
menempuh tiga jam perjalanan melalui udara dan darat rima bersama kedua orang tuanya sudah sampai di kediaman mereka. semua orang menyambut kembalinya rima dengan suka cita, mereka berharap rima kembali dengan semangat baru.
"non" panggil si mbok
rima yang melihat pembantu sepuh yang merawatnya sejak kecil langsung menarik si mbok kedalam pelukannya.
"mbok sehat kan? rima sudah baik baik saja. mbok jangan sedih lagi ya" ucap rima sambil mengusap punggung wanita tua itu.
"mbok kangen, ayo ke dalam. mbok sama siti masak banyak"
mereka makan bersama di teras dekat kolam, semua pekerja dan majikan berbaur di atas tikar yang sudah berjejer aneka menu kesukaan sang putri rumah ini.
semoga saja setelah ini anak ku bahagia batin heru.
mama mau kamu bisa melupakan sakit mu sayang, rintih hati puji.
semua penghuni rumah ini mendoakan segala kebaikan dan kebahagiaan untuk rima. itu karena rima adalah anak yang baik dia tak pernah berlaku tidak baik kepada siapa pun.
"rima kenyang banget ma, masakan mbok yang paling the best tapi setelah masakan mama ya" rima memegangi perutnya yang terasa begitu penuh.
"kamu makan kayak kesurupan begitu" keluh puji pada putrinya.
"hehe" rima hanya bisa terkikik.
"papa mana ma?"
"di ruang kerja, lagi zoom meeting sama om indra dan bagas"
"bagas" gumam rima.
"iya asistennya om mu"
__ADS_1
"o" rima hanya ber oh ria.
kangen banget sama kasur kesayangan, lama ya ditinggal aku. rima berbaring berguling di kasur kamarnya.
semangat rim, besok mulai ke kantor belajar sama papa dan om indra. kalau menghindar ga bisa bikin aku lupa sama mas dimas itu artinya aku harus menghadapi dia. semakin menghindar malah semakin sakit.
hampir dua bilang merenung akhirnya rima memutuskan untuk kembali, karena sudah menjauhkan diri tetap saja ia merasa rindu dan sakit secara bersamaan kepada dimas.
tok tok tok
ceklek pintu kamar rima terbuka dan menampilkan siti di ambang pintu.
"apa" ketus rima.
"non ini cemilan sama jus mangga" siti meletakkan nampan di atas meja sofa di kamar rima.
"masih kenyang mba siti" rima memanggil siti mba padahal usia siti dua tahun lebih muda darinya.
"di suruh mbok, non rima butuh sesuatu?"
"hehe non rima tau aja, ya sudah saya permisi non"
si siti masih aja kepo, ga bisa banget ga nyari bahan gosip. untuk anak baik rajin biarpun keponya itu ngalah ngalahin wartawan infotainment pikir rima.
hampir dua jam rima terlelap karena saking rindunya dengan ranjang di kamarnya.
"ma" panggil rima begitu sampai di lantai bawah.
"di sini" teriak puji dari teras samping.
"lagi pada ngapain?" tanya rima sambil mendudukkan pantatnya di kursi.
__ADS_1
"ga ada, kamu besok beneran mau mulai kekantor?" tanya heru.
"hmm, di taruh jadi staf keuangan juga ga apa pa" pinta rima.
"ya sudah, di sana ada bagas juga jadi papa tenang. kamu bisa belajar sama bagas.
bagas lagi pikir rima, kenapa beberapa hari ini ia sering mendengar nama bagas dari kedua orang tuanya.
malam menjelang, jam makan malam sudah lewat sekitar dua jam yang lalu tapi rima baru makan. karena merasa kenyang dia melewatkan jam makan malam bersama kedua orang tuanya. alhasil sekarang dia makan sendiri di depan televisi.
"makan sambil nonton begini emang paling enak, santai kayak ga ada beban pikiran" beo rima sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
besok kekantor, belajar kerja yang sesungguhnya. mempraktekkan teori yang empat tahun aku pelajari di kampus. semoga saja ga bikin malu papa sama om indra, pikir rima.
jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi seorang gadis masih bergelut di balik selimut tebal kamarnya. entah karena lelah atau apa rima tak kunjung bangun walau matahari sudah mulai meninggi.
ceklek
"ya ampun rima" teriak puji saat melihat anaknya masih tidur dengan nyenyak
rima yang mendengar teriakan yang ibu langsung terduduk karena kaget, wajahnya bingung rambutnya pun berantakan. benar benar khas orang baru bangun tidur.
mendengar teriakan istrinya, heru ikut melongokkan kepalanya kedalam kamar sang putri. dan ia hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum.
"anak mu lupa kalau sekarang sudah jadi karyawan papa ma" heru terkikik pada istrinya.
"kamu mau kena sangsi di hari pertama kerja rim?" tanya sang ayah.
"hah" rima melongo dan ia teringat sesuatu.
"jangan" teriak rima sambil tunggang langgang masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
gelak tawa menggelegar di lantai dua rumah heru. seperti dulu lagi, rasanya suasana ramai rumah ini akan segera kembali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=