
memiliki malaikat kecil yang cantik sehat menggemaskan walaupun kehidupan dengan pasangan tak memiliki arti yang lebih hanya sekedar status semata tak menyurutkan kebahagiaan dimas. sore ini dia membawa anak serta kedua orang tuanya pergi ke sebuah taman yang memang selalu ramai saat sore hari dan pagi saat weekend. dulunya, dimas sering mengajak rima untuk duduk santai disini sambil menikmati aneka jajanan dan minuman yang dijual. sekelebat bayangan bahagia masa lalu dengan orang yang masih merajai hatinya membuat senyum getir tersungging di sudut bibir dimas.
usia ella sudah akan menginjak satu tahun sekitar dua bulan lagi, dia sudah pandai berceloteh dan sekarang sedang belajar untuk berjalan. semua orang dirumah akan lelah bila sudah mengasuh ella, karena ella adalah anak yang aktif dan periang. gerakannya cukup gesit dan bila di lepas sebentar saja dia akan menghilang entah kemana.
dimas sedang asik menemani putrinya berkeliling ke sana kemari, berjalan dengan tertatih namun senyumnya tak pernah surut. walau tak mendapat perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu, ella tak pernah murung dan rewel. bela yang sering pergi keluar rumah untuk menghabiskan waktu di rumah ambar dan mengabaikan ella tak menjadi masalah bagi dimas, memang sejak awal tak ada campur tangan bela dalam merawat ella.
"papapa papa" celoteh ella membuat gemas siapa saja yang melihatnya.
"ya nak, adek capek ya? sini papa gendong ya"
dimas langsung menuju ke orang tuanya yang sedang santai duduk lesehan sambil menikmati batagor dan segelas jus. sejak tadi ada mata yang menatap nanar ke arah dimas dan ella, mata yang menyiratkan kegetiran dan hati yang diremas oleh tangan yang tak nampak. rima berada disana, entah kenapa sepulang dari kantor dia ingin mampir ke taman ini bukan karena mengingat kenangannya dengan dimas. rima ingin membeli jajanan kesukaannya disini tapi dia malah di suguhkan kebahagiaan ayah dan anak yang sedang asik bercengkrama.
dimana bela? kenapa dimas hanya dengan orangtuanya dan anak kecil itu saja pikir rima saat tak melihat adanya bela disana. masih ada rasa sakit yang mengganjal di hati rima, mata rima sudah memerah menahan air mata yang akan menetes. kenapa masih ada rasa sesak ini tuhan, dia sudah bahagia dia bisa hidup tanpa aku kenapa aku masih meratapi kecewa ku? kenapa tuhan, sesak rima.
__ADS_1
disaat bersamaan dimas menangkap sosok wanita pemilik hatinya, dengan jelas dimas melihat tubuh mungil dengan raut sedih dari rima yang sedang mengantri membeli es kacang merah kesukaannya. sama dengan rima, ada nyeri di hati dimas saat bertemu kembali dengan masa lalunya.
mas masih cinta kamu rim, sampai nafas ini berhenti walaupun ada ella yang mas jadikan pengobat kesepian karena perpisahan kita. gumam dimas dalam hati dengan raut muka murung yang dilihat oleh orang tuanya.
"yah" panggil ibu dimas dan memberi arahan agar melihat keberadaan rima disana. ayah dimas hanya menganggu sebagai jawaban.
mereka berdua masih saling mencintai namun besar rasa kecewa dan penyesalan yang menyelimuti hati membuat semuanya membeku pikir kedua orang tua dimas.
didalam mobil rima menangis tersedu, setelah mendapat semua pesanannya rima gegas kembali ke mobilnya ia tak tahan berada di sekitar dimas. ingin meraung dan menjerit meluapkan segala sesak di dadanya hanya itu yang rima inginkan saat ini.
"ikhlaskan, bahagiakan diri kalian. bukan jalan kalian untuk bersama, bersyukurlah kamu karena ella sebagai penguat mu saat ini. pasrahkan segalanya" nasehat untuk dimas.
"kita pulang yuk bu, sudah sore kasihan ella" dimas mencoba mengabaikan ayahnya, bukan karena marah di nasehati tapi hatinya tak sanggup untuk menerima kenyataan pilu ini.
__ADS_1
waktu tak bisa menjamin sebuah luka akan sembuh, entah apakah keikhlasan benar bisa membuat segalanya membaik seperti kata kebanyakan orang. itu yang selalu dipikirkan dimas rima selama hampir dua tahun terbelenggu karena kandasnya jalinan kasih mereka.
"pulang ya sayang, besok lagi main kesini" ajak sang nenek dan meraih tubuh tambun cucu perempuannya.
"ga ada yang mau di beli bu?"
"tolong belikan cemilan untuk yang di rumah dim, apa saja untuk teman kita ngumpul di teras belakang" kata ibunya.
"iya, ayah sama ibu ajak ella beli mainan disana dulu" kata ayahnya.
"iya, dimas cari jajanan dulu ke sana. entar langsung ke mobil saja yah"
mereka berpencar sebelum pergi dimas membayar makanan yang di belinya tadi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=