kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
pasangan baru


__ADS_3

tepat pukul 16.15 rima sudah berada di dalam mobil berdua dengan bagas. entah kemana bagas akan membawanya, tak banyak kata yang keluar dari mulut rima sejak ia masuk dan duduk di sebelah bagas. walau tak ada obrolan diantara keduanya, bagas tak pernah lepas menggenggam tangan rima.


"sampai" bagas membuyarkan lamunan rima yang sejak tadi hanya menatap keluar kaca mobil.


"oh"


"yuk, kita makan malam disini ya?"


bagas langsung keluar dan memutari mobil untuk membuka pintu untuk rima.


"makasi mas"


bagas hanya membalasnya dengan senyuman dan merangkul rima dengan sangat posesif. mereka terlihat sangat serasi bagas yang tampan dan rima dengan wajah ayu walau tinggi badan rima dan bagas terlihat sangat kontras sekali. saat berdiri sejajar tinggi rima hanya sebatas dada bagas saja itu membuat rima terlihat sangat mungil saat bersanding di sebelah bagas.


rima mendongak, senyum manis terpatri di bibir mungilnya. sungguh ia merasakan bahagia berlipat ganda saat bisa berdua bersama bagas sekarang, padahal rasa yang ia miliki untuk bagas tak pernah dengan sengaja dihadirkan tapi setelah mereka saling terbuka dan jujur malah rima merasa semakin mencintai asisten pamannya ini.


"sayang mas bagas" ucapnya hanya dengan gerakan bibir.


bagas yang merasa digoda langsung mencubit hidung bangir kekasihnya, sungguh ingin sekali rasanya mengurung si gadis mungil nan cerewet ini kedalam pelukannya. sikapnya yang berubah-ubah selalu berhasil membuat bagas kelimpungan dan tak jarang juga membuat bagas dimabuk kepayang seperti sekarang ini.

__ADS_1


"meja atas nama bagas" tanya bagas pada salah satu pelayan kafe yang berdiri di pintu masuk.


"mari saya antar" sahutnya ramah.


"silahkan mas mba, ini menunya"


setelah memesan makanan dan minuman bagas pindah untuk duduk di samping rima, ia ingin memeluk rimanya.


"kenapa?"


"mau peluk" jawab bagas manja.


ga nyangka gini amat kelakuan mas bagas aslinya batin rima saat melihat bagas sudah merengkuh pinggang rampingnya dengan sangat posesif. walau merasa heran tapi rima sangat nyaman dengan perlakuan bagas pada dirinya, ia merasa sangat disayangi.


saat keduanya sedang asyik menikmati makanan, entah darimana wanita dengan heels hitam sudah berdiri didepan meja rima dan bagas.


"oh, perempuan ini selingkuhan kamu gas?" dengan sarkas wanita itu menuduh rima adalah selingkuhan bagas di depan banyak orang.


rima yang merasa dirinya di jadikan tertuduh langsung mendongak dan mendapati mita wanita yang tempo hari ribut dengan dirinya di kantor. rima tersenyum miring, merasa menang atas persaingan yang sebenarnya tak pernah ada itu.

__ADS_1


bagas hanya diam melihat kedatangan mita, ia masih mencerna apa maksud dari perkataan mita barusan.


"tenang banget tu muka, kayak ga ada dosa aja. apa udah biasa ngerebut punya orang. ngerayu atasan sendiri padahal bagas udah punya pacar" kembali mita melayangkan sindiran.


"ini tempat makan, kalau mba mau ribut ke ring tinju aja mba" seloroh rima dengan maksud mengusir tapi mita yang tak mengerti tetap berdiri disana dan bersiap untuk meluncurkan kata-kata pedasnya lagi. namun sebelum mita berhasil bersuara bagas sudah berdiri dan berbicara.


"sebelumnya apa kita ada hubungan sampai kamu menuduh rima merebut? bukannya kamu yang terlalu agresif menjadi wanita? kita baru kenal dan hanya tiga kali bertemu dan jangan lupa di pertemuan kedua kamu memaksa ku untuk bertemu orang tua mu padahal sangat jelas kita tak ada hubungan apapun" nada bicara bagas terdengar biasa saja tapi membuat semua orang langsung paham bagaimana mita sebenarnya.


"dia kekasih ku dan dia tak pernah merebut ku dari siapa pun. sebelum kami bersama aku dan dia sama-sama single jadi berhenti membuat onar dengan mengatakan rima adalah perebut milik orang"


kasak kusuk sudah terdengar disekeliling mereka tentu itu membuat mita merasa wajahnya seperti dilempar kotoran. ia kalah telak padahal awalnya ia sangat yakin akan mendapat simpatik dan berhasil mempermalukan rima didepan orang banyak. rencana yang ia susun saat melihat bagas dan rima masuk ke kafe ini gagal total dengan akhir yang justru mempermalukan dirinya sendiri.


**** umpat mita sambil lalu karena ia semakin banyak mendengar umpatan dari kaum wanita yang ada di kafe itu.


"sayang" bagas merengkuh tubuh rima karena bagas tau rima akan terserang panik bila dirinya mengalami atau menyaksikan kejadian yang sedikit saja membuatnya tegang.


"sstt sudah, mita sudah pergi. maafkan aku ya, karena aku kamu jadi begini" bagas semakin mengeratkan pelukannya saat melihat pundak rima bergetar menahan tangis.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2