kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
merajuk part 1


__ADS_3

belum sampai di rumah bagas mendapat tugas dari bos besarnya siapa lagi kalau bukan indra. indra menelpon meminta bagas untuk mengambil berkas perceraiannya dan memastikan rumah mobil dan sebuah usaha yang sudah indra persiapkan untuk okta. bagas tentu dengan sigap segera melaksanakan semuanya karena besok okta harus sudah pindah dari kediamannya bersama indra. bagas sebenarnya menyayangkan keputusan indra untuk kembali berpisah dengan pasangannya namun sebagai bawahan bagas tak bisa berbuat banyak karena semua adalah hak indra.


hati yang sedang kasmaran membuat semua hal terasa begitu berbeda, tapi saat jam menunjukkan pukul 8malam rima mulai dirundung gelisah karena tak kunjung mendapat kabar dari pujaan hatinya. oke tunggu 2jam lagi pikir rima masih memberi waktu dan kesempatan namun sampai rima terlelap tak juga ada kabar yang bagas kirim untuknya. sampai pagi menjelang matahari sudah mulai menampakan diri, rima terbangun dari tidur lelapnya. ia meraih ponsel di samping bantal dan tak juga ada notifikasi pesan atau telepon dari bagas membuat mendung mengudara diatas kepala rima detik itu juga.


"kemarin aja kesenangan ngemut sampe bolak balik bilang cinta habis itu ilang kayak ditelan longsor dasar kodok ngorek ngeseliiiiiiin" gerutu rima sambil beranjak ke kamar mandi.


hanya 20menit rima sudah siap pergi bekerja di perusahaan milik keluarganya yang bisa di pastikan akan menjadi tanggung jawabnya.


tuk tuk tuk


suara flat shoes yang rima kenakan beradu dengan anak tangga saat dirinya turun kelantai dasar untuk sarapan bersama kedua orang tuanya dan tentunya indra si duda anyar.


"hmm". nampaknya heru mencium aroma tak mengenakkan dari ekspresi datar putrinya pagi ini.


kenapa lagi ni anak semata wayang, semalem kayaknya bahagia banget eh sekarang kusut kayak lap lecek gitu mukanya batin heru.


.


.


hari ini moodnya kembali anjlok, seperti harga saham yang seketika bisa melambung tinggi dan turun tiba tiba. bibir mengerucut dan gerakan lambatnya semakin mempertegas kalau hari ini rima benar benar tak memiliki semangat hidup.


"kenapa lu?" tanya anwar.

__ADS_1


"lagi PMS?" selorohnya kembali.


rima hanya mendengus sambil mengangkat kedua bahunya, bahkan untuk sekedar mengobrol saja ia enggan karena saking tak bersemangatnya.


"rima" suara bagas menggelegar saat memanggil namanya.


"sudah jam berapa ini kenapa kamu belum membawa laporan ke meja saya?"


mati aku batin rima menjerit. dengan ragu ia bangkit dan berbalik menghadap bagas yang sekarang sedang berdiri didepan pintu ruangannya. bagas mengangkat dagunya seolah bertanya mana.


"belum selesai pak" jawab rima lihir.


"ke ruangan saya sekarang"


ceklek


"sayang" panggil bagas lembut seolah tak ada amarah dari dana bagas memanggil rima.


rima yang mendengar itu sontak kembali ingat dengan rasa kesalnya karena sudah diabaikan.


"maaf pak pekerjaan saya belum selesai mungkin nanti sore say serahkan" rima mencoba untuk mengabaikan bagas.


"kamu sakit sayang?" bagas mendekat namun rima mundur dua langkah.

__ADS_1


"kenapa?" bagas mengernyit bingung.


"ini kantor" tegas rima.


"saya permisi"


"sayang" panggil bagas namun rima tetap pergi dari ruangan bagas.


huft bagas menghembuskan nafas berat, pekerjaannya sedang banyak dan kekasih hatinya mulai merajuk. komunikasi mereka yang tak lancar membuat kesalahpahaman memicu kerenggangan ini padahal baru kemarin siang mereka mengukuhkan hubungan dengan berpacaran.


kayaknya ngambek karena gue cuekin batin bagas. tapi gue beneran sibuk banget, gimana caranya ngebujuk coba kalau di deketin aja udah ngegas.


akhirnya bagas mencoba mengirim pesan pada rima dengan harapan mereka bisa bicara.


"sayang, aku minta maaf. kemarin langsung sibuk sampai ga sempet ngabarin. jangan ngambek ya? kita makan siang di ruangan ku mau? aku pesan makanan buat kita berdua" send.


tuk tuk tuk, bagas memainkan pulpen diatas meja sambil menunggu balasan pesan dari rima. sampai 10menit menunggu tak juga ada tanda tanda rima membalas, bagas kembali mengetikkan pesan.


"sayang" send.


**** umpat bagas, udah setengah jam ga juga ada balasan. emang perempuan bikin pusing, dikejar nolak ditinggal ngamuk. udah berhasil dipeluk masih aja ada cara buat ngambek, apa gue kawinin aja sekalian ya biar ga pusing gini kepala. eh kok


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2