
beberapa kali ku dengar tanda pesan masuk di ponsel ku, tapi hati ku tak tergerak sama sekali untuk membuka aplikasi hijau itu karena sudah pasti pria dingin yang sedang berada didalam ruangan berpintu coklat yang mengirimi ku pesan. aku tetao berusaha fokus menyelesaikan pekerjaan yang selama setengah hari tadi hanya sebagian saja yang berhasil ku kerjakan. sungguh mood ku yang hancur sekarang ini sangat mengganggu sekali, sebenarnya aku hanya memintanya mengabari ku tapi ia mengabaikannya dan entah kenapa hal sepele ini sangat membuat ku kesal. aku bukan gadis kemarin sore yang harus merajuk seperti ini hanya untuk sebuah kabar.
kesel umpat rima dalam hati karena rasa jengkelnya yang tak juga berkurang. brak
ceklek
rima langsung duduk di atas pangkuan bagas saat ia sudah berada di ruangan kekasihnya. bagas yang mendapat serangan tiba-tiba awalnya merasa terkejut tapi secepat kilat ia meraih pinggang rima dan mendekatkan tubuh mereka sampai saling menempel.
"sayang" parau suara bagas seperti sedang menahan gejolak dari dalam dirinya.
"mas ngeselin" rajuk rima.
"maaf sayang" ucap bagas lihir sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher rima.
"mas lupa udah punya pacar, kebiasaan sendiri ga ngabarin ke orang jd lupa"
"mas ih"
"hehe, kelamaan jomblo" cengir bagas sambil mendusel.
"ih, mas jauhan geli"
"duh, kamu jangan gerak terus ngilu ini"
"eh" rima langsung terperanjat bangkit dari pangkuan bagas saat merasakan ada kehidupan lain yang menggeliat di bokong sintalnya.
__ADS_1
"mas mesum" teriak rima sambil berlari keluar.
brak
kebiasaan banget banting pintu gumam bagas sambil mengelus rudal tempurnya yang dengan nakalnya berani bangun saat tau ia memiliki calon rumah.
.
.
melupakan sejenak drama antara rima dan bagas yang sedang dimabuk cinta. ada dimas yang terus termenung di meja kasir toko elektroniknya, sejak pertemuannya dengan rima kemarin siang ia terus memikirkan mantan kekasihnya itu. rima terlihat semakin cantik di mata dimas tapi saat mengingat ada laki laki yang merengkuh pinggang rima dengan posesif membuat rasa nyeri dihatinya semakin terasa.
"sepertinya kamu sudah menemukan pria yang kamu cintai rim, sudah tak ada aku lagi di hatimu aku sudah mati bagimu. tapi rasanya memang sudah seharusnya kamu bahagia sekarang mengingat begitu aku menyakitimu membuat mu sangat terluka. walau sebenarnya aku juga tak kalah sakitnya dengan dirimu" gumam bagas.
lupakan rima, aku harus fokuskan hidup ku untuk ella dan masa depan kami berdua. papa tak pernah menyesal memiliki mu nak batin dimas.
.
.
"lu kenapa sih rim perasaan seneng banget banting pintu pak bos?" tanya anwar saat rima sudah duduk di kursinya lagi.
"kesel gue" jawab rima singkat.
"kayak tom and jerry aja lu sama pak bos awas jadi cinta nanti" celetuk anwar lagi.
__ADS_1
udah cinta kali ah batin rima meringis. tapi tadi itu kok geledut geledut gitu sih kayak ulat kadut, terus mas bagas jadinya kodok ngorek apa ulat kadut ya sekarang.
ting tanda pesan masuk di ponsel rima.
"buka tu hape rim, baca angkat gimana benernya dari tadi hape lu berisik banget ah" celoteh anwar lagi.
"iya ini mau dibaca"
"sayang, nanti pulang sama aku ya. kita pacaran dulu mobil kamu tinggal aja disini besok pagi aku jemput😘😘" pesan singkat dari bagas.
ih ada emot kiss nya rima tersenyum membaca pesan yang bagas kirimkan.
"iya, aku ga bawa mobil tadi nebeng sama papa" send.
"oke sayang, aku tunggu di parkiran"
ting
ih kok ga ada i love you atau i miss you nya sih gerutu rima saat membaca pesan balasan dari bagas.
kencan kencan sorak bagas dalam ruangan yang suaranya samar samar bisa didengar oleh stevi yang posisi meja kerjanya paling dekat dengan ruangan bagas.
itu si bagas kenapa lagi sih, perasaan sekarang jadi makin aneh aja batin stevi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1