
"sayang"
brak
okta membanting pintu kamar dengan keras sebagai tanda protes pada suaminya. tega sekali pikir okta seharian indra membohongi dirinya tentang penculikan yang putrinya alami.
"huft, dasar perempuan. ga ngerti kalau kami kaum pria menjaga hati mereka eh ini bukannya terimakasih malah ngambek. jangan aja sampe aku tidur di luar" rutuk indra sambil membuka pintu, pemandangan pertama yang indra lihat saat masuk ke dalam kamar adalah tubuh istrinya yang meringkuk membelakangi pintu.
bodo amat lu mau ngambek gue capek pikir indra. ia tak berniat sedikitpun untuk membujuk istrinya yang tengah merajuk.
.
.
semalaman okta tak bisa memejamkan mata dengan tenang, sebentar sebentar matanya terbuka karena di dadanya bercokol emosi yang di abaikan oleh indra. niat hari merajuk dan mendiamkan sang suami malah sebaliknya indra cuek dan tak sedikitpun membujuk malah tidur dengan sangat nyenyak bahkan sampai mendengkur. melihat hal itu berulang kali okta mengumpat dalam hati atas kelakuan suaminya ini.
ga peka, sebelum nikah manis banget ngerayu romantis sekarang pas udah nikah ga ada usaha sama sekali buat bujukin aku. emang bener kata orang kalau sudah dapat ya sudah selesai.
"hoam"
indra menggeliat tidurnya terasa berkualitas sekali, semalam ia langsung mandi air hangat dan segera pergi merajut mimpi. melirik ke arah samping dan tak mendapati keberadaan istrinya, indra langsung turun ke lantai bawah dan menuju ke rumah adiknya. mau minta susu jahe sekalian sarapan buatan puji pikirnya, urusan okta nanti saja masih malas rasanya meladeni wanita yang merajuk.
"apa" hardik heru dengan culas.
"ngegas aja, si mbok mana?"
__ADS_1
"his"
"saya pak, mau susu jahe hangat"
"nah, sip saya tunggu disini ya mbok"
"iya pak, mau sekalian mawut singkong pak?" tanya si mbok sopan.
"wah mau mbok"
"ck kesini pasti emang mau numpang sarapan"
"ga usah berisik ru, jangan nambah nambahin beban lah kamu. ini masih pagi banget"
"oh, dia disini? biar biar, masih ngambek itu. biar aja" ucap indra cuek.
capek pikir indra mengalah dan terus merayu wanita, pengalaman bersama ambar yang membuat indra merasa kalau membujuk wanita yang sedang ngambek adalah pekerjaan yang sia sia.
.
.
"mas kamu maunya apa sih? aku diem kamu malah makin diem cuekin aku?" suara okta terdengar begitu lantang, sekarang mereka berada di kamar karena setelah numpang sarapan di rumah heru mereka langsung pulang.
indra mengernyit mendengar hardikan dari istrinya.
__ADS_1
"apa?" tanya indra tenang.
"kenapa kamu diemin aku?"
"kami mau aku bujukin kamu? begitu? ta, kamu sudah bukan perawan yang baru menikah pertama kali. aki berusaha memberi kenyamanan padamu dengan cara seperti kemarin tapi sepertinya kamu beda persepsi dengan aku. jadi ya sudah kalau kamu mau ngambek silahkan di lanjutkan karena aku tak punya waktu untuk meladeni tingkah kekanakan kamu ini"
okta terdiam, ia tak menyangka kalau sikapnya bisa mengubah indra jadi seperti ini. ia hanya berfikir egonya harus dituruti oleh indra.
"kamu mau kemana mas?" suara okta bergetar air mata sudah mulai membasahi kedua pipinya.
indra pergi setelah memakai pakaian santai dan tak lupa ia mengambil dompet hape serta kunci mobilnya.
"mas" teriak okta masih terdengar jelas di telinga indra tapi lagi indra tak menghiraukannya.
percuma, semua usaha yang aku lakukan tak ada artinya dimata mu jadi aku biarkan kamu dengan semua keegoisan mu. tiga kali menikah hanya fatma yang sungguh sungguh menjadi cinta dan istri yang sebenarnya untuk ku.
membandingkan yang sudah tiada dengan pendamping hidup yang sekarang adalah sebuah kesalahan. indra faham akan hal itu namun menurutnya dari ketiga wanita yang dia nikahi memang hanya fatma yang mencintainya dan menjadi sosok istri terbaik bagi indra.
harusnya fatma tak pergi, pasti aku akan bahagia bersamanya dan anak anak kami. indra akan terus mengenang cintanya untuk fatma sampai hembusan nafasnya berakhir.
"aku datang sayang, papa jenguk adek dan mama"
indra melajukan mobilnya ke pemakaman keluarga dimana istri dan bayi kecilnya dimakamkan bersama dengan anggota keluarga lainnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1