
Outfit kekinian sepatu kets sling bag. Rima mematut dirinya didepan cermin setelah memilih pakaian untuk pergi jajan bersama bagas. Senyum merekah sejak sore di wajah rima saat bagas menelpon bahwa mereka jadi pergi sesuai janji bagas tadi pagi.
"Mau kemana?" Tanya heru saat rima duduk di sofa ruang tengah. Disana ada puji dan heru yang sedang rebahan di paha istrinya.
"Mau jajan" jawab rima singkat.
"His, sudah mau nikah masih aja suka jajan." Cibir heru.
"Papa" tegur puji saat suami sudah mulai akan mengusili putri mereka.
"Om titip jajan yang kamu beli." Suara indra mengejutkan ketiganya.
"Inget umur."
"Ga usah bawel, beli 1 atau 2 porsi aja rim buat om sama mama mu. Itu orang ga tau diri ga usah dihitung, awas aja nanti kamu ikut makan." Ancam indra. Sudah menjadi kebiasaan jika rima jajan maka ketiganya pasti akan ikut merecoki dan hal itu menjadi hiburan untuk mereka.
Assalamualaikum
Terdengar suara pria gagah pujaan hati rima.
"Masuk gas masuk." Indra seolah menjadi tuan rumah.
"Selamat malam pak." Sapa bagas sopan.
"Ayo duduk dulu, ingat gas ya. Jamu mau ajak anak saya jajan jangan lupa bawa juga semua jajanan yang rima beli. Saya sama puji nunggu." Kembali indra berkelakar dan itu menimbulkan cibiran dibibir heru atas tingkah kakaknya. Namun ia tak berkomentar karena sudah pasti akan kembali beradu mulut dengan kakak satu satunya.
"Hehehe baik pak, siap."
"Yuk mas, keburu malem dingin kan mau makan gelato."
"Tapi om, gelatonya ga bisa aku bawain pulang ya."
"Hmm iya, oke tapi ........."
"Yang lain pasti aku bawain." Rima langsung memotong ucapan indra dan mencium pipi paman kesayangannya.
"Kenapa om yang kami cium rima bukannya papa." Heru langsung bangkit dari rebahan saat melihat rima melayangkan ciuman di pipi indra.
__ADS_1
"Heleh, sewot aja."
"Mbok, saya mau sekoteng yang tadi saya request dong." Indra berlalu menuju dapur.
"Papa" rima langsung memeluk ayahnya. Cup
"Jangan ngambek" rayu rima.
"Kamu selalu melupakan papa kalau sudah ada om mu."
"Karena om spesial tapi papa yang paling ter the best." Rayu rima kembali.
"Hah, kamu selalu cepat buat papa luluh. Sudah sana berangkat biar ga pulang kemalaman kasihan bagas belum dapat istirahat."
"Pa ma, pergi dulu." Pamit bagas.
"Bye mama papa." Pamit rima.
Bagas membukakan pintu untuk rima dan ia berputar ke kursi kemudi lali melajukan mobilnya kearah kedai gelato yang tak jauh dari rumah rima.
"Iya, disana aja nanti makan di kafe sebelahnya ya mas? Disana spagetinya enak banget." Ajak rima dengan menampilkan puppy eyes nya.
"Iya sayang" bagas mengecup tangan rima.
.
.
"Spageti meat ball sama smoothies stroberi. Mas mau apa?"
"Makannya samain sama kamu sayang, minumnya mas es jeruk aja."
"Ada yang lain lagi mba mas?" Tanya pelayan saat selesai mencatat pesanan mereka.
"Itu saja mba."
"Baik, mohon ditunggu."
__ADS_1
Sebelum membeli gelato bagas mengajak rima untuk makan malam terlebih dahulu dan rima mengiyakan ajakan bagas.
"Loh kenapa mas?" Bagas berpindah duduk disebelah rima.
"Ga enak duduk hadapan hadapan kayak lagi meeting aja, ga bisa peluk kamu. Aku lemes banget seharian meeting sama pak indra sama papa." Bagas langsung mengeluh dan bermanja disebelah rima.
"Ngalem" tapi rima langsung mengelus punggung bagas.
Makan datang mereka makan sambil sesekali membahas kekurangan dalam menyiapkan hari pernikahan.
"Besok aku sama mama mau ketemuan sama orang catering sama sovenir sekalian ibu sama dini juga mas. Jadi aku kerja setengah hari aja."
"Iya, besok pagi mas jemput. Biar siangnya berangkat bareng."
"Mas mau ikut?"
"Hmm"
"Ikut ikut tapi cuma iya iya aja ga ada tuh pilihan mas disana."
"Jangan ngambek jangan ngambek, mas kan udah bilang mas mau semuanya sesuai keinginan kamu karena keinginan mas cuma satu cepet cepet halalin kamu. TUgas mas cuma satu ngehafalin ijab kobul." Jawaban itu sudah entah berapa kali rima dengar.
"Ngeles terus mas ah."
"Jangan desah sekarang sayang."
"Otak mesum, ayuk beli gelato." Ujar rima gemas karena bagas selalu membuat rima merona malu saat digoda.
"Oke, siap ibu ratu. Mas bayar dulu ya."
"Iya aku ke toilet bentar."
"Iya sayang."
Dengan bergandengan tangan, mereka berpindah ke kedai gelato yang berada disebelah kiri kafe tempat mereka makan tadi. Malam ini bagas ingin memanjakan rima dengan jajan sepuas hati rima karena melihat rima bahagia adalah keinginan bagas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1