
3bulan yang damai semua terlewati dengan semestinya, bahkan sudah hampir sebulan indra berhasil meloloskan diri dari pekerjaannya setelah melakukan negosiasi yang cukup alot dengan heru. rutinitas rima berjalan normal walau sering berseteru penuh cinta dengan bagas karena kesibukan bagas yang segudang tapi tak membuat romansa diantara keduanya menghilang malah semakin hari bagas terlihat lebih menempel pada rima bila ia mendapat waktu untuk berada di kantor. seperti pagi ini bagas hanya akan mengikuti acara makan malam bersama heru jadi ia akan seharian berada dikantor.
"gara gara pak indra menyembunyikan diri gue jadi susah buat pacaran sama rima, mana udah hampir seminggu ga dapet peluk sama cium lagi. argh kangen gue sama mulutnya yang suka banget ngomel" bagas terus menggerutu didalam mobilnya.
"ini lagi jalanan masih pagi gini udah macet aja"
ckiiit
suara rem mobil bergesekan dengan paving blok lahan parkir untuk para petinggi perusahaan. glek, bagas membanting pintu mobilnya sambil berjalan masuk, dengan langkah tegap dan pandangan lurus kedepan. bagas tetap lah bagas ia akan menjadi sedingin kutub utara namun akan begitu manja dan penuh cinta saat bersama rima.
"kan beku kalau ga lagi sama mba rima" bisik salah satu resepsionis.
"iya, minggu lalu mesra banget pas lagi sama mba rima. kayak yang bucin banget"
"kerja" suara rima mengagetkan kedua resepsionis yang sedang berbisik membicarakan bagas.
"eh, mba rima" jawab keduanya salah tingkah.
"kenapa? lagi gosipin apa sih?" tanya rima penasaran.
__ADS_1
"ga ada kok mba"
"hmm, okelah kayaknya rahasia. oh iya nanti kalau ada paket atas nama saya tolong disimpan ya? sore pulang kantor saya ambil"
"oke mba, siap"
"makasih banyak ya"
rima melenggang pergi ke arah lift, walaupun ia anak pemilik gedung ini namun rima selalu menggunakan lift umum dan bergabung dengan karyawan yang lain. semua yang rima lakukan bukan karena untuk pencitraan tapi memang ia ingin membangun kebersamaan dengan memulai segalanya dari bawah agar saat ia sudah diserahkan tanggung jawab penuh ia bisa menjaga amanah ketiga orangtuanya dengan baik.
ting
"rutinitas natap komputer sepanjang siang bikin kepala panas, kayaknya aku mesti minta liburan ke papa sebelum kepala ku meledak" gumam rima sambil terus melangkah keruangannya.
"mas"
"ssstt jangan berisik, aku kangen banget sama kamu" bagas memeluk erat tubuh rima ia menghirup wangi shampo yang begitu segar dari rambut rima.
"aku juga kangen tapi kan mas sibuk"
__ADS_1
bagas merenggangkan pelukannya dan langsung menyambar bibir mungil rima, seperti orang yang kehausan bagas melahap bibir rima begitu rakus. hmm echmm aaahhhh akhirnya ciuman itu terlepas saat kedua sudah mulai kehabisan nafas. keduanya menyatukan kening, mereka sama sama tersenyum mengutarakan ada banyak rindu yang ingin meluap saat itu juga.
"pengen kawin" bisik bagas saat ia kembali menarik rima kedalam dekapan.
"emang kucing main kawin kawin aja" dengus rima karena bukan sekali saja bagas bicara frontal ini padanya.
"iya aku kucing garong pengen kawinin kamu"
cup "ngomongnya di kontrol mas"
hmm hmm kembali bagas ******* dan membelit lidah rima mereka berbagi saliva. bagas akan terus melakukannya sampai rima merajuk karena bibirnya bengkak akibat bagas terus menghisap dan bermain lidah.
"rrrrggghhhhh sayang, kita kawin yuk" geram bagas karena ada bagian tubuhnya yang mulai bereaksi. walau bagas terus bersikap dan sering berkata mesum tapi rima tak pernah merasa risih karena selama ini bagas hanya akan memeluk dan mencium tak melakukan lebih walau bahasa yang bagas keluarkan kerap kali sangat mesum.
"udah ah, nanti lagi bahas kawinnya" rima meremas inti tubuh bagas yang semakin membesar. namu dengan cepat rima berlari keluar ruang meeting untuk menghindar dari bagas.
"aaarrrrgghhhhh, ****" umpat bagas saat rima meremas sesuatu yang sudah on fire.
beneran gue kawinin lu nanti umpat bagas dalam hati tapi ia merasa begitu nikmat saat tangan rima meremas miliknya tadi.
__ADS_1
wajah rima bersemu merah saat ia duduk di mejanya. ia menyadari perbuatannya tadi sangat tidak sopan dan bisa memancing bagas berbuat diluar batas tapi ia ingin mengerjai bagas karena sudah sangat sering berbicara mesum padanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=