
pasutri yang begitu harmonis dan begitu menyayangi buah hati mereka ini sedang saling memeluk. heru menceritakan tentang hubungan yang baru rima mulai dengan bagas dan beberapa insiden yang terjadi. walau sempat cemas karena insiden mita tadi siang tapi puji merasa bersyukur akhirnya pria sematang bagas bisa meluluhkan hati rima untuk mau memulai membuka diri.
"semoga bagas bisa dipercaya dan mampu menjaga komitmen ya mas"
"hmm"
"tapi aku ga mau berharap banyak atas hubungan mereka" jelas puji sendu.
"kenapa?"
"ga ada yang tau kedepannya gimana, yang pasti aku akan mendukung dan terus mendoakan mereka agar bisa terus bersama"
"aku tau kamu masih memikirkan yang kemarin, tapi kita harus bisa membantu rima lepas dari masa lalunya yang menyakitkan termasuk kak indra juga luka hati mereka saling berkaitan"
"hmm"
kemesraan keduanya harus terhenti karena panggilan rima yang cukup kencang.
"pa ma, papa mama"
ceklek
rima membuka pintu kamar orangtuanya tanpa mengetuk pintu.
"pacaran terus" sindir rima saat melihat ayah dan ibunya sedang saling peluk diatas ranjang besar mereka.
"ayo sini" tawar heru. rima menggelengkan kepalanya dan memilih duduk di sofa depan tv besar yang berada dikamar itu.
"sudah punya pacar ga mau lagi peluk mama sama papa" sindir puji pada putrinya.
__ADS_1
"papa ember" rajuk rima saat puji mengetahui bahwa dirinya sudah memiliki kekasih.
"pasti lebih hangat dipeluk bagas sih daripada dipeluk sama papa, secara badannya bagas gede tegap gitu kalau papa kan kerempeng" goda puji sambil mengeratkan pelukannya.
bukannya marah heru malah menarik lebih erat tubuh istrinya ada bagian dalam hatinya yang takut kehilangan saat menyadari kini rima sudah kembali merajut kasih dan akan ada lagi pria lain yang menjadi sandaran bagi rima.
"papa melow tu" goda rima mengompori saat melihat heru yang hanya diam. rima tau saat ini ayahnya sedang merasakan dilema apalagi tadi ada insiden yang kurang menyenangkan.
"papa pasti takut kamu diambil bagas"
"hmm" gumam heru.
sesaat kamar itu terasa sepi karena ketiganya larut dalam pikiran masing masing. sampai rima kembali membuat permintaan yang sulit untuk di tolak karena permintaan rima sering kali menguntungkan semua keluarganya.
"pa"
"jam berapa?"
"delapan"
"makan ramen yuk"
"yuk" jawab kompak keduanya menjawab.
"pake piyama aja, kita cus sekarang"
"om indra ngeramen yuk, tapi pake piyama aja"
".........."
__ADS_1
"iya tempat biasa, oke" si usil nan manja sudah kembali setelah malam ini pasti akan ada lagi ulah rima pada tiga orang terkasihnya. rumah akan menjadi ramai kembali suasana akan semakin hidup si mbok kesayangan pun pasti akan merasa bersyukur bayi mungilnya kembali ceria setelah mengalami cobaan hidup yang berat.
.
.
di kedai ramen pinggir jalan dengan pencahayaan yang terang dan bau kuah ramen yang menguar membuat siapa saja akan merasa lapar dibuatnya. rima puji heru dan indra sudah duduk diposisi nyaman mereka untuk menunggu ramen yang sedang diracik. tak perlu tempat mewah untuk menikmati waktu bersama, mereka saling mengulang masa yang sudah berlalu sambil diselingi dengan candaan.
"hmm" gumam rima memejamkan mata sambil menghirup bau ramen yang masih mengepulkan asap.
"ramen panas" sambung indra.
"besok aku harus olahraga ekstra gumam puji.
"hmm nambah ah" kekeh heru.
setelahnya mereka begitu sibuk dengan mangkuk masing-masing sampai suara heru meminta satu porsi ramen membuat yang lain langsung mengangkat wajah mereka.
"beneran nambah" seloroh indra sambil menggelengkan kepala.
"nambah kak?" tanya puji.
"ga, sudah cukup aku mau makan tempura aja" sahut indra.
"awas kolesterol" rima mengingatkan.
"si mbok pasti udah siapin ramuan khusus" cekikik heru sambil mengaduk mangkuk keduanya.
setelah badai akhirnya kami yang hanya berempat ini bisa kembali berkumpul dan menikmati malam dengan tawa dan saling mengobrol ringan. semoga rima bisa kembali percaya pada kemurnian cinta dan kak indra bisa segera menemukan wanita yang tepat untuk masa tuanya. sehat sehat pa, kita harus saling menguatkan gumam puji dalam hati sambil memandangi satu persatu wajah keluarga intinya.
__ADS_1