
Nama ku rima anjani anak tunggal dari pasangan heru indrawan dan puji astuti. Usia ku baru 23tahun dan sudah memiliki tunangan, kami berencana segera menikah setelah aku lulus kuliah 2bulan lagi.
Kekasih ku bernama dimas arya, kami terpaut 3tahun dia lebih tua dari ku dan sudah bekerja di salah satu bank swasta di kota ini. Kami berpacaran semenjak aku baru menjadi mahasiswi di kampus dan dia adalah kakak tingkat ku. Sikapnya yang sopan serta penyayang yang selalu membuat ku yakin untuk segera menikah dengannya.
Bela puspita adalah sepupu ku, anak dari kakak ayah ku. Om indra putra dan tante ambar rahayu adalah orang tua bela, dan aku menumpang dirumah mereka selama kuliah disini karena jarak rumah orang tua ku dan kampus tempat ku kuliah berjarak lebih dari 1jam makanya orang tua tak tega membiarkan aku harus pulang pergi setiap hari dari rumah untuk ke kampus.
Selama aku menumpang di rumah om indra mereka memperlakukan aku dengan sangat baik tak pernah membeda-bedakan aku dengan bela putri mereka. ini juga membuat aku nyaman tinggal disini karena aku merasa disayang oleh mereka. Bela juga memiliki satu adik laki-laki yang masih SMA bernama roni putra, dia baik dan sangat dekat dengan ku. Kami berdua cocok saat melakukan segala kegiatan, seperti joging di pagi hari atau membeli jajanan sore di taman dekat rumah om indra.
Di akhir pekan aku akan selalu pulang kerumah orang tua ku dengan mengendari motor, karena aku ingin menghabiskan hari libur bersama mereka. Mereka hanya memiliki aku sebagai anak, saat aku tak dirumah mereka hanya akan sibuk bekerja dan beristirahat dirumah.
Akhir pekan ini aku pulang dengan riang, sudah ku rencanakan akan meminta segala macam makanan enak pada mama karena sudah seminggu ini aku rindu masakan mama.
"Mama, rima pulang."
"Iya udah tau." Ketus papa, nyebelin bikin kangen dan sayang.
"Papa rese."
"pa anaknya baru pulang udah usil aja, coba pas ga ada pusing sendiri pilang sepi bilang kangen."
"Ga usah buka kartu deh ma." Papa sewot sendiri dan aku tersenyum bahagia sambil lari memeluk papa.
"Peluk papa sayang papa banyak banyak sekali. Rima cinta papa."
"Mau makan sekarang apa nanti ini?" Mama bertanya karena jengah melihat kami berpelukan.
"Sekarang" kompak aku dan papa menjawab.
__ADS_1
Sekarang kami bertiga sudah ada di meja makan menikmati masakan mama yang selalu membuat ku rindu ingin pulang.
Setelah selesai makan aku membereskan meja makan dan mencuci piring, setelahnya aku bergegas ke kamar untuk beristirahat karena lelah berkendara selama 1jam. Tapi sebelum tidur aku sempatkan mengirim pesan singkat ke mas dimas kekasih ku.
"Mas, aku udah sampai rumah baru selesai makan. Nas dimas jangan lupa makan, nanti malam aku tunggu di rumah ya.♥️"
"Iya sayang, nanti malam mas kerumah. Kangeeeen kamu banyak banyak. 😘😘😘"
Aku selalu tersipu setiap mas dimas berlaku manis pada ku, karena mas dimas adalah pria pertama yang ku cintai dan berakhir menjadi pendamping ku. Semoga saja.
Aku terlelap lumayan lama, sampai mama datang ke kamar ku dan menyuruh ku mandi karena hari sudah beranjak sore. Segera aku mandi dan pergi ke dapur membantu mama menyiapkan makan malam, karena mama sudah tau mas dimas akan datang kerumah dan kami akan makan malam bersama seperti biasa. Orang tua ku sudah sangat dekat dengan mas dimas begitu juga aku sudah sering berkunjung kerumah mas dimas.
Malam tiba mas dimas datang dengan mobil brio kesayangannya karena mobil itu dia beli sendiri selama bekerja di bank. Aku sudah menunggu di depan pintu rumah begitu mendengar deru mesin mobilnya mendekat, dengan senyum merekah aku merentangkan tangan minta di peluk saat dia mendekat ke arah ku.
"Kangen mas dimas."
"Mas jadi pindah kantor deket sini ya?"
"Iya sayang, udah 2hari ini mas pindah. Jadi deket besok kita tinggal disini setelah nikah. Mama papa jadi ga kesepian jauh sama kamu."
Aku tersenyum bahagia dan makin mengeratkan pelukan ku pada mas dimas. Tak sabar rasanya ingin cepat menikah dan bisa bersama setiap saat.
"Udah rim peluknya, biar dimas masuk dulu masa mau depan pintu terus." Tegur mama padaku.
Aku nyengir kuda mendengar perkataan mama dan langsung menarik tangan mas dimas untuk langsung ku ajak ke meja makan karena papa sudah berada disana sejak tadi.
(Serius papa tak pernah mau melewatkan sesi makan masakan mama, karena serius seenak itu dan beneran bikin nagih untuk terus nambah.🤭🤭)
__ADS_1
"aAo mas, langsung makan ga usah pidato lagi papa udah laper ngiler gini sampe ngeliatin masakan mama."
Mas dimas nyengir mendengar perkataan papa dan langsung membalik piring untuk segera mengisi dengan berbagai macam lauk yang sudah mama masak sendiri.
Acara makan malam kali ini masih sama seperti di akhir pekan kemarin, kami makan sambil mengobrol ringan dan di selingi dengan candaan dari papa. Ya, papa dan mas dimas memang sering bercanda sementara aku dan mama akan selau ikut tertawa setiap mereka berdua sedang saling melempar guyonan. Sungguh sedekat itu mas dimas dengan orang tua ku, ini yang selalu membuat ku yakin akan terus cinta pada mas dimas sampai kapan pun.
Usia makan malam, aku dan mas dimas duduk diruang tamu sementara papa dan mama memilih menonton televisi di ruang keluarga.
"Mas, minggu depan bisa temenin aku cari kebaya buat wisuda ga?"
"Iya bisa sayang, kan udah dari minggu lalu kamu bilangnya."
"Cuma mau mastiin lagi takut mas lupa."
"Ga akan lupa, habis wisuda kita ijab sah ya??" Mas dimas menaik turun kan alisnya.
"Iya mas, ih."
Mas dimas berbisik di telinga ku "Udah ga tah, pengen cepet cepet berduaan tanpa dosa biar jadi pahala terus dapet bonus."
"Bonus apa?"
"Bonus anak dong sayang." Gemas mas dimas menoel hidung sambil menarik ku kedalam pelukannya, pelukan yang selalu membuat ku nyaman setiap saat tak ingin melepasnya apapun alasannya.
Tuhan, ku mohon jodohkan kami berkahi kami dengan cinta yang melimpah. Amin,
Doa itu yang selalu ku panjatkan setiap saat, karena ada ketakutan dalam diri ku bila harus berpisah dengan mas dimas. Saat ini aku merasa menjadi gadis paling bahagia karena memiliki calon suami yang sudah mapan dan sangat menyayangi ku.
__ADS_1