kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
akan berakhir


__ADS_3

ambar mendekam di penjara, bela menyendiri dirumah pemberian indra dan minimarket lah yang menjadi temannya sementara putra ambar yang berada di asrama begitu sibuk menyiapkan diri untuk bisa menjadi sukses karena terlalu malu pada indra atas segala kelakuan ibu dan kakak perempuannya.


setelah drama penculikan aira selesai, indra masih diam ia hanya berkomunikasi dengan aira dan para pekerja di rumahnya. hubungannya dengan okta seperti beku tak ada lagi kehangatan yang dapat mereka rasakan. ambar terus merajuk sementara indra tetap diam tak mau meladeni sama sekali. rasa kecewa akan menjadi bumerang yang bisa menyakiti semua orang. indra yang selalu mengutamakan okta dan aira dalam hidupnya walau jalinan diantara mereka baru sebentar tapi karena sifat kekanakan okta membuat indra kehilangan rasa pada wanita yang dulu ia anggap bisa menjadi pelabuhan terakhirnya.


"aku mau cerai mas"


bak di sambar petir, indra membeku mendengar perkataan yang terucap dari bibir wanita yang masih berstatuskan istri sahnya ini.


"mau cerai?" tanya indra datar.


"iya" jawab okta lantang.


"hmm, apa alasanmu meminta cerai?"


"karena kamu mengabaikan ku, kamu tak menganggap ku, kamu tak lagi mencintaiku. tak ada pernikahan begini mas, kita tak saling bicara kamu terus mendiamkan aku"


"jadi selama ini kamu ga introspeksi diri?"


"apa maksud kamu mas?"


"aku diam bukannya kamu belajar, masalah sepele tak perlu kamu buat jadi berlarut larut. kalau kamu marah karena aku tak mengabari mu langsung soal penculikan aira yang jadi akarnya oke aku jelaskan lagi. kalau aku langsung mengabari mu apa bisa kamu jamin kamu ga akan histeris ga panik dan apa kamu bisa tenang dan mau mendengar instruksi dari ku?"

__ADS_1


mata okta berembun ia menunduk dan diam.


"kamu itu sama saja dengan puji dan rima, ada kabar sedikit langsung panik. kalau aku mengabari mu kalian akan panik semua dan keadaan makin kacau. konsentrasi ku mencari aira akan terpecah. sampai disini bila kamu tak juga mengerti aku akan kabulkan permintaan mu untuk bercerai, besok aku akan suruh bagas mengurus semuanya. besok pagi kamu bereskan semua barang barang mu"


indra pergi dari sana meninggalkan okta yang kakinya lemas bagai tak bertulang dan langsung ambruk ke lantai, ia menangis sesenggukan. tak pernah ia memiliki pemikiran sedetail yang indra jelaskan tadi, saat mengetahui aira diculik tapi setelah putrinya itu ditemukan kemarahan menguasai dirinya sampai berhari hari ia mendewakan egonya dan tak mau mencoba berfikir jernih akan kemungkinan kemungkinan lain atas keputusan yang indra lakukan.


umur pernikahan mereka baru saja menginjak usia 4bulan, dan lagi okta menghancurkannya. sama seperti pernikahan pertamanya dengan sang mantan semua berakhir karena sifat egois yang okta miliki akhirnya ia mengalami KDRT dan bahkan sampai di selingkuhi oleh ayah aira. sudah bertahun tahun menjada tak juga merubah okta, harusnya dalam waktu yang cukup lama ia bisa belajar.


"kak"


"apa?"


"okta tadi" belum selesai heru bicara indra sudah memotong


"kamu yang paling tau aku her, aku sudah mengupayakan segalanya. aku mendekat juga karena memang ingin ada yang menemani tapi ternyata teman hidup yang ku pilih sama saja seperti ambar. masalah sepele di buat besar harusnya dia bisa mengerti tapi tetap mementingkan egonya. semalam minta cerai ya sudah aku turuti saja" jawab indra enteng.


"kak"


"masa tua ku akan ku nikmati sendiri her, ada kalian. aku tak mau terus pusing dengan wanita yang membuat hidup ku makin amburadul. 4bulan, aku akan berikan rumah mobil dan deposito untuk biaya sekolah aira sampai kuliah. jangan bantah, aku ingin fokus pada perusahaan dan kalian keluarga ku. aku mau rima menikah dan memiliki anak sebagai penerus keluarga kita"


"busa dibicarakan lagi kak, kalian baru saja menikah. ujian awal pernikahan itu pasti ada"

__ADS_1


"kalau sudah watak tak akan bisa berubah, sulit. sudah jangan di bahas lagi semua sudah selesai. sekarang kita pikirkan bagaimana mendekatkan rima dan bagas"


"hmm" heru menghembuskan napasnya berat karena sangat sulit untuk membelok keputusan yang sudah indra buat.


"kenapa lagi?" tanya indra heran.


"aku kepikiran kakak, mau sampai kapan kakak begini terus"


"hahahaha aku sudah tua, kamu tak perlu memusingkan aku. bahagia lah bersama puji" kita indra bijak sambil menepuk bahu adik satu satunya.


heru menatap punggung tegap sang kakak, semenjak masalah dimas dan rima hubungan mereka kembali menghangat ditambah pernikahan indra dan okta semakin membuat mereka sering bercengkrama beberapa waktu belakang tapi semuanya akan segera berakhir. berakhir untuk pernikahan indra dan okta yang masih seumur jagung, usia tak akan bisa menjamin sebuah kedewasaan seseorang.


.


.


semua harus segera berakhir, masalah sepele saja bisa berlarut sampai berbulan bulan begini bagaimana nanti. ah aku lelah dengan perempuan yang membuatku selalu sakit kepala.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


maaf ya baru up, beberapa hari kemarin pindahanšŸ™

__ADS_1


semoga setelah ini bisa rajin up. mohon dukungannya teman temanšŸ¤—


__ADS_2