kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
katanya sudah ikhlas tapi kenapa tetap menyakitkan


__ADS_3

kabar pernikahan dimas dan bela sampai pada rima dan orang tuanya. reaksi mereka biasa saja tapi siapa sangka saat masuk ke kamar rima menangis lagi. padahal rima tau kalau ini akan terjadi, bela bisa saja hamil mengingat rima memergoki dimas dan bela itu artinya dimas harus menikahi bela. kenapa tetap terasa sakit? apa rima masih mencintai dimas? sudah 3bulan berlalu saat mendengar kabar tentang dimas maupun bela, rima masih kerap menangis. 4tahun menjalin kasih dan sudah merencanakan pernikahan tentu saja rima terguncang hebat terlebih semuanya hancur karena penghianatan walaupun dimas bukan dengan sengaja melakukannya. tetap rima kecewa sekaligus dia merasa jijik karena memergoki semuanya secara langsung didepan mata dihadapannya mereka melakukan hubungan terlarang itu.


3bulan bukan waktu yang mudah untuk rima, susah payah dia membangun percaya dirinya kembali. menguatkan hati untuk melanjutkan hidup, mencari pekerjaan hanya sekedar untuk memiliki kesibukan guna melupakan sedikit sakit hatinya.


walau membatalkan pernikahan dan menjauh dari hidup dimas, tetap saja ada teman yang menyampaikan informasi tentang dimas pada rima. dimas yang sering keluar masuk rumah sakit karena kondisi lambungnya, dimas yang berhenti dari pekerjaannya, sampai kabar pernikahan dimas dan bela. sudah menjauh tapi masih saja ada luka yang terus mereka gores kan di hati rima secara tidak langsung, rima membenci keadaan ini kenapa harus begini? kenapa?


rima terus menjerit di dalam hati, dia terlalu malu untuk mengeluarkan suara. malu kalau orang tau dia masih mencintai dimas malu kalau dia belum bisa melupakan dimas padahal dia yang memutuskan untuk batal menikah.


dimas sudah kerap kali mencoba untuk bertemu rima, meminta rima kembali bersama namu rima menolak rima masih terlalu sakit hati dan menolak mentah mentah ajakan dimas untuk melanjutkan hubungan mereka.


mereka akan menikah, mas dimas akan menikah dengan bela. mereka benar benar bersama, ada anak diantara mereka sekarang. sakit sekali yang rima rasakan, dia terus menangis. air matanya tak berhenti keluar dadanya sesak. sampai ibunya masuk ke kamar pun rima tak sadar.


"nak" rima terlihat meringkuk diatas kasur dengan pundak yang bergetar.


"sudah nak, ikhlas. bukan jodoh mu"


"ma" rima memeluk ibunya erat


"rima ga tau, kenapa masih sakit disini terasa sesak" rima menunjuk dadanya


"sudah nangisnya, percayakan pada tuhan. akan ada pelangi setelah badai ini nak"


"ma, apa rima masih mencintai mas dimas? kenapa setiap mendengar kabar mas dimas rima selalu menangis"

__ADS_1


"mas dimas bolak balik masuk rumah sakit, sekarang berhenti bekerja karena kesehatannya dan sekarang sekarang mas dimas akan menikahi bela karena bela hamil"


"sudah, ayo mandi kita makan bersama. jangan dipikirin lagi. papa sudah menunggu dibawah"


tak mau membuat orang tuanya menunggu dengan terpaksa rima mandi dan turun ke ruang makan. di meja makan hanya ada suara dentingan sendok dan piring tak ada yang membuka suara mereka larut dalam pikiran masing masing. sampai saat semua sudah selesai makan akhirnya ayah rima berbicara.


"rima, kamu betah kerja di bank?"


"betah pa, daripada nganggur dirumah"


"kalau kamu sudah bosan kamu bisa bantu papa di kantor"


"iya pa"


"sudah"


"jangan dipikirin kamu jaga kesehatan saja"


setelahnya semua berlalu untuk beristirahat, tak ada lagi yang membahas dimas dan bela lebih lanjut. dikamar orang tua rima,


"rima bilang sudah ikhlas untuk masalah ini pa, sering bilang sudah melupakan dimas. tapi mama malah tambah sering lihat rima nangis diam diam dikamar"


"huft, papa mesti gimana ma? anak kita tersakiti begini, papa merasa gagal menjaga rima"

__ADS_1


"ini menyakitkan untuk rima, walau dimas tidak dengan sengaja mengkhianati anak kita"


"iya papa tau, ayahnya dimas pernah datang ke kantor. minta maaf dan minta papa untuk mempertimbangkan hubungan rima dan dimas. waktu itu dimas sempat kolaps di rumah sakit karena lambungnya"


"separah itu dimas pa?" tentu puni syok tak menyangka dimas akan jadi seperti itu


"iya, papa sempat jenguk juga sebenarnya, ga tega denger dia sampai kolaps"


"terus


"ya keadaannya memang separah itu, tapi papa ga bisa minta rima untuk balik sama dimas begitu aja. dan terbukti kan bela hamil sekarang"


"akan makin sakit anak kita pa" seru puji emosi


"untungnya papa ga minta rima balik sama dimas, tapi kabar ini pasti bikin rima hancur lagi ma


"mau bagaimana, dimas harus tanggung jawab atas anak yang di kandung bela"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


pepatah mengatakan, manusia hanya bisa merencanakan tetap tuhan lah yang menentukan. sepertinya pepatah ini benar adanya, rima dan dimas dengan antusias merencanakan kebahagiaan mereka tapi ternyata duka yang mereka raih. rima kecewa dia terpuruk dalam diamnya, sementara dimas dia menyesal dan hancur dengan sakit yang di alaminya. rima dan dimas sama sama merasakan sakit atas putusnya kisah cinta mereka, masih ada cinta yang dalam untuk masing masing diantara mereka. keadaan yang membuat mereka harus berpisah, cinta saja tak akan pernah cukup untuk mereka bertahan. masih ada takdir tuhan yang harus mereka terima tak bisa mereka lawan, kuasa tuhan sungguh diatas segalanya.


dalam gelapnya malam rima menangis meratapi keadaan yang menimpanya dia merasa dipermainkan oleh takdir, ditempat lain juga dimas sedang menangis di balkon kamarnya. dimas merindukan rima, mereka sama sama tersiksa. tersiksa dalam cinta yang tak bisa bersatu kembali.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2