
perusahaan mengadakan acara makan malam bersama karena berhasil memenangkan tender beras. semua staf mendapatkan undangan, tak lain divisi rima juga. acara di adakan di restoran hotel di tepi kolam renang, acara yang di lakukan saat hari minggu membuat mera yang hadir memakai pakaian bebas sesuai keinginan masing masing.
rima berangkat bersama kedua orang tuanya, ia memakai dress simpel berwarna navy dengan sepatu kets putih dan tas kecil tersampir di bahunya rambut yang di biarkan tergerai semakin membuat rima terlihat ayu. banyak mata yang memandang kagum ke arah rima, namun tak membuat mita terpengaruh sama sekali. hampir semua karyawan mengetahui kalau rima adalah anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
"cantik banget"
"anggun anak pak bos"
"diterima ga ya gue jadi mantu bos"
"elegan banget padahal simpel gitu ya"
"auranya keluar"
"kayak gitu cantiknya di khianati"
banyak dari karyawan yang hadir berbisik saat rima lewat didepan mereka, rima hanya memberi senyum walau dengan ia mendengar semuanya.
sementara bagas yang sedang duduk menemani bos besarnya tak bisa berkedip karena saking terpesonanya pada penampilan rima malam ini.
"gas" panggil okta yang melihat bagas terbengong melihat rima yang sedang berjalan ke arah meja mereka.
"mas, itu bagas"
"bakalan bego dia kalau udah ada rima"
"berarti beneran naksir mas" bisik okta di telinga sang kekasih.
__ADS_1
"sayang" indra menggeram merasakan hembusan nafas okta. okta memang senang mengerjai indra seperti ini.
begitu heru puji dan rima sampai di meja mereka, rima langsung duduk di sebelah bagas karena hanya meja itu saja yang kosong.
"hai mas bagas" sapa rima.
"iya non, selamat malam" bagas terlihat kikuk.
"panggil rima saja mas, jangan pakai non. saya kan bawahannya mas bagas"
"duh tiap malem lu di bawah gue lebih enak rim, pusing kepala atas bawah gue lama lama deket sama lu. ga bisa mikir semua, cinta sialan emang ini. mana bapak ya g setuju lagi anaknya gue deketin" rutuk bagas dalam hati.
"eh iya" bagas hanya menjawab singkat karen saat ini hatinya sedang berperang, ia kesal karena semakin hari semakin jatuh pada pesona rima namu tak mendapat restu dari heru sebagai ayah.
acara makan malam ini berjalan lancar, pada saat acara bebas ada salah satu direktur pemasaran yang cukup tampan mendekati meja rima. rima disana hanya bersama indra heru dan bagas sementara okta dan puji sedang berkeliling mencicipi hidangan penutup.
"oh frans boleh ayo duduk" ucap heru. ia sempat melirik ke arah bagas yang wajahnya langsung berubah keruh. sementara indra hanya tersenyum saja.
"maaf pak, kalau susunan acara dan menu makan malamnya tidak memenuhi standar pak indra dan pak heru" ucap frans merendah, karena acara malam ini frans yang bertanggung jawab. frans mencuri pandang ke arah rima tapi rima yang fokus pada layar ponselnya tak menghiraukan keberadaan frans di sana.
"ini sudah lebih dari cukup" indra menjawab biasa saja.
frans terkenal predator wanita tentu membuat heru dan indra sedikit waspada saat frans datang ke meja mereka. frans masih bertahan di perusahaan karena kinerjanya yang sangat bagus.
sejenak suasana hening tak ada percakapan di antara mereka, sampai akhirnya bagas mengajak rima untuk berkeliling.
"non"
__ADS_1
"hmm, iya mas" rima melihat kearah bagas.
"mau berkeliling?"
rima berfikir sejenak dan melihat ke arah sang ayah, setelah heru mengangguk rima menerima ajakan bagas.
"saya permisi pak, maj mengajak non rima berkeliling sebentar"
mereka sudah duduk berdampingan di kursi kolam renang, lumayan lama hanya ada kesunyian diantara dua manusia berlainan jenis ini.
"non" bagas membuka suara akan memulai obrolan dengan rima namun batal karena ada suara yang menghampiri mereka.
"sayang, pulang yuk mama ngantuk" ternyata puji datang menyusul sang putri untuk diajak pulang.
"eh mama, iya"
"non, boleh saya minta nomor telponnya?" tanya bagas, tanpa curiga rima memberikan nomor telponnya pada bagas.
puji dan rima berpamitan pada bagas, bagas masi duduk diam di pinggir kolam sambil memikirkan bagaimana ia bisa mendapat izin dari heru.
"sendirian" tanya seorang wanita duduk di samping bagas. bagas menoleh dan sempat kaget melihat siapa yang sekarang duduk didekatnya.
bagas langsung bangkit namun tangannya berhasil di genggam oleh wanita itu. dengan reflek bagas melepaskan tangannya dan berlalu pergi dari sana. terlihat rahang bagas mengeras dan matanya memerah, menandakan emosinya memuncak saat ini.
"gas, aku mau ngomong sama kamu" panggil wanita itu.
bagas pergi tanpa menoleh kebelakang. rima yang masih berada disana saat menunggu ibunya pergi ke toilet melihat kejadian itu dengan jelas.
__ADS_1