
"berhenti" teriak indra saat mita akan maju ke arah rima.
"hentikan putri mu wi atau aku akan buat perhitungan" ancam indra, wicaksono tentu tau bagaimana indra bila sudah marah. namun yang membuat bingung kenapa indra begitu melindungi gadis mungil yang sekarang bersembunyi dibalik pria pujaan hati putrinya tentu itu sangat membuat penasaran.
"mita" panggil wicaksono memberi perintah agar mita kembali. dengan menghentakkan kaki mita kembali dan duduk di dekat ayahnya.
heru menatap nyalang anak teman kakaknya ia yang sudah yakin kalau putrinya lah yang sejak tadi disebut sebagai pelakor. heru sebagai ayah tak akan pernah terima putri semata wayangnya dihina sedemikian rupa.
"ada hubungan apa kamu sama mita anak teman saya ini gas?" tanya indra saat semua sudah duduk di sofa. rima yang sekarang sudah berada dalam pelukan heru hanya menatap kesal ke arah mita yang sejak tadi ingin menerkamnya.
"sebentar ndra, kenapa gadis itu harus dipeluk oleh adik mu? seperti perempuan murahan saja, sudah merebut pacar anak ku sekarang dia bergelayut manja di pelukan adikmu"
"ada yang salah seorang anak berlindung daam pelukan ayahnya?" heru menjawab dengan suara rendah namun tersirat amarah didalamnya.
mita dan wicaksono menganga ayah dan anak ini tak menyangka kalau mereka akan mendapat kejutan dark siapa sebenarnya rima. niat hati ingin menghancurkan rima malah merekalah yang akan hancur sebentar lagi.
"wanita yang sejak tadi kalian sebut pelakor itu keponakan ku, pewaris tunggal ekajaya group dan untuk pria yang putri mu sebut sebagai calon suami ini" tunjuk indra pada bagas.
"bisa kamu jelaskan gas? say tak mau keponakan saya dipermainkan apalagi saya sudah dengan jelas mendengar hinaan yang mereka lontarkan pada rima"
bagas yang sejak tadi diam akhirnya mengerti situasi yang sedang ia hadapi saat ini, dengan menghela napas bagas mulai berbicara sebagi lelaki dewasa.
__ADS_1
"sebelumnya maaf kalau boleh saya tau masalah apa yang sebenarnya terjadi, walau saya sejak tadi menyimak tapi saya tetap ingin mendengar secara rinci dulu baru memberi penjelasan pada semuanya"
"kamu berselingkuh dari putri saya dengan anak manja itu, pasti karena dia anak bos mu makanya kamu tinggalkan mita padahal kalian sudah akan menikah" cecar wicaksono pada bagas.
"selingkuh? menikah dengan mita?" gumam bagas.
"apakah sebelumnya kita ada hubungan mit? maksud saya hubungan lebih dari sekedar teman? sampai ayahmu berkata demikian?" cecar bagas pada mita yang menundukkan kepalanya.
"mit" panggil bagas karena mita diam seribu bahasa padahal tadi dia begitu berapi-api menjelekkan rima sebelum tau siapa lawannya itu.
"baiklah, sepertinya mita meminta saya yang menjelaskan. saya bertemu dengan mita secara tidak sengaja dan kami mengobrol lalu mita meminta nomor HP dan dia mengajak saya untuk bertemu karena saya pikir hanya sekedar ngopi dan kami nyambung dalam mengobrol saya iyakan ajakannya dan mita juga pernah datang kemari sekali tapi kami tak ada hubungan spesial sampai mita mengatakan kalau kami akan menikah. saya hanya menganggap mita teman biasa dan saya tidak ada perasaan apa apa. kami murni berteman, jadi yang dituduhkan pada rima itu tidak benar. rima tidak merebut rima juga bukan pelakor, saya dan rima memang meresmikan hubungan kami baru baru ini setelah insiden antara rima dan mita. saya juga ingin berterima kasih pada mita karena kamu saya dan rima bisa saling terbuka akan perasaan kami"
bagas menjelaskan semuanya dengan rinci, ia tak ingin rima disalahkan dan mendapat hinaan. mita yang berderai air mata menatap bagas penuh emosi, ia merasa harga dirinya direndahkan didepan rima. mita tak terima kekalahan apalagi bagas secara tak langsung lebih memilih rima dibanding dirinya.
rima heru indra bahkan bagas yang mendengar perkataan mita dibuat tercengang.
"mas" panggil rima pada bagas.
"ga sayang" bagas menggeleng pada rima.
"kamu bisa ketemu perempuan begini dimana sih gas?" tanya indra sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"pak heru, sumpah saya masih perjaka" kata bagas menjawab pertanyaan dari sorot mata heru yang menajam pada dirinya.
indra mendengar perkataan bagas langsung menyemburkan tawanya, walau sebenarnya bukan waktu uang tepat untuk indra tertawa sekarang.
"saya percaya kamu masih perjaka gas" hahahahahahaha.
"sudah wi, bawa anakmu ke psikiater tambah ngelantur aja"
"tapi kami dengar sendiri kan ndra mereka sudah pernah berhubungan, mana bisa dia tak bertanggung jawab pada putriku"
"mit, benar pria pria itu sudah meniduri mu?" tanya wicaksono begitu marah pada putrinya.
"jangan mengarang cerita lagi mit, saya menyentuh kamu saja tidak pernah" hardik bagas mulai membela diri.
"pa" mita bingung harus menjawab apa, ia sudah kehabisan akal.
"gas aku cinta sama kamu, kenapa kamu milih anak manja itu? aku cinta kamu, apa karena dia anak orang kaya makanya kamu lebih pilih dia daripada aku?"
"kenapa kamu harus hadir diantara aku dan bagas? hah, dasar perempuan sialan kamu. anak manja apa yang bisa kamu lakukan? sejak tadi hanya berlindung di balik ayahmu saja" bentak mita pada rima.
"bawa anakmu ini keluar sekarang, sebelum aku kehabisan kesabaran dan membuat kalian menyesal karena sudah membuat keributan disini" heru bangkit hendak menampar mita yang sejak tadi terus menghina putrinya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=