
tut tut tut
rima berdecak jengkel saat panggilan dari heru sudah berakhir. ayahnya menelpon agar rima ikut dengan bagas karena makan malam dengan klien akan segera di lakukan. ini pasti kodok ngorek ngadu ke papa pikir rima kesal.
"benci" jerit rima sesaat sebelum pintu lift terbuka dan dia berjalan keluar.
tin tin tin
rima merunduk untuk melihat siapa di dalam mobil yang sekarang berhenti didepannya. hmm kodok ngorek ucap rima dalam hati.
"ayo masuk"
his ga ada baik baiknya, aku disuruh masuk gitu aja dia ga bukain pintu. semakin menjadi kekesalan rima pada bagas.
brak
rima membanting pintu mobil bagas saat ia berhasil mendaratkan bokongnya di kursi samping sopir.
"hei" bagas tampak geram.
"jangan banting keras keras, baru lunas ini"
rima yang kepalang kesal tak perduli dengan protes bagas.
"bodo amat" umpat rima.
"ayo jalan kata papa udah telat disuruh cepet ini malah ....." omel rima karena bagas tak kunjung menjalankan mobilnya.
greb
cup, bagas mencium bibir rima dengan lembut.
"hmm" rima mendorong dan memukul dada bagas, mereka masih di depan lobi kantor tapi bagas seolah tak perduli dimana mereka sekarang.
bruk bruk bruk
rima terus memukul dada bidang bagas saat ciuman mesra itu terlepas. mesra untuk bagas tapi tidak bagi rima, karena saat ini matanya merah menyala menandakan kalau dia sedang dalam amarah yang tinggi bibirnya terus mengumpat bagas dengan berbagai kata kata kasar.
__ADS_1
greb
lagi bagas menyergap tangan mungil rima tapi kali ini bagas tak lagi memberi ciuman namun berbisik di dekat telinga rima.
"sstt kalau berisik lagi aku bakal lakuin hal lebih selain ciuman tadi"
seketika tangan rima melemah dan dia langsung menyandarkan tubuhnya di kursi. sambil mengatur nafas rima memejamkan mata demi meredam rasa kesalnya. bagas menjalankan mobilnya tak sampai lima menit mobil itu sudah berhenti.
"disini?" tanya rima seketika matanya yang sejak tadi terpejam langsung terbuka saat merasakan mobil berhenti.
"tau cuma nyebrang gini ga usah ribut sama kamu sampai drama kissing segala, huh," dengus rima sambil bersiap untuk mengomel lagi.
"yang ku kira kalem pendiam ternyata banyak bacot" ucapan bagas berhasil menghentikan omelan rima.
brak
lagi lagi rima membanting pintu mobil.
"hei" teriak bagas karena rima langsung berlari ke dalam restoran saat berhasil membanting pintu mobil bagas untuk kedua kalinya.
hahahaha
"untung gue di tolak, coba kalok dia jadi bini gue buset semua barang bisa hancur kalok dia udah ngambek. eh tadi gue cium dia" gumam bagas sambil masuk ke dalam restoran dengan senyum mengembang di bibirnya.
rima sudah duduk di sebelah heru dan sedang memesan menu untuk makan malam mereka. dan saat melihat kedatangan bagas dia melihat bagas senyum senyum sendiri.
pasti deh keinget kissing di mobil tadi, emang kurang ajar ni cowok. teriak batin rima dia langsung memberi mata melotot pada bagas saat pria itu duduk tepat di depannya.
*
*
*
setelah acara makan malam selesai tak juga ada kolega bisnis atau klien yang di maksud muncul di meja mereka. rima yang rasa kesalnya sudah berganti dengan rasa kantuk karena kekenyangan siap memberi protes pada sang ayah.
"pa"
__ADS_1
"hmm"
"pa"
"iya"
"papa ih, mana katanya klien yang papa bilang? ga ada dateng sampe mengkilat bersih gini piring aku"
"masih aja suka ngambek kayak bocil"
"om, kalian ngerjain aku ya?" tebak rima pada ketiga pria itu.
bagas yang ikut di tuduh hanya diam sambil menikmati hidangan penutupnya. sementara ayah dan om nya sedang sibuk dengan HP masing masing.
"pa ayo pulang, aku ngantuk udah kenyang mau mandi lengket capek pa"
"tunggu mama sama tante okta dulu" ucap heru.
"maaf lama" okta dan puji serempak.
rima memicingkan mata, ia menatap curiga pada sang ibu yang penampilannya berbeda sekali malam ini.
"mama sama tante mau kemana?" cecar rima.
"mau ke pesta ulang tahun temen mama waktu SMA sama papa om tante kamu juga kok"
"terus?"
"ya kami berempat mau pergi dulu lah" jawab heru pada putrinya.
"kenapa papa nyuruh aku disini, klien ga ada dan sekarang kalian mau pergi?" wajah rima memerah ia menahan emosi padahal baru saja rasa kesalnya berkurang.
tanpa pamit rima pergi dari sana tak menghiraukan semua orang yang menatapnya dengan rasa bersalah. bagas yang merasa canggung memutuskan untuk pamit dia berniat menyusul rima.
"maaf pak bu, saya pamit duluan" ucap bagas sambil menundukkan sedikit badannya.
saat sampai di depan restoran bagas mencari rima tapi tak menemukannya, akhirnya bagas ke parkiran untuk mengambil mobil dan mencari rima. setelah berkendara sekitar lima menit bagas tak menemukan rima, apa mungkin sudah naik taxi pikir bagas. bagas meraih HP di dalam kantong celananya dan menelpon rima tapi samai panggilan lima kali tak ada jawaban.
__ADS_1
"makin ngambek dah tu cewek lagian bapaknya juga iseng banget" gumam bagas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=