kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
panas


__ADS_3

"seberapa jauh hubungan mba mita dengan mas bagas sebenarnya?" dengan suara bergetar akhirnya rima membuka suara.


"sayang" bagas menggelengkan kepala tanda tak membenarkan pertanyaan rima barusan.


"hahahahaha tanya kekasih mu, kami sudah bertukar peluh" jawab mita dengan seringai licik diwajahnya. ia yang sudah menggilai bagas akan terus melancarkan aksinya, sudah kepalang tanggung pikirnya.


"sayang, aku ga pernah ngapa ngapain sama dia" bagas memelas kearah rima. ia menatap kekasihnya dengan raut wajah takut rima akan mempercayai semua perkataan mita.


"laki laki ga akan ngaku kalau sudah dapat barang baru, apalagi barang barunya ladang uang yang subur" sindir wicaksono.


"panggil scurity" teriak heru.


"lebih baik kamu pikirkan bila ingin melanjutkan hubungan dengan bagas" ancam mita.


"aku akan terus mengganggu kalian sampai bagas jatuh ke tangan ku dan menjadi milikku"


"ayo pa" ajak mita sambil menarik tangan ayahnya untuk keluar dari sana. ia tak mau sampai diseret dengan tidak hormat.


"mit, kita harus minta laki laki brengsek itu bertanggung jawab padamu"

__ADS_1


"hei, bajingan kamu harus menikahi putri ku. bagaimana kalau mita sampai hamil" gertak wicaksono dan mendekati bagas ingin melayangkan tinju pada bagas.


bagas dengan sigap menangkap kepalan tangan wicaksono dan memelintir tangan pria baya itu


"argh"


"saya bisa laporkan bapak ke polisi dengan tuduhan tuduhan tidak berdasar, penyerangan, dan pencemaran nama baik" geram bagas.


"lebih baik kalian pergi dari sini sekarang sebelum saya panggil scurity "


"untuk mu mita, saya tidak menyangka kamu bisa melakukan hal serendah ini"


brak


wicaksono membanting pintu mobil saat keduanya sudah berada dalam mobil.


"kamu jadi perempuan kenapa rendah sekali mit? membiarkan lelaki yang bukan suami mu menjamah tubuh mu bikin malu keluarga saja" bentak wicaksono pada putrinya.


"aku sama bagas ga ngelakuin hal sejauh itu pa, aku mengarang cerita agar bagas tak disukai oleh mereka semua dan bagas bisa putus dengan pacarnya itu" jerit mita pada ayahnya, ia lelah karena terus dituntun untuk segera menikah namun sampai saat ini belum ada satu lelaki yang masuk dengan kriteria mita yang sangat tinggi.

__ADS_1


"apa maksud mu? sebenarnya apa yang terjadi mit?" tanya wicaksono sambil memijat keningnya yang berdenyut.


"papa diam saja, aku begini nekat juga karena terus papa tuntut untuk segera menikah. bagas yang ku lihat saat pertama bertemu sudah menarik perhatian ku jadi aku mau membuat bagas menikah dengan ku dan menjadi milikku"


"kamu sudah gila? sebenarnya kalian berpacaran atau tidak? atau kamu hanya mengarang saja tadi? kalau iya kamu sudah membuat papa malu didepan indra, kamu tidak tau bagaimana indra jika ia sudah marah. arrggghh mita kamu membuat papa dalam masalah besar karena ulah mu yang konyol ini" jerit wicaksono frustasi.


"aku ga perduli pa, papa mau aku menikah aku hanya akan menikah dengan bagas. titik"


sikap keras kepala mita terbentuk karena ia anak tunggal yang sudah biasa mendapatkan segala keinginannya dengan mudah bahkan sekarang ia pun bersikeras ingin memiliki bagas padahal sudah sangat jelas bagas tak memiliki perasaan untuk dirinya. wicaksono dibuat pusing tujuh keliling dengan sikap putrinya ini karena sudah bisa dipastikan mita akan melakukan segala macam cara agar bagas jatuh kedalam genggamannya.


pulang dulu saja nanti dirumah bicara dengan ibunya mita siapa tau dia punya solusi untuk anak keras kepala ini pikir wicaksono. wicaksono harus bisa mengendalikan mita bila tidak indra pasti akan membuat dirinya dalam masalah besar bisa saja usahanya yang akan menjadi taruhannya.


sementara di ruangan indra, empat orang itu masih diam mereka semua larut dalam pikiran masing masing sampai akhirnya heru memecah keheningan itu.


"kalian selesaikan masalah ini, biar papa dan om indra yang bertemu klien kali ini. gas saya ga mau kamu buat anak saya menangis camkan itu" heru bangkit disusul dengan indra.


"selesaikan dengan kepala dingin gas, ini untuk masa depan mu" indra menepuk pundak bagas sebelum keluar menyusul adiknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2