kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
nyai ronggeng


__ADS_3

akhirnya, aku bisa pergi kencan sama mas bagas. akhir pekan ini kami berencana pergi ke mall karena aku ingin membeli sepatu dan beberapa skin care yang sudah mulai habis kebetulan mama dan papa pergi ke kampung untuk mengunjungi om indra karena papa sudah mulai lelah katanya mengurus perusahaan seorang diri walau mas bagas membantu sampai waktunya hanya tersisa sedikit untuk ku.


aku memilih mengenakan celana jeans belel atasan kaos flat shoes dan tas selempang mini jangan lupakan rambut panjang ku hanya ku kuncir kuda sehingga leher putih ku terlihat sangat indah. ck gimana mas bagas ga nyosor terus hihihi aku mematut diriku didepan cermin sambil memuji diri sendiri.


tok tok tok


"non, mas bagas sudah datang" suara si mbok dibalik pintu kamar.


"iya mbok, rima keluar sekarang" jawab ku.


ceklek


"ayune gusti, bahagia terus cah ayu" ucap si mbok sambil mengelus pundak ku.


"sayang si mbok" aku memeluk tubuh renta wanita yang sudah mengurus ku sejak bayi apalagi dia selalu saja mendoakan aku tentu semakin banyak rasa sayang ku untuknya.


.


.


"mau makan dulu atau belanja dulu?" tanya mas bagas saat kami sudah bergandengan tangan masuk ke dalam mall.


"hmm belanja dulu deh mas aku masi kenyang"


"oke, kita kemana dulu?"


"toko sepatu terus beli skin care di sebelah toko sepatunya" jelas ku.

__ADS_1


"sip, ini yang aku suka. kamu selalu cepat walau agak bawel"


"ssssttt sakit sayang"


ku cubit pinggang mas bagas karena sebal dia selalu saja menyebut ku bawel. aku tak merasa sebawel itu sampai mas bagas selalu menyebut ku bawel.


"jangan ngambek" ucapnya sambil mengecup pucuk kepala ku. mas bagas memang selalu bersikap manis padaku walaupun mulutnya seringkali berkata mesum tapi dia tak malu memamerkan cintanya dimuka umum.


.


.


"nomor 38 ya mba"


"mau yang lain lagi ga?" tawar mas bagas saat aku sudah memilih satu flat shoes untuk ku pakai bekerja.


"ga mas itu aja, aku cuma perlu sepatu kerja karena yang biasa aku pakai udah jebol"


"hmm, emang murah tapi kualitasnya lumayan bagus kok"


aku menarik tangan mas bagas untuk kekasir karena aku tak begitu suka berlama lama saat berbelanja karena pasti akan banyak barang yang ku inginkan. setelah membayar kami ketoko selanjutnya untuk membeli beberapa skin care ku yang sudah habis


"disini aku lumayan banyak yang mau dicari, mas sabar kan nunggu? listnya udah ada kok cuma tinggal ambil tapi itemnya lebih dari lima" jelas ku saat sudah mengambil keranjang belanjaan.


"mas temenin kok sayang" mas bagas mengekor dibelakang ku, dia lumayan setia menemani ku belanja walaupun aku tipe yang tak suka berlama lama memilih barang.


saat akan mengambil barang terakhir yang ku butuhkan kami bertemu dengan perempuan yang sangat tak ingin ku temui. huh apes, pasti ribut rutuk ku dalam hati. ku lihat wajah mas bagas langsung mengeras segera ku tarik tangannya saat aku sudah mengambil lip balm yang ku butuhkan.

__ADS_1


"ayo mas" tak menjawab mas bagas mengikuti langkah kaki ku menghindar dari mita.


"hei, pelakor. mau di bawa kemana calon suami ku? ga malu ya mesra mesraan di depan umum sama calon suami orang mana minta di belanjain lagi" mita bersuara cukup jelas sampai beberapa orang yang berada di toko melihat kearah kami.


aku menggenggam kuat lengan mas bagas mencegah agar mas bagas tak mendekati wanita ular itu.


"ayo mas, ga usah diladenin. kita pergi dari sini ayo" ajak ku.


aku malu jika harus ribut di tempat umum seperti ini menjadi tontonan banyak orang bisa bisa aku gemetaran karena panik. nyali ku tak cukup besar bila harus beradu mulut ditempat ini.


"dasar ******" teriak mita semakin kencang. mas bagas langsung berbalik dan menatap tajam kearah perempuan itu.


"berhenti sekarang atau saya akan buat perhitungan dan akan merugikan dirimu dan keluargamu"


"sayang, kamu belain perempuan itu daripada aku? kamu udah diperdaya sama dia" suara mita melembut saat mas bagas berdiri tepat didepannya.


aku menuju kasir dan membayar semua barang yang sudah ku beli. ku keluarkan karti hitam milikku dan membuat bisik bisik terdengar ditelinga ku, aku berusaha cuek tak menghiraukan suara orang orang yang mulai membicarakan ku.


"kenapa bayat pakai kartu sendiri?" mas bagas sudah berdiri dibelakang ku.


"ga apa mas, ini belanjaan ku. yuk pergi aku mau makan" mas bagas langsung mengambil dua paper bag yang berada ditangan ku.


"mau makan apa?"


"ramen boleh?"


"hmm ayo, tapi aku yang bayar biar nanti ga malu kalau mau cium kamu" bisik mas bagas ditelinga ku.

__ADS_1


selalu aja mesum dasar mas bagas sableng.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2