kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
kecewa mendalam


__ADS_3

Sudah lelah menangis, sejak siang tadi air mata ku tak henti hentinya keluar seolah tak akan habis walau aku sudah begitu lama menangis. Ku lihat wajah ku di cermin, betapa jeleknya aku sekarang. Mata sembab rambut berantakan, makin memperlihatkan betapa hancurnya hati ku. Masih terbayang jelas diingatan ku saat tadi menyaksikan perbuatan mas dimas bela langsung didepan mata ku. Aku tak pernah menyangka akan menyaksikan perbuatan rendah seperti tadi terlebih itu semua dilakukan oleh orang yang begitu aku cintai.


Mereka melakukan hubungan intim tanpa ikatan pernikahan dan yang menyakitkan mas dimas melakukannya dengan bela sepupu ku. Apa mereka sudah berhubungan lama dibelakang ku? Kenapa bela tega merebut mas dimas dari ku? Apa mas dimas tak mencintai ku lagi?


Pertanyaan itu berulang kali berkeliaran di kepala ku, rasanya aku ingin meledak bila harus terus memikirkan ini semua. Aku beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan harapan perasaan ku bisa sedikit lebih baik. Setelah berhasil mandi dan menangkan hati ku dan berusaha untuk tak menangis lagi dan membicarakan masalah ini kepada orang tua ku, aku turun ke bawah menuju meja makan. Ternyata mama dan papa sudah menunggu ku disana. Aku tersenyum pada mereka berdua, hati kembali berdenyut saat melihat senyum yang mereka berikan kepada ku.


Malam ini suasana diruang makan sedikit berbeda, kami makan dalam diam. Sampai akhirnya kami menyelesaikan makan malam, aku masih duduk dimeja makan dan mengajak mama dam papa keruang keluarga untuk berbicara serius.


"Ma pa, rima mau cerita soal hubungan rima dan mas dimas."


Mama dan papa saling pandang dan mereka tetap diam menunggu ku untuk bercerita.


"Rima mau membatalkan pernikahan kami. Em (aku menghembuskan nafas berat) mas dimas berselingkuh dengan bela, tadi siang rima memergoki mereka sedang berduaan dikamar bela dan melakukan hubungan suami istri."


Haaaaaa lega rasanya hati ku, sedikit beban yang menghimpit hati ku berkurang setelah aku berbagi dengan mereka. Ku lihat mama menangis dan wajah papa sudah memerah menahan amarah.


"Kamu beneran memergoki mereka berdua lagi begituan rim?" Mama bertanya sambil terus menangis.


"Iya ma, rima lihat sendiri. Maafin rima sudah bikin kacau dan mungkin mama papa akan malu setelah ini."


"Jangan minta maaf, besok kita kerumah dimas untuk membatalkan semuanya. Oapa ga akan sudi anak papa menikah dengan pria brengsek seperti dimas."

__ADS_1


"Mama ga habis pikir bela bisa melakukan hal rendahan begini. Kita putuskan saja hubungan kita dengan indra pa, mama udah ga mau diam saja sekarang karena mereka sudah mulai melukai rima."


"Kita selesaikan satu persatu ma, untuk indra papa ga akan sudi ketemu dia dan keluarganya lagi."


"Kamu sudah ada bicara lagi sama dimas?"


"Belum pa, rima langsung pergi gitu aja tadi. Rima rasa ga ada yang perlu di bahas lagi, semua udah jelas dan rima ga mau punya urusan lagi sama mereka."


Aku berusaha tegar didepan papa dan mama, aku tak mau mereka sedih. Dengan bercerita pada mereka aku sudah merasa lebih lega.


Ku putuskan untuk segera bangkit membenahi diriku, aku tak mau terlihat lemah oleh mereka. Aku akan kuat menghadapi semua ini, aku tetap merasa kecewa walau sebenarnya masih ada cinta untuk mas dimas tapi aku akan membiarkan tuhan yang beri keadilan untuk ku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah obrolan diruang keluarga semalam, aku dan suami memutuskan untuk bersikap biasa saja dan hari ini kami akan pergi menemani rima untuk mengurus segala keperluan wisudanya.


Tok tok tok


"Rim, bangun nak."


"Ya ma, rima udah siap kok."

__ADS_1


Ku lihat rima sudah rapih sepertinya dia akan pergi.


"Sudah rapih begini, masih pagi mau kemana nak?"


"Rima mau cari kebaya dan keperluan wisuda ma kemarin kan ga jadi."


Aku bisa melihat masih ada kesedihan dimatanya tapi cepat ku alihkan agar tak berlarut.


"Kebetulan, mama sama papa hari ini ga kerja. Emang rencananya mau nemenin kamu. Kita pergi cari semuanya bareng bareng yuk? Sekalian mama sama papa juga mau cari baju buat ke acara wisuda mu."


"Beneran ma? Nama sama papa mau nemenin aku?" Senang rasanya akan pergi dengan mama dan papa, aaaaah aku bahagia.


"Iya, ya udah kita sarapan dulu sekarang papa udah nungguin. Habis sarapan kita langsung pergi."


"Yey, oke ma. yuk" aku bersorak seperti saat aku kecil dulu, ku tarik tangan mama untuk segera ke ruang makan.


Oapa sudah ada di meja makan, dia tersenyum saat melihat aku dan mama datang sambil bergandengan tangan. Kami langsung memulai sarapan pagi ini, mama selalu saja menyiapkan sarapan lengkap untuk kami dan masakan mama yang paling enak menurut ku.


"Pa, mama udah bilang sama rima hari ini kita bakal pergi bertiga cari semua keperluan rima untuk wisuda."


"Iya kita pergi, papa juga kangen pergi sama sama. Nanti kita keliling mall dan kalian boleh belanja apa aja hari ini papa sudah ijin ga kerja jadi kalian bebas. Papa akan jadi sopir dan jadi ATM untuk kalian."

__ADS_1


Wow,, ini jarang terjadi. Mungkin hanya 1tahun sekali papa akan membebaskan aku dan mama berbelanja, tentu kesempatan ini tak akan ku sia siakan. Aku melirik ke arah mama, ternyata mama sudah tersenyum. Aku tau mama pasti sudah ada daftar apa saja yang akan kami lakukan hari ini. Oh papa terimakasih untuk hari ini dan semoga uang papa tak jadi miskin karena ulah ku dan mama.


Sekarang kami sudah dijalan untuk memulai petualangan hari ini, karena ada banyak tempat yang akan kami kunjungi. Aku duduk di kursi belakangan sejak tadi hanya diam sambil melihat kearah jalanan yang banyak kendaraan lalu lalang, aku sebenarnya tau mereka melakukan ini untuk menghibur ku. Aku bersyukur memiliki mereka, papa rela ijin bekerja dan mama rela tak pergi mengajar hanya untuk menemani aku yang sedang patah hari


__ADS_2