
kembali berjibaku dengan laporan yang tak pernah ada habisnya, tepat 20menit sebelum jam makan siang rima menyelesaikan pekerjaannya dan akan mengantar berkas yang harus diperiksa dan ditandatangani oleh bagas sebagai atasan rima.
"psstt mas anwar, pak bos ada ga sih hari ini? tanya rima pada teman di sampingnya.
"ada, sana kalau mau bawa berkas bentar lagi istirahat biasanya dia ngilang ga balik lagi"
"hmm oke"
tok tok tok
"permisi"
ceklek
sebelum dipersilahkan masuk rima langsung membuka pintu ruangan bagas dan dia sempat kaget saat melihat bagas sedang bermesraan dengan seorang wanita. itu cewek semalem yang di kafe itu kan lihir rima dalam hati, dia berusaha bersikap biasa saja walau dadanya terasa lumayan sesak.
"maaf pak, saya ga tau bapak lagi ada tamu. saya bawa berkas yang harus bapak tanda tangani tapi sebelumnya tolong diperiksa. dan satu lagi ini kantor bukan tempat buat pacaran" ucap mita sambil melirik sinis kearah mita yang tetap bergelayut manja di lengan bagas. tadi mita sudah akan mencium bagas namun gagal karena rima masuk begitu saja kedalam ruangan bagas.
"bawahan kamu lancang banget ya gas?"
"eh" bagas seolah linglung dengan keadaan.
rima menaruh berkas yang ia bawa begitu saja diatas meja dan berlalu pergi.
"saya permisi pak, kalau ada yang salah bapak bisa tandai nanti saya perbaiki"
sakit nying, sakit banget. dia maksa gue terus pas gue udah suka eh dia punya pacar. huft, rima menghela napas berat saat berhasil mendaratkan bokongnya di kursi.
"kenapa lu?" tanya anwar.
__ADS_1
"ga apa" jawab rima sambil bangun, ia ingin memeras ayah atau pamannya karena saat ini perasaannya sedang tidak baik baik saja. tapi apes, saat berbalik rima melihat bagas dan mita keluar dari ruangan.
"mau kemana?" tanya bagas.
"keruangan papa" jawab rima datar.
"eh ini masih jam kantor? dan apa keruangan papa? kayak anak yang punya perusahaan aja lu" hardik mita, ia merasa kesal karena tadi gagal mencium bagas.
rima melirik mita, dia menyoroti penampilan mita dari ujung kaki ke ujung kepala.
"perempuan ular"
"ketemu di masa sih pak? kok kayaknya .........."
"kayaknya apa hah?" teriak mita.
"murahan" bentak rima.
"dimana ruangan HRD gas, aku mau laporin kalau karyawan disini ga ada sopan santunnya sama tamu yang datang"
"mai apa kamu?" tanya bagas dingin.
"aku mau laporin anak buah kamu ini, dia udah ga sopan sama aku. tadi juga masuk ke ruangan kamu nyelonong aja ganggu banget"
"rim" bagas tak menghiraukan perkataan mita dan dia meraih tangan rima.
rima menghempaskan tangan bagas dan pergi dari sana.
ck bagas berdecak, dia bingung sekarang.
__ADS_1
"kamu pulang aja mit, aku masih sibuk dan jangan pernah lagi datang ke sini" tegas bagas.
"tapi gas, kita gimana? kapan kamu mau kerumah ketemu orang tua ku?" mita menarik lengan bagas agar tak meninggalkannya.
"kita ga ada apa apa mit hubungan kita ga lebih dari sekedar teman, dan aku ga pernah bilang mau ketemu orang tua mu. maaf, kalau kedekatan kita kamu artikan lain tapi aku ga ada perasaan apa apa sama kamu"
"tapi, kami terima aku peluk aku cium"
deg
rima yang baru sampai di depan ruangan ayahnya kembali sesak mendengar perkataan mita yang begitu keras. mereka udah pelukan ciuman, berarti mas bagas nyium aku di mobil waktu itu ga bisa di bilang karena dia beneran ada perasaan sama aku. buktinya sama mita juga dia ciuman kan.
"pelukan dan saling cipika cipiki itu wajar mit, jangan berlebihan" sentak bagas, rasa sabarnya telah habis. bagas merasa malu karena sejak tadi mereka menjadi tontonan banyak orang.
"pergi mit, tolong ini kantor jangan buat ulah disini"
bagas kembali ke ruangannya untuk menetralkan kebingungannya, ia merasa heran dengan sikap rima. bukannya malu karena menjadi tontonan banyak staf bagas malah memikirkan rima.
bruk, bagas mendaratkan tubuhnya di sofa. ia memijit pelipisnya, entah apa yang terjadi bagas kebingungan
"rima kenapa ya? kok sensi banget, tadi juga jelas banget dia mancing mita buat ribut. omongannya juga sinis banget, kayak yang lagi mergokin aku selingkuh" lihir bagas sambil memejamkan mata.
lama terdiam akhirnya bagas sadar akan sesuatu, dan wajahnya berubah bahagia.
hahahahahaha
suara tawa begitu keras terdengar dari dalam ruangan bagas, dan karyawan staf keuangan semuanya saling pandang.
"apa pak bagas udah gila ya?" tanya salah satu dari delapan orang yang berada disana.
__ADS_1
yang lain kompak menggeleng tanda mereka tak tau harus menjawab apa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=