kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
habis enak


__ADS_3

sampai kehabisan napas, bagas terpaksa melepas pagutan bibir mereka saat menyadari rima mulai tak bisa bernapas dengan normal. keduanya menyatukan kening mereka, posisi keduanya saat ini sangat intim sekali. entah sejak kapan rima sudah duduk diatas pangkuan bagas dengan kaki yang melingkar dipinggang bagas. seolah tak perduli dengan posisi duduknya yang berbahaya karena bagas bisa saja tak dapat mengontrol diri. karena sejak ciuman mereka terlepas bagas sudah gelisah dengan menggeliat beberapa kali dan ada bagian tubuhnya yang bereaksi karena tekanan bokong rima diatas pangkuannya.


"hihi" rima terus mengerjai bagas.


"sayang" bagas menggeram ia merasakan hal baru dalam dirinya saat rima bergerak.


"hmm, cup" rima kembali mencium bibir bagas.


kembali keduanya berciuman namun kali ini bagas merebahkan tubuh rima diatas ranjang dengan dirinya berada diatas tubuh rima, walaupun keduanya masih berpakaian lengkap namun posisi ini sangat intim sekali.


lepas, harus terlepas lagi karena kehabisan napas.


"nakal dari tadi kok kamu yang nyosor terus" bagas gemas ia menjawil hidung mancung kekasihnya.


"habis enak" bisik rima sambil merengkuh leher bagas.


"ugh udah ya sayang, aku ga kuat lagi nahannya" wajah bagas nampak sangat tersiksa.


"mas mau kita cepet halal biar bisa ubek ubek kamu"


"hihi, mash" rima sengaja mendesah.


"kenapa kami jadi nakal gini sih" bagas dibuat frustasi.


"kita ijab dulu aja yuk, kelamaan nunggu bulan depan. ga tahan" kembali bagas menggeram menahan gejolak dalam dirinya yang semakin tak bisa ditahan


"ih, udah yuk keluar. aku gerah pengen minum yang seger seger" rima mendorong tubuh bagas yang masih menindih dirinya.

__ADS_1


huft, bagas berguling ketengah kasur. ia berusaha menarik napas demi meredam yang sudah terlanjur bangun.


"non" panggil siti.


"eh, iya" rima terkejut melihat siti sudah berada didepannya saat ia menutup pintu kamarnya.


"pak bagas nya sudah pulang non?" tanya siti pasalnya ia tak melihat bagas ikut keluar dari kamar putri majikannya.


"masih dikamar dia, lagi nidurin adiknya" rima cekikikan.


"udah dateng ya pesenam ku?" tanya rima yang melihat wajah siti yang kebingungan.


"eh, iya non. sudah dateng makanya saya kesini mau panggil non" sebelum tidur rima meminta siti untuk memesankan bakso dan es campur untuk mengobati demamnya.


"mau makan dimana non?" tanya siti sambil mengikuti langkah rima menuruni tangga.


"di gazebo belakang aja yuk, yang lain udah dibagiin kan?"


"ya udah yuk kesana"


.


.


"non rima di gazebo mas" suara si mbok mengagetkan bagas saat ia terlihat bingung mencari keberadaan kucing kecilnya yang begitu nakal.


"makasih ya mbok" bagas bergegas ke arah belakang dan ia melihat rima sedang mengusap peluh didahinya sambil menyedot mangkuk besar.

__ADS_1


"astaga" saat bagas berdiri tepat disamping rima dan melihat apa yang sedang rima lakukan.


"hihi pak bagas ga usah kaget lihat non rima nyedot es campur pake baskom" siti dan para pekerja yang sedang makan bakso bersama tampak cekikikan melihat ekspresi bagas yang terkejut.


"mas mau bakso?" tanya rima tak perduli dengan tampilannya saat ini.


"kamu cemong begini kenapa bikin aku jadi gemes sih" gumam bagas sambil meraih tissue dan membersihkan wajah rima yang sudah penuh keringat.


"habis ini enak banget mas, aku lagi demam perlu yang pedes dan seger" dalih rima yang memang sangat menyukai jajanan merakyat yang selalu membuatnya lupa diri.


"iya enak, aku mau pamit ya ada meeting sebentar lagi. nanti malam kalau ga sibuk mas jemput kita cari jajan ya?"


"gelato?" tanya rima antusias.


"iya apapun" jawab bagas sambil mengelus rambut rima.


"mas pergi ya? istirahat"


"hmm" rima mengangguk.


setelah kepergian bagas, rima kembali melanjutkan aksinya menikmati semangkuk bakso super pedas 2porsi es campur. sampai akhirnya keringat membasahi tubuh dan membuat badan rima kembali terasa entang tidak demam lagi.


"kenyang" ucap rima sambil mengelus perutnya yang sudah sangat penuh.


"non, jaga makan kan sebentar lagi nikah" siti mengingatkan.


"hmm, kalau inget mba hihi" rima menjawab sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


"diet juga ga jami kurus dan sehat kalau malah jadi penyakit ya mending makan bebas" rima tak akan pernah bisa menghindar dari yang namanya makan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2