
tidak juga memiliki pemikiran ingin memperbaiki diri, terus meneror dengan berganti nomor telpon. sudah di buat menderita tak juga jera dan melakukan perubahan.
bela berkali-kali datang ke kantor ayah tirinya atas permintaan sang ibu. menanyakan hal apakah yang membuat hubungan mereka merenggang seperti sekarang, karena tak tega bela selalu mau melakukan keinginan ibunya.
"pak sudah jam 13.30 sebentar lagi bapak ada janji dengan bu okta" bagas mengingatkan indra.
"ya sudah, ayo berangkat nanti biar sekalian meeting sama heru kita berangkat dari sana"
mereka menuju tempat dimana okta sudah menunggunya.
"sudah lama?" tanya indra sambil mencium kening sang pujaan hati.
"baru sepuluh menit mas"
"firli mana? kenapa ga ikut?"
"firli di jemput ayahnya tadi pagi, jangan cemburu. dia cuma jemput firli terus pergi"
indra akan sangat marah bila menyangkut mantan suami okta, cemburu yang indra tunjukkan bukannya membuat okta marah malah semakin membuat okta jatuh cinta.
okta tak segan memeluk indra didepan orang banyak demi meredam amarah sang kekasih.
__ADS_1
"aku sayang mas" bujuk okta sambil menyandarkan kepalanya di dada indra.
"secepatnya kita menikah, kami begini terus bikin mas ga tahan"
okta yang cekikikan membuat indra semakin gemas. dua insan yang sedang di mabuk cinta ini tak memperdulikan tatapan orang sekitar. tanpa sadar ada ambar yang memperhatikan kemesraan mereka.
"indra selingkuh? kurang ajar. pasti perempuan itu yang bikin indra berubah sama aku. tapi aku harus kumpulin bukti dulu" geram ambar dalam hati.
"mas udah ga tahan banget ya?" genit okta
"hmm, pengen cepet cepet nyicipin kamu" bisik indra erotis.
wajah okta bersemu merah.
"pasti, kamu sabar sebentar lagi ya? sudah kita makan, habis ini mas haru meeting lagi" indra tersenyum hangat pada calon istrinya.
ambar yang berada tak jauh dari meja indra yang masih dia anggap suaminya itu terus memperhatikan kemesraan dua insan yang sedang di mabuk cinta. marah, ambar menatap benci pada perempuan yang begitu di manja oleh indra.
"lihat saja, aku pastikan perempuan itu tak akan bisa mendapatkan kebahagiaan karena sudah merebut ladang uang ku belasan tahun ini" ambar tampak mengepalkan tangannya kuat-kuat.
niatan ingin mencari udara segar malah membuat ambar semakin sesak. ia keluar rumah ingin makan siang dan sekedar me time karena penat berdiam diri di rumah terus malah menyaksikan kemesraan pasangan yang memantik amarahnya.
__ADS_1
bagaimana reaksi ambar nanti saat tau kalau dirinya sudah menjadi janda sejak beberapa bulan lalu, janda miskin tanpa harta dari indra.
karena terbiasa bermain kotor, ambar langsung dengan gesit memikirkan cara cara licik untuk melukai okta.
"aku harus ikuti perempuan itu supaya tau dimana rumahnya dan apa kesehariannya, setelah itu baru aku jalankan misi untuk menyakitinya. aku tak akan membiarkan ada kebahagiaan lain yang bersanding dengan indra, indra harus tetap aku genggam kalau tidak aku akan jadi gembel terus setelah ini"
jika dulu bagas selalu menunggu perintah dari indra saat akan bertindak atas segala perbuatan ambar atau dia akan secara diam-diam melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan indra tapi untuk kali ini bagas tak akan merasa sungkan lagi. karena baginya indra harus bahagia bersama okta sudah cukup bosnya mengalah atas semua perbuatan licik mantan istrinya itu.
sejak pertama memasuk restoran, bagas sudah menyadari keberadaan ambar. dia sengaja menjauh dari indra tanpa ambar sadari kalau bagas ada di sana dam duduk sedikit menjauh agar bisa mengawasi dirinya.
benar saja sejak berada disana perubahan ekspresi ambar bisa bagas baca kalau perempuan itu pasti akan merencanakan sesuatu pada okta sang calon istri bosnya.
"pak parjo, tolong kirim orang untuk jaga di depan rumah bu okta satu orang dan satu orang ke restoran ...... sekarang. jangan lupa kirim dua orang lagi untuk selalu menjaga putri bu okta"
"........................."
"iya iya, kirim juga dua buat dia. iya sekarang sekarang"
"....................."
"bagus, yang rapih" perintah bagas pada seseorang di sambungan telponnya.
__ADS_1
"jangan sampai perempuan ini bikin pak indra kesulitan lagi. saya rasa sudah cukup perempuan ini dan anaknya buat keluarga pak indra susah. harus saya basmi sampai tuntas kali ini" bagas tampak sangat geram.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=