kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
kembali terluka


__ADS_3

kisah masa puber pertama putih abu abu diwarnai dengan saling suka dengan lawan jenis dan berlanjut menyatakan perasaan dan berpacaran ala anak SMA pada jamannya, duduk dibangku SMA yang sama bahkan sempat satu kelas yang sama diawal menjadi siswa baru. membuat fatma menaruh hati pada bagas sosok pendiam dan cenderung sulit untuk didekati. bagai gayung bersambut saat acara perpisahan bagas mengutarakan perasaannya pada fatma dan disambut baik oleh fatma. keduanya menjalin kasih selayaknya remaja pada umumnya, sosok bagas yang pendiam namun perhatian dan menjaga membuat fatma merasa nyaman.


kasih yang sudah terjalin lebih dari 4tahun harus kandas ditengah jalan, saat bagas baru menamatkan kuliahnya dan ia baru saja belajar bekerja di perusahaan milik indra namun musibah menimpanya. fatma mengkhianati cintanya dan ayah bagas meninggal dunia, yang paling menyakitkan adalah pria yang fatma pilih sebagai selingkuhannya adalah saudara sepupu bagas anak dari saudara kandung ayahnya. begitu terpukul, kehilangan ayah dan wanita yang ia cintai membuat bagas membatu dan membekukan hatinya selama hampir 5tahun lamanya.


silau akan hidup nyaman dan bergelimang kemewahan yang menjadi pilihan instan fatma saat itu. ia melihat potensi kemakmuran bila menerima pinangan saudara dari kekasihnya membuat fatma meninggalkan bagas tanpa penjelasan. awal menjalani bahtera pernikahan fatma dimanja dengan penuh cinta dan uang oleh suaminya sampai ditahun ketiga pernikahan usaha keluarga suaminya mulai mengalami goncangan itu karena giatnya sang suami bermain judi mengakibatkan kehidupan mereka berangsur angsur mengalami penurunan.


memiliki satu anak tak membuat fatma berfikir berulang kali saat ia berencana untuk mendekatkan diri kembali pada bagas, karena sampai saat ini bagas masih betah sendiri. fatma pikir bagas pasti belum bisa melupakan dirinya, namun fatma salah besar.


dug dug dug


fatma menggedor pintu rumah bagas dengan keras ia memanggil manggil bagas agar mau keluar.


"bagas, gas"


"keluar gas, aku mau bicara"


"gas, buka pintunya gas"


fatma terus menggedor sampai kedatangan orang tua rima membuatnya berhenti.


"maaf permisi, apa yang punya rumah tidak ada mba?" tanya puji saat fatma sudah berbalik menghadap kearah mereka.

__ADS_1


"ada didalam" ketus fatma menjawab.


"bagas" dug dug duh kembali fatma menggedor.


"papa didepan gas" terdengar suara heru berbicara dengan calon menantunya dari sambungan telpon.


ceklek


"mari masuk" mba puji pak heru sapa norma ramah pada calon besannya.


"kamu lebih baik pulang fatma, urus anak mu jangan terus membuat ulah disini"


mereka masuk kedalam rumah meninggalkan fatma seorang diri. namun fatma bergegas masuk dan ingin memastikan apakah bagas benar akan menikah atau hanya menghindar.


"gas, aku tau kamu cuma mau balas dendam aja sama aku. buktinya selama ini kamu sendiri tapi begitu aku bilang mau cerai kamu langsung bawa perempuan ini kesini terus. kamu juga bilang dia calon mu, jangan terbawa emosi gas. aku minta maaf karena dulu sudah menyakitimu tapi sekarang aku kembali gas, kita bisa bersama tapi aku minta kamu bersabar sedikit lagi. tunggu aku resmi menjada lalu kita menikah"


puji dan heru yang baru saja sampai langsung disuguhkan dengan kejadian seperti ini langsung terpancing emosi dan memperhatikan rima yang sejak tadi hanya duduk diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"maksudnya apa ini?" suara dalam heru terdengar begitu dingin.


"maaf pak heru, biar saya yang jelaskan" norma mencoba menenangkan heru yang mulai terpancing emosinya.

__ADS_1


"saya perlu bagas yang bicara" jawab heru tanpa menoleh kearah norma.


"pa" puji mengelus lengan suaminya agar sedikit lebih tenang.


"kamu mau mempermainkan rima gas? kalau memang kamu memiliki calon lain kita batalkan saja rencana ini"


"cancel semua yang sudah kamu pesan kemarin ma"


"ayo nak, kita pulang" heru mengulurkan tangan kepada putrinya. saat rima mendongak ternyata ia pipinya sudah basah dengan air mata.


"bu, rima pamit ya" ucap rima sebelum menerima uluran tangan ayahnya.


mereka bertiga berjalan keluar dari rumah bagas dengan segudang amarah bercokol didada. dua kali rencana pernikahan dan akan gagal kembali.


"rim" panggil bagas saat rima akan masuk kemobil heru.


"harusnya ga usah ajak aku nikah mas kalau kamu memang sudah ada yang lain. aku permisi, untuk semua yang sudah dipesan biar aku saja yang cancel. atau mau kamu pakai untuk menikah dengan perempuan itu? ga apa sih dipakai saja mas daripada mubasir" glek rima masuk dan mobil beranjak menjauh. kian jauh sampai tak lagi terlihat dalam pandangan mata bagas.


ting


"selamat tinggal mas, semoga kamu bahagia bersamanya. terimakasih beberapa bulan ini sudah mau menjadi teman ku dan memanjakan ku dengan cinta walau cinta itu mungkin tak tulus kamu berikan padaku tapi aku tulus dengan perasaan ku padamu. terimakasih"

__ADS_1


sebuah pesan masuk di ponsel bagas dan pengirimnya adalah rima.


__ADS_2