangannya) kenapa anak ini, apa lagi melamun ni, kebiasaan ni anak, Rainaaaaa (teriaknya di telingah Raina)


Raina" (kaget dan kesal) via, bisa gak si manggilnya pelan aja, budek tar, gak bisa dengar gimana nantinya. (cemberut)


Navia" lo si, asik dengan pikiran lo, gak gadar pa, dari tadi gue manggil lo, gak kasihan ma yang lainnya, khawatir ma lo, buru-buru dari rumah ke sini, (katanya masih kesal dan duduk di sofa)


Raina" (merasa bersalah) maaf ya, gara-gara aku buat kalian semua kesini, walaupun di luar sana lagi hujan deras, alhamdulillah kalian semua baik-baik aja, andai aja terjadi...


Desi" (memotong ucaapn Raina) udah gak usah andai-andai de Na, yang penting kita udah datang dengan selamat, dan kami semua khawatir dengan lo


(menengkan raina agar tidak merasa bersalah lagi)


Revin" iya na, gak usah di pikir lagi ya, na kok bisa lo sampai pingsan gitu (tanya revin penasaran pada raina)


Agus" iya na, dan muka lo agak bengkak (melihat ke arah walah raina dan di ikuti semua sahabatnya melihat wajah raina yang menang lagi bengkak bekas tamparan keras dari Vania)


Navia" Benar tu na, kok bisa sampai bengkak gini si, habis di tampar kayaknya. (hebo)


Anggun" bukannya tadi lo baik-baik aja kan na sebelum kita pisah,

__ADS_1


Dini" maksud lo pisah tu apa gun, yang jelas dong ngomongnya, jangan buat kita-kita penasaran.


Anggun" tadi tu Raina pamit tuk ketemu kak malvin di taman, semua baik-baik aja, gitu ceritanya (jelasnya)


Aini" kak malvin, siapa kamu na, kok kita-kita gak tau ya, apa ada yang lo sembunyikan dari kita semua, kecuali anggun. (menatap raina kecewa karena ada yang disembunyikan darinya)


Nina" apa lo udah gak anggap kita sahabat lo lagi, tega loe ya na, lo lupa dengan apa yang sering lo ucapkan sana kita semua, jangan ada yang ditutupi karena kita sahabat. tapi lo sendiri yang gak mau terbuka. (Membuang muka seberang arah)


Alvian" kalian jangan menghakimi raina gini dong, kasih dia waktu tuk cerita sama kita, mungkin dia belum sempat cerita. (mencairkan suasana yang mulai panas dan menegang)


Raina" (melihat ke semua sahabat nya, terlihat wajah khawatir dan kekecewaannya, hati raina begitu perih mengetahui bahwa mereka kecewa terhadap dirinya dan memberanikan untuk jujur) baiklah aku akan mencerikannya.


Raina menceritakan pertama mereka bertemu, akhirnya sering bertemu, dan bagaimana Malvin melamarnya, berniat mempertemukan nya kepada kedeu orang tua malvin. Bagaimana dia berakhir di pingsang di jalan.


Desi" (emosi dan geras sama cewek yang membuat sahabat nya terluka) na, lo kenal siapa cewek yang nampar lo, biar gue tabok mulutnya yang kurang ajar, ngomong lo perebut calon suaminya, (masih emosi)


Navia" (ikut tersulut emosi, sahabatnya di bilang jal*ang, dia tau benar sifat raina itu bagaimana, tidak mungkin dia sampai merebut calon suami orang lain) benar na, apa mulutnya gak pernah di sekolahin apa, gue gak rela lo di perlakukan seperti ini. sama aja dia ngeinjak harga diri lo sebagai wanita (emosi sambil menangis)


Dini" (menangis) na, kami gak rela loe disakiti sampai kayak gini, hati kami ikut sakit na, kami sayang ma lo, kami aja gak pernah nyakitin lo, dia berani-beraninya nampar lo sampai pipi lo bengkak gini (mengelus pipi)


Raina" jika aku mengikuti egoku, pasti kalian dalam bahaya, aku tidak kan sanggup harus melihat kalian dalam bahaya, batinnya


Nina" (menangis) kasih tau kami, siapa orangnya yang berani nampar lo.


aini" (menangis) iya na, jangan takut, kami selalu dukung lo, (timpalnya)


Alvian" kalian jangan emosi, emosi gak bakalan nyelesaikan masalah, coba tenang. apa kalian tidak lihat Raina, pasti dia semakin tersiksa melihat kalian seperti ini.


Anggun" (menangis) na, lo gak usah terlalu mikirin kami, pasti kami akan baik-baik aja,

__ADS_1


Raina" udah aku mohon jangan lagi bertengkar, aku tau kalian sayang sama aku, tapi aku mohon masalah ini gak usah dibahas lagi. aku gak mau kalian bersitegang seperti ini. mungkin dia bukan jodoh aku, gak papa aku ikuti maunya, asal kalian aman, aku gak kan pernah mau kalian semua celaka karena aku.


Navia" tapi na, lo gak salah disini, lo hanya korban, tapi kenapa lo harus ngalah, yang salah tu malvin kenapa dia gak jujur kalau dia udah punya calon istri. (masih marah)


Agus" yang dikatakan Navia benar Na, tapi kalo malvin yang salah, gak mungkin kan dia mau ngajak lo ketemu sama orang tuanya, mungkin cewe resek tu yang ngaku-ngaku calon istrinya na, gue cowok, jadi gue tau cowo baik tu pasti akan ngenalin pacar atau sipan yang lagi dekat sama ortunya, berari dia tu serius, (memberi penjelasan dari sudut pandang sesama laki-laki)


Revin" itu bisa jadi na, menurut gue kita selidiki dulu, apa benar malvin itu udah punya calon istri, kalo benar lo harus menjahuinya na, tapi kalo itu gak benar lo berhak perjuangin kebahagiaan lo. kami selalu dukung lo.


Raina" cukup, aku gak mau memperjuangkan cinta aku kalo kalian semua celaka, gak pa pa aku ngalah asal kalian semua gak dalam bahaya. aku takut ancamannya terjadi cukup aku aja yang dia sakiti, jangan sampai kalian, aku gak pernah akan maafkan diri aku sendiri sampai terjadi pa pa sama kalian. mungkin aku akan mencoba melupakanya, dengan begitu kalian semua selamat, gak pa pa hati aku tetsakiti, mungkin lambat laun akan sembuh dengan sendirinya, jika dia jodoh yang tuhan takdirkan untukku, pasti ada jalan untuk menyatukan kami lagi. aku yakin dengan takdir allah, janji kalian gak memperpanjang masalah ini, cukup sampai disini aja ya, ku mohon. (katanya memohon kepada sahabatnya)


merema semua" iya kita janji,


Raina" kalo gitu, senyum dong, jangan nangis lagi, tar cantiknya ilang lo, tu bedaknya pada luntur, jelek kan, hihihi (mencoba tuk tertawa)


Agus" ni kaca, coba liat moka kalian kayak hantu, hahaha (tertawa sambil memberi kaca)


Anggun, Aini, Dini, Nina Navia, dan Desi" aguuss, (teriak mereka bersama)


Raina" makasih ya allah engkau telah memberikan aku sahabat seperti mereka, mereka keluargaku, kebahagiaan ku, kebahagiaan mereka, tidak mungkin aku sanggup melihat mereka menderita karena keegoisan ku, gak papa aku yang menderita, asal jangan mereka, lindungi mereka, aamiiin. batinnya. (tersenyum melihat sahabatnya ada di dekatnya)


Akhirnya mereka tertawa bersama untuk menghibur raina, mereka salut dengan raina, rela mengalah demi orang yang dia sayangi tetap aman.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2