
"aku mau pulang om"
"iya nanti, ini makan dulu ya sudah sore kami nanti lemas loh"
"kapan papa sama mama jemput aku?"
"sebentar lagi, kamu yang sabar jadi anak baik disini jangan nangis jangan berisik ya"
aira mengangguk dan memakan roti serta meminum susu pemberian salah satu penculik itu.
bu ambar emang sinting banget, anak polos kayak begini kok diculik untuk nurutin nafsu aja. pikir penculik yang ditugaskan untuk menemani aira.
"kamu tau nomor HP orang tua mu ga?" tanya si penculik sambil berbisik.
"tau, 0821********"
"kamu diam, jangan berisik ya"
aira menganggukkan kepala sambil terus memakan rotinya.
"pak, saya raihan salah satu orang suruhan bu ambar yang menculik aira. kami berada di lokasi ini saya akan share lokasi tolong bapak cepat karena sebentar lagi bu ambar akan datang" send.
raihan langsung menonaktifkan HPnya dan menyimpan di dalam celana panjang di antara sepatu boot yang ia pakai. sebenarnya raihan anak broken home dan di jual oleh ayahnya yang memiliki hutang kepada kepala komplotan penculik ini.
.
.
drrt drrt drrt
__ADS_1
"gas cek lokasi ini cepat"
bagas dengan sigap menelpon dan hanya dalam 5menit informasi akurat sudah di dapat.
"ayo pak, kita ke lokasi anak anak yang lain sudah meluncur"
"semoga saja benar aira ada disana gas"
"iya pak"
bagas sudah mengendarai mobil dan melaju dengan tenang di jalanan.
"gas, kalau yang kirim pesan orang baik kamu aman kan dulu nanti"
"baik pak saya mengerti" jawab bagas.
papa datang nak, aira tunggu sebentar lagi ya sayang. indra terus bergumam dalam hati sambil duduk dengan gelisah.
"kita sudah sampai pak, rumah ujung gang sana. anak anak sedang beraksi kita tunggu disini saja, saya sudah minta anwar bawa raihan dan aira ke sini"
"ya" pandangan indra tak lepas dari rumah yang bagas tunjukkan padanya.
hening kembali, bagas sedang mendengar arahan dari anak buahnya yang sedang beraksi di rumah kosong tempat aira di sekap.
"pak, itu ada yang turun dari taxi" bagas memecah keheningan di dalam mobil.
"bosa jadi itu ambar" gumam indra.
"benar pak, itu bu ambar. sudah diamankan"
__ADS_1
"huft" indra menghembuskan napas beratnya.
"bagaimana aira gas?" suara indra bergetar terdengar jelas ada kekhawatiran dari nada suara indra.
"sedang di cari pak, karena banyak ruangan di rumah itu. kita tunggu dulu sebentar lagi. ya oke dapat pak, aira dan reihan sudah di bawa keluar"
indra langsung menajamkan penglihatannya. benar ada pria bertopeng dan laki laki muda yang sedang menggendong aira mendekat ke arah mobil mereka. indra segera keluar dan meraih tubuh aira untuk di gendong, air matanya menetes ketakutannya sejak siang menguap entah kemana saat sudah bisa mendekap tubuh mungil putri sambungnya ini. sebelum aira dulu indra pernah begitu tulus menyayangi dua anak dari ambar padahal bertahun tahun indra tau mereka adalah anak sambungnya namun tak ada keraguan dalam hati indra untuk mencurahkan kasih sayang pada mereka.
"aira, maafkan papa nak"
"pa, papa lama jemput aku. tapi untung ada om yang temani aira disana" cicit gadis kecil yang baru masuk sekolah dasar itu.
indra sempat melirik ke arah reihan dan menganggukkan kepala.
"bapak pulang dengan firman dan yang lainnya pak, urusan disini buar saya yang urus. dan reihan ikut saya dulu besok atau lusa baru bapak bisa bertemu reihan untuk lebih lanjutnya" jelas bagas.
"ya" jawab indra pada bagas.
"kita pulang cari mama ya nak"
"reihan, kamu ikut bagas dulu. tolong koperatif supaya semuanya mudah"
"baik pak" jawab reihan dengan suara bergetar.
dalam perjalanan pulang, indra sempat mengirim pesan pada heru bahwa dirinya dan aira sudah dalam perjalanan. aira tertidur dengan nyenyak di pangkuan pria paruh baya yang kini menjadi ayah sambungnya. aira adalah anak yang pendiam dia tak begitu mengalami kesulitan saat tau indra akan menjadi ayah baru baginya. karena mereka sempat beberapa kali bertemu sehingga menjalani keseharian bersama tidaklah membutuhkan kesulitan bagi keduanya ditambah kasih sayang indra begitu besar dan tulus.
setelah ini kamu berakhir mbar, aku tak akan pernah lagi membiarkan kamu bebas. cukup rima dan aira merasakan kekejaman tabiat mu, aku diam bertahun tahun kamu menipu ku tapi bila rima dan aira yang kamu lukai aku akan sangat bertindak tegas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1