kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
nestapa indra


__ADS_3

"airaaaaaaaaa" hosh hosh hosh okta terbangun dengan peluk membasahi keningnya.


"sayang"


okta tak mengindahkan panggilan suaminya ia berlalu begitu saja menuju kamar aira yang berada di seberang kamarnya dan indra. indra merasa bingung dengan sikap istrinya memutuskan untuk mengikuti kemana langkah istrinya itu.


ceklek


"untung saja aira masih disini" gumam okta saat melihat tubuh gadis kecilnya yang sedang meringkuk dalam selimut bunga sakura kesukaannya.


"kamu kenapa? ayo keluar itu aira lagi nyenyak nanti dia ke ganggu" indra menarik tangan okta untuk duduk di sofa ruang tv depan kamar mereka.


"kenapa?" indra mengulangi pertanyaannya tadi karena okta hanya diam saja.


"aku mimpi aira di culik mas, sama .... sama...."


"sama siapa?" potong indra.


"mba ambar, mimpi ku kayak nyata mas. aku takut banget" okta menunduk bahunya bergetar ia menangis.


"ssttt hanya bunga tidur, ga usah dipikirin. ayo tidur lagi masih jam 3 pagi masih jauh matahari terbitnya"


dengan perasaan tak tenang okta mengikuti indra untuk tidur walau sebenarnya okta hanya memejamkan mata saja sampai suara adzan subuh berkumandang.


---------->


"ya, lakukan hari ini tunggu di depan sekolahnya. awasi terus sejak pagi, fotonya sudah ku kirim lakukan dengan bersih"


tut tut tut


setelah memutus sambungan telpon ambar membanting HPnya ke atas ranjang.


"kalian bahagia sementara aku terpuruk seperti ini, dulu aku hidup enak bisa foya foya sekarang harus makan seadanya dan malu keluar rumah. indra cuma memberi rumah mobil dan mini market kecil untuk ku, sementara okta dan anaknya mendapat semua yang harusnya tetap menjadi milikku"

__ADS_1


beberapa bulan belakang ambar menyusun rencana untuk menyakiti ambar melalui aira putrinya yang masih berusia 7tahun. setiap hari ambar mencari informasi tentang okta dan aira dengan mengawasi keseharian aira di sekolah bahkan di tempat les.


---------->


pukul 09.25 siang jam istirahat pertama semua siswa berhamburan keluar kelas termasuk aira anak okta yang baru saja duduk di bangku sekolah dasar.


greb


"hmm hmm hmm" senyap suara bocah kecil itu menghilang.


penculik suruhan ambar dengan mudah menangkap aira saat anak itu sedang menemani temannya membeli jajanan di depan sekolah. situasi yang ramai sangat memudahkan penculik untuk mengeksekusi aira di tambah anak anak semua fokus pada jajanan yang mereka ingin beli.


"berhasil?"


".........."


"ya bagus, bawa saja dulu nanti sore saya kesana. ingat kasih makan sama minum"


tut tut tut


sementara di rumah puji, okta sedang bertandang ke rumah saudara sepupunya yang sekarang sudah menjadi adik iparnya itu.


"kenapa?" tanya puji saat ia berhasil menyelesaikan membuat salad buah.


"perasaan ku ga enak banget mba dari semalem. aku mimpi aira di culik"


"mimpi itu cuma bunga tidur, udah berdoa yang baik baik aja semoga aira aman"


jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang okta memutuskan untuk pamit pulang dan bersiap menjemput putrinya di sekolah dan kemudian menemani les.


kring kring kring


begitu masuk kedalam rumah ada panggilan suara dari indra.

__ADS_1


"tumben banget mas indra nelpon jam segini?" gumam okta sambil menggeser tanda hijau.


"ya mas"


"sayang, biar mas yang jemput aira ya kamu di rumah saja. kebetulan hari ini mas ingin makan siang dengan aira dan hari ini aira libur saja dulu lesnya. kamu sekalian telpon tempat aira les ya bilang kalau aira libur dulu" panjang lebar indra menginstruksi istrinya di sebrang telpon.


okta mengerutkan dahi, tumben banget mas indra cerewet begini pikir okta.


"mas emang ga sibuk? biar aku aja yang jemput mas. besok minggu kan mas bisa ajak aira pergi berdua kalau memang pengen habiskan waktu sama aira. aku janji ga akan ikut deh" tawar okta.


"ga bisa, harus hari ini. mumpung ga ada rapat dan ketemu klien" indra ngotot dengan keinginannya.


okta mendesah, akhirnya ia pasrah dan mengikuti kemauan suaminya.


"gimana kak?" terlihat jelas heru ikut khawatir saat indra mengabari kalau aira diculik.


"okta aman, kamu jangan kasih tau puji sama rima. mereka berdua bisa sakaw kayak kemarin pas liat ambar ngamuk"


"gimana gas? udah ada kabar? gesit gas gesit" tanya indra pada bagas dengan nada tegang.


"sedang di lacak pak, kalung yang saya berikan untuk aira ke bapak kenapa lokasinya dirumah??


"pasti dilepas sama okta, dia ga tau kalau kalung itu isi GPS nya"


ketiganya diam, mereka larut dalam pikiran masing masing. indra merasa sangat kecolongan sampai aira bisa di culik dan sudah hampir tiga jam belum ada kabar dari orang suruhan bagas.


bagaimana kalau okta tau aira di culik? sekarang siapa yamg bisa aku andalkan untuk menemani okta? puji tidak akan bisa berbohong apalagi rima, tapi kalau aku pulang dan tak membawa aira pasti okta akan histeris. tuhan cobaan apa lagi ini? kenapa harus terus begini?


"her, kamu tolong pulang cepat. buat kesibukan di rumah mu biar okta juga bisa ikut sibuk di sana"


"tapi kak"


"biar aku di temani bagas saja, kamu jaga okta puji dan rima. mereka bertiga sama lemahnya"

__ADS_1


heru mengangguk, apa yang dikatakan indra adalah benar. ketiga wanita itu pasti akan histeris bila mengetahui kabar aira diculik dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2