
seminggu sudah bagas dan rima di mabuk cinta, walau masih belum di publikasikan namun indra dan heru yang sama pekanya tentu bisa membaca gelagat aneh dari kedua sejoli itu. bagas yang semakin hari bagas terlihat semakin bahagia dan senyum sering terlihat di wajah tampannya.
"kamu lagi jatuh cinta gas?" tanya indra saat ia heru dan bagas sedang di ruang rapat padahal rapat sudah berakhir sejak 10menit yang lalu.
"eh, bagaimana maksudnya pak?" tanya bagas gelagapan seperti orang yang sedang tertangkap basah.
"saya lihat sekarang kamu selalu senyum dan banyak lagi perubahan sama dirimu. apa kamu sudah punya pacar?"
"hmm, kebetulan sudah pak" jawab bagas seadanya tapi lirikan matanya menyiratkan ketegangan.
jangan sampai ketahuan sekarang sama pak heru bisa patah hati lagi gue nanti karena harus pisah sama rima batin bagas membeo.
heru yang mendengar bagas sudah memiliki kekasih memilih diam walau sebenarnya ia menyimak obrolan antara kakak dan asistennya itu, heru langsung teringat rima putrinya pikirannya nelangsa akan nasib kurang beruntung putrinya untuk masalah percintaan yang tak pernah berjalan mulus.
ketiganya berjalan beriringan karena jam makan siang sudah hampir tiba, mereka berencana makan di restoran depan kantor karena jam tiga sore nanti akan ada tamu penting. saat ketiganya menuju lift rima juga baru keluar dari ruang divisi keuangan untuk membeli makan siangnya.
"sayang" panggil bagas dalam hati ia tak begitu berani memanggil kekasihnya sementara didepannya ada ayah dan paman rima.
"pa" panggil rima.
"mau kemana?"
"makan siang" indra yang menjawab karena heru terdiam melihat putrinya karena mengingat perkataan bagas yang mengiyakan bahwa dirinya sudah memiliki kekasih.
"yuk ikut" indra mengapit lengan rima untuk ikut bersama.
"traktir ya om?" manja rima.
"makan siang kali ini saya mau kamu yang traktir ya gas?" indra menoleh kebelakang dimana bagas berada.
"ha pak?" bagas nampak kebingungan.
"ya anggap sebagai perayaan karena kamu sudah memiliki kekasih"
__ADS_1
"mas bagas sudah punya pacar?" tanya rima berpura-pura terkejut.
"calon istri lebih tepatnya non" sambung bagas terdengar tegas.
"kapan kamu mau menikah gas?" tanya heru menimpali walau wajahnya terlihat datar tapi ia sangat khawatir pada putrinya.
"secepatnya" jawab bagas mantap.
"asal bapak merestui saya siap menikahi rima besok"
"apa?" heru dan indra sama terkejutnya dengan penuturan bagas.
"jadi?" kembali kakak beradik itu kompak.
"iya pak, rima adalah pacar saya"
"hah, ayo kita bicara sambil makan. saya lumayan kaget ini" seloroh indra mencoba mencairkan suasana.
"his kalian" heru yang melihat itu tentu menjadi keki dan berjalan lebih dulu.
"mas lepas" bisik rima yang kini ditarik untuk mengikuti heru dan indra yang sudah berlalu lebih dulu.
"ga, aku mau pegang kamu" ucap bagas tak ingin dibantah.
"dasar ........" belum sempat rima menyelesaikan ucapannya bagas sudah menyela.
"apa?" ia melotot tapi membuat wajahnya terlihat sangat lucu.
"kang bucin"
"budak cinta?" tanya bagas memastikan.
rima mengangguk.
__ADS_1
"iya, aku budak cinta mu" jawab bagas yang sudah memajukan bibirnya ingin mencium rima.
"bagas" teriak dua pria baya dari dalam lift.
"eh pak" bagas salah tingkah saat kepergok akan mencium rima.
hihi mas bagas beneran kang bucin ucap mita dalam hati.
"kamu jangan macam-macam ya gas" tajam sorot mata heru saat dua sejoli itu sudah berada dalam lift dan mereka meluncur ke lobby.
"maaf pak" lihir bagas menjawab ia merasa sangat malu saat ini.
"sini kamu" panggil bagas pada putrinya.
"anak gadis, nakal" heru langsung merengkuh tubuh mungil mita untuk masuk kedalam pelukannya. terdengar ada helaan nafas berat dari sang ayah membuat rima mendongak, namun yang ia dapatkan adalah senyum bahagia dan kecupan ringan di pucuk kepalanya.
"papa" gumam rima lihir.
"kalian harus segera menikah gas"
"siap pak" jawab bagas pada indra.
.
.
akhirnya bakalan nikah cok, asyek nikah ga sabar belah duren eh🤪
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1