kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
menepi


__ADS_3

mungkin bagi sebagian orang menganggap rima sedang diasingkan oleh orang tuanya. tapi ra malah merasa tenang berada di pedesaan asri dengan orang-orang yang masih memakai jarik dan kebaya sebagai pakaian keseharian mereka.


hampir dua bulan sudah rima tinggal di rumah peninggalan neneknya di sebuah desa terpencil di daerah jawa. dengan ditemani mbok sinta orang di percaya untuk merawat rumah tua ini.


"non, hari ini masih mau di rumah saja?" mbok sinta masih dengan pertanyaan yang sama kepada rima sejak gadis ini sampai.


"iya mbok, emang mau kemana? rima cuma pengen di rumah urus bunga sama cabut rumput lagi di bawah tanaman sayur mbok sinta di samping rumah" senyum manis rima pada mbok sinta.


"apa ga bosan di rumah terus? atau mau ikut mbok ke pasar?" tawar mbok sinta lagi.


mbok sinta adalah janda tanpa anak yang tak memiliki tempat tinggal. sejak muda ia dan suaminya sudah ikut dengan kakek dan nenek rima tinggal disini sebagai pembantu dan suaminya menjadi supir bagi pemilik rumah. suami mbok sinta meninggal beberapa tahun lalu setelah kepergian kakek sinta terlebih dulu.


tak memiliki anak dan tempat tinggal membuat mbok sinta meminta pada anak-anak majikannya agar tetap bisa merawat rumah tua ini. tentu indra dan heru sangat senang karena rumah kenangan masa kecil mereka di rawat oleh mbok sinta.

__ADS_1


"ga mbok, owh iya. rima sudah catat semua yang rima butuhkan, mbok bisa kan mencarikannya? nanti rima telpon mang diman biar antar mbok"


"iya non" mbok sinta tak berani lagi membujuk rima untuk ikut dengan keluar rumah sekedar mencari udara segar.


heru dan puji terus menanyakan perkembangan rima di sana pada mbok sinta, dan meminta mbok sinta untuk mengajak rima keluar rumah agar mau bersosialisasi dengan tetangga sekitar.


hatinya merasakan sedikit ketenangan semenjak berada di kampung halaman sang ayah tapi rima masih merindukan sosok dimas dalam hidupnya. ia tak mengerti kenapa begitu sulit melupakan dimas padahal luka hatinya tak kalah besar dengan rasa cintanya untuk dimas. sudah hampir memasuki tahun kedua, belum juga rima bisa membenahi hatinya yang sempat porak poranda karena penghianatan.


"efek sakit hati karena gagal menikah ditambah memergoki penghianatan itu ternyata menyeramkan begini. aku berjuang dalam diam tapi tak juga kunjung sembuh, ingin mencoba membuka hati tapi dengan siapa? aku saja malas bersosialisasi dengan orang sekitar. kalaupun aku keluar dengan orang seperti apa aku akan memulai hubungan? rasanya aku takut kalau nanti akan bertemu lagi penghianat saat sudah mulai merasakan cinta" rima terus bergelut dalam hati dengan segala pemikiran buruk yang terus menghantuinya selama ini.


menjadi anak tunggal adalah beban besar bagi rima terlebih dia adalah seorang anak perempuan, rima yang dulu sudah memiliki keyakinan dimas akan bisa membantu perusahaan keluarganya mengingat sang papa begitu percaya pada dimas tapi dengan kejadian itu rima jadi meragu untuk semua hal.


"halo mbok"

__ADS_1


"ya bu?" jawab mbok sinta saat istri majikannya menelpon.


"bagaimana kabar rima mbok?"


walau setiap hari puji terus berkirim kabar dengan putrinya tapi puji tetap menanyakan tentang keseharian rima pada mbok sinta. takut jika sang anak berbohong mengenai perasaan hatinya karena sedang berjauhan dengan orang tuanya.


"masih seperti itu bu, ga mau keluar rumah ketemu orang. cuma ngurus bunga nyonya sama ikut saya bersihin tanaman sayuran di samping rumah" jelas mbok sinta sama setiap harinya.


"hmm, mbok saya bingung mau bagaimana lagi" ucap puji merasa sedih.


"mungkin dua minggu lagi baru saya bisa kesana mbok, papanya rima masih agak sibuk. saya titip rima ya mbok, tolong kabari saya terus" pinta puji pada pembantu almarhum mertuanya.


"sampai kapan to non mau begini, cuma diem dirumah ga mau keluar. non harusnya memulai cinta yang baru jika ingin cepat menyembuhkan luka yang kemarin. walau mbok ga tau rupa calonnya non rima, tapi mbok kagum laki laki itu bisa bikin non rima jadi hidup segan mati pun tak mau seperti ini" gumam mbok sinta sambil geleng geleng kepala.

__ADS_1


keseharian rima hanya dengan mbok sinta dan beberapa pekerja lama yang masih mengurus beberapa sawah dan kebun milik kakek rima di desa ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2