
Toni melanjutkan pencariannya, mencari alamat yang dia tuju, dia bertanya pada warga sekitar, agar tidak mencurigakan dia berkata seperti dia bertanya pada orang kampung. Saat dia mencari Panti Asuhan tempat tinggal Raina.
Toni" permisi bu, (sapanya kepada pemilik kos) maaf mau cari alamat, apa benar ini alamat disini. (menunjukkan secarik kertas)
Ibu Kos" benar nak, maaf mau nyari siapa (tanyanya kepada Toni)
Toni" mau cari temen adek saya bu, namanya raina, apa dia ngekos disini bu.
Ibu Kos" oh nak raina to, benar nak, tapi jam segini dia belum pulang, biasanya pulang jam 9 malam nak. (jelas ibu kos)
Toni" bukannya dia kuliah kelas pagi bu, kok kenapa dia pulang jam 9 malam bu, bukannya bahaya anak perempuan pulang malam. (tanya penasaran)
Ibu Kos" dia kerja nak sehabis kuliah, dia tinggal bareng sahabatnya, sahabatnya juga kerja di tempatnya kerja, jadi mereka pulang berdua, kadang ada yang mengantar mereka pulang, kalo gak salah bos pemilik KF tempat mereka bekerja, gitu yang ibu tau nak, raina sama anggun anaknya sopan dan baik, mereka selalu mengikuti aturan yang berlaku disini.
itulah mengapa mereka bisa kerasan tinggal di kosan itu, karena pemilikny rama. dan memperbolehkan dia pulang kerja jam 9 malam.
Toni" maaf bu, boleh saya tau apa nama KF tempat dia bekerja, soalnya saya mau menghampiri dia langsung di sana. dan apa ibu punya poto raina. (berpura-pura ingin menemuinya langsung)
Ibu Kos" ada nak bentar ibu cari dulu di hp anak saya (meninggalkan Toni untuk mencari poto di hp anaknya, karena anaknya suka bermain saat raina cuti kerja)
Toni" dalam hati ok, bentar lagi tugas gua selesai. gue juga penasaran mau melihat orang yang akan jadi nyoya muda gue. apa benar dia secantik yang dibilang orang,
Ibu Kos" (menghampiri Toni dan menunjukkan hp yang berisi poto Raina) ini nak namanya raina, dia yang pakai hijab, disampingnya iyu sahabatnya dan yang masih kecil itu anak ibu. (katanya girang menjelaskan poto itu)
Tita" (berlari menghampiri ibunya) betul kak, yang poto pakai hijab tu kak Raina. dia tu cantik, baik, suka menghibur Tita kalau tita sedih, tita aja sengen banget kalau lagi ngumpul sama kak Raina, dia penyayang, anggap aku adeknya sediri, suka di beliin makana, dan permen. (jelasnya tentang kebaikan raina)
Toni" iya bu, cantik banget, bu boleh saya minta ibu kirin poto itu, dan ibu tadi belum ngasih tau dia kerja Kf mana.
Tita" boleh kak. kak ada wa atau bleutooth. (mencari perangkat bleutoot di hpnya) kak raina tu kerja di Kf A & Family kak.
Toni" kak hidupin bleutoothnya, uda dek, coba adek kirim. (menerima kiriman data) oh disana kak Raina kerja dek
Tita" udah kak tita kirim potonya.
Toni" makasih ya dek, makasih ya bu. maaf saya mau ketempat kerja Raina langsung, mari bu.
Toni meninggalkan kosan Raina, dia sudah dapat semua yang dia butukan, segera dia menelpon bosnya.
Toni" 📱tut tut tut
Gagas" 📲 tut tut tut (mengankat telpon) halo ton, gimana yang gue suruh udah dapat semua informasinya.
Toni" udah bos, dia kuliah di Universitas Harapan Bangsa, ngambil jurusan Akuntansi, dan kerja di Kf A & Family bos, bos dia cantik banget bos, kalo dia bukan calon istri bos Malvin, gue juga mau punya istri kayak dia bos, calon idaman de bos, hehehe
Gagas" ton, ingat dia tu calon nyomud kita, jangan macem-macen loe ya, abis loe ama gue. (marah)
Toni" just kidding boss, jangan marah-marah lah, nanti gak bisa kawin bos, hahahaha
Gagas" berani loe ya ngetawain gue, bosan hidup ya kayaknya (marah karena diketawain anak buahnya) cepat kirim potonya dan semua infonya ke gue segera.
__ADS_1
Toni" maaf bos, iya deh aku kirin segera sama bos, (takut)
Tidak membutukan waktu lama, Gagas sudah mendapat apa yang dia perlukan, dan berencana memberi laporan sama bosnya. tapi yang dia dapatkan bosnya sudah pulang setelah miting sama klien tadi di Kf.
Gagas" van, mana bos, kok ruangan nya udah kosong aja, (keluar dari ruangan bos dengan rasa kecewa) padahal gua mau ngasih info tentang nona Raina yang terbaru, dia udah pulang, (gerutu nya yang tidak menemukan bosnya)
Ivan" tunggu, tadi loe ngomong apa, nona Raina, siapa nya bos malvin, kenapa gue atau Nino gak ada yang tau, (tanya penasaran dan melotot Gagas ingin jawaban)
Gagas" lah gue kira loe ama Nino udah tau tentang nona Raina dari bos, (tanya balik) tar deh gue cerita yang detilnya, sekarang gue mau kerumah bos dulu,
Ivan" awas loe ingkar, loe bakalan habis ama kita. (ancamnya)
Gagas" iya iya gue janji. gue pergi dulu, bay.
Gagas keluar dari ruangan ivan berjalan menuju parkiran. dan menjalankan mobil menuju rumah Malvin. 30 menit perjalan dari kantor menuju kediaman Malhendra.
Sampai di Kediaman Gagas memakirkan mobil di halaman depan rumah Malvin. turun dari Gagas bergegas masuk dan bertemu dengan orang rumah.
Gagas" tok tok tok (mengetok pintu)
Papa Deri" bi (memanggil pembantu rumahnya)
Bibi" (berlari) iya tuan, ada yang bibi bisa bantu
Papa Deri" bi coba liat siapa yang ngetok pintu jam segini.
Bibi" iya tuan (berjalan ke pintu dan membuka pintu) ea den Gagas, masuk den. (mempersilakan masuk)
Bibi" (menutup pintu) belum den, ada perlu apa ya den.
Gagas" lah kemana bos Malvin kalau gak di rumah. Dihubungin gak bisa.
Di ruang makan
Mama Sofia" pa, siapa yang datang, sebaiknya kita lihat, mungkin ada yang penting,
Papa Deri" iya ma, ya sudah kita ke ruang tamu, (berjalan) bi siapa yang datang.
Bibi" den Gagas tuan, nya, tadi kata den Gagas den malvin udah pulang, tapi setau bibik belum tuan. bibi ke belakang dulu ya tuan,
Mama Sofia" iya bi, bi tolong buatin minum untuk Gagas ya bi.
Bibi" iya nya, mari tuan, nya bibi kebelakang.
Mama Sofia" kalau malvin belum pulang ke rumah, dimana dia sekarang pa, mama khawatir pa keadaannya sekarang, pasti berat yang dia hadapi, di satu sisi dia udah jandi akan menikahi penolongnya, satu sisi ada wanita yang sangat dia cintai, gimana ya pa sekarang, mama bingung pa bagaiman cara kita bantu malvin keluar dari masalahnya.
Papa Deri" udah lah ma, kita temui Gagas, kasihan dia menunggu kita lama.
Dan dijawab angukkan oleh mama Sofia.
__ADS_1
Mereka berjalan mendekati Gagas yang menunggu mereka di ruang tamu.
Papa Deri" maafkan kami nak Gagas, sudah membuat mu menunggu, (sambil duduk) ada perlu apa kerumah, apa ada masalah di kantor, sampai datang kemari mencari Malvin.
Gagas" bukan masalah kantor, kedatangan saya kemari hanya mau memberi laporan terbaru tentang Nona Raina, penyelamatnya. Pasti bos malvin sudah menceritakan masalah ini.
Papa Deri" Iya gas, kami semua sudah mendengarkan cerita tentang sosok penyelamatnya, tapi kami belum tau siapa namanya dan orangnya seperti apa.
Mama Sofia" benar gas, semenjak malvin menceritakan kejadian yang memilukan waktu itu, kami jarang mendengarkan cerita tentang dia, berapa bulan yang lalu dipernah cerita kalau dia akan menikahi penyelamatnya, karena dia merasa putus asa, hampir kehilangan nyawa. (sedih)
Papa Deri" tambah kini dia terlihat berbeda akhir-akhir ini, karena dia sedang dekat wanita yang dia temui waktu jadi juru bicara di Universitas Harapan Bangsa. (sedih)
Gagas" (kata dalam hati ini kebetulan apa emang jalan takdir tuhan. kenapa universitas nya sama, semoga ada petunjuk.) tuan apa tuan punya poto gadis itu, mungkin saya mengenalnya.
Papa Deri" Ada gas, tunggu sebentar, saya mengambil nya di kamar.
Papa Deri berjalan menuju kamarnya, mengambil poto yang di berikan oleh asistennya. Setelah mendapatkan poto tersebut, dia turun dari lantai 2 ke ruang tamu menemui istrinya dan Gagas yang sedang menunggunya.
Papa Deri" ini potonya gas (menyerahkan pada gagas)
Gagas" (terkejut) nona Raina. (mencoba menenagkan dirinya dari apa yang dia ketahuig) tuan kenapa poto Nona raina ada sama tuan (tanya nya penasaran kenapa poto Raina ada sama mereka)
Papa & Mama" (berteriak) APAAAAA
Gagas" (merasa aneh dengan mereka) kenapa tuan, ada yang salah dengan semua ini. (mencari penjelasan)
Mama Sofia" gas, kamu tidak salah mengenal orangkan, apa benar ini sosok yang menolong anak kami lima tahun yang lalu, sudah berubah menjadi wanita dewasa. tapi soleha.
Gagas" benar nya, saya tidak salah mengenal orang, karena kemarin saya mendapat kiriman dari anak buah yang saya kirim untuk mencari informasi terbaru dari nona Raina, selama saya sibuk di kantor jadi saya tidak bisa memantau dia lagi nya, tuan. apa ini eanita yang dimaksud oleh tuan dan nyonya.
Mama Sofia" iya gas, (menangis bahagia) ya Allah, ternyata anakku ingin menikahivdan mencintai orang yang sama, mungkin karena sekarang Raina memakai hijab dia tidak mengenalinya lagi, dan mempertemukan mereka lagi. sunggu ini semua jalan tandir dari mu.
Papa Deri" (ikut menangis bahagia, karena anaknya akan sangat bahagia mendengarkan kabar ini)
Gagas" (tersenyum, karena bosnya mencintai calon istrinya sendiri)
Mama Sofia" gas kok manggil nya, tuan dan nyonya si, dari tadi gitu manggilnya. gak enak dengarnya, sekarang panggil tante sama oh, kayak ivan sama Nino ya.
Gagas" iya nya, eh salah tan, maaf belum terbiasa,
Mama Sofia" iya gak papa.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗