kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
membatalkan pernikahan


__ADS_3

2minggu sudah sejak kejadian rima memergoki dimas dan bela, selama itu juga rima menghindar dari dimas. setiap hari sepulang bekerja dimas akan mampir kerumah rima untuk bertemu rima dan ingin meminta maaf, tapi selalu saja rima menolak bertemu. orang tua rima selalu mengatakan rima sedang istirahat dan tak ingin di ganggu. dimas benar benar frustasi ketakutannya kehilangan rima dan di tambah teror yang dilakukan oleh bela semakin menambah buruk kondisi kesehatan dimas.


orang tua dimas menyadari perubahan sikap dimas seminggu belakangan ini, tapi saat ditanya dimas hanya akan bilang dia baik baik saja hanya sedang banyak pekerjaan kantor.


sampai di hari sabtu pagi tepat 3minggu sebelum acara pernikahan rima dan kedua orang tuanya datang ke rumah dimas secara mendadak tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. ayah dan ibu dimas yang mendapati calon besan mereka berkunjung tentu merasa senang, berbeda dengan dimas yang langsung panik.


"duh besan pagi pagi kerumah ga kasi kabar, saya jadi ga sempet siapin apa apa ini" ucap ibu dimas


" ga perlu repot repot mba, kami hanya mampir sekalian nemenin rima katanya ada yang mau disampaikan"


"ayok mari masuk duduk dulu kita minum teh sambil ngobrol di dalam"


ibu dimas berlalu ke dapur tapi sebelumnya dia memanggil suami dan anaknya dimas,


dimas dan ayahnya sudah menemani rima dan kedua orang tua rima diruang tamu, suasana diruang tamu masih sunyi sampai ibu dimas datang dengan teh dan menyuguhkannya.


rima mulai membuka suara "sebelumnya rima ingin minta maaf kepada ayah dan ibu kalau kedatangan rima kesini membawa kabar yang kurang baik"


"rima ingin membatalkan rencana pernikahan rima dengan mas dimas, untuk alasannya rima harap ayah dan ibuk minta penjelasan kepada kas dimas saja. rima dan keluarga mohon maaf karena sudah menyebabkan kerugian materi dan membuat malu untuk keluarga disini karena keputusan yang rima ambil"


rima berkata dengan tenang dan tak sekalipun melirik ke arah dimas, tak ada keraguan dari suara rima dia seperti sudah baik baik saja atas kecurangan yang dimas lakukan.


keputusan tiba tiba yang disampaikan oleh rima tentu membuat orang tua dimas syok mereka langsung menatap tajam kearah dimas. dimas yang sadar sedang diperhatikan oleh orang tuanya langsung mengangkat kepala.


"pa ma, ayah dan ibu dimas sungguh minta maaf yang sebesar besarnya sungguh dimas tak berniat begini"

__ADS_1


"ada apa dim, kenapa rima tiba tiba tak ingin menikah dengan mu. persiapan sudah selesai hanya tinggal sebar undangan saja kan ini" ibu dimas merengek sementara ayahnya masih diam menunggu.


"bicara saja yang jujur disini dimas, apa yang sudah kamu lakukan dibelakang rima. saya masih diam karena menghargai orang tua kamu" ayah rima menggertak,


"yah bu, dimas. dimas dijebak dimas dijebak, tak pernah ada keinginan dimas mengkhianati rima. dimas mencintai rima dimas dijebak"


"apa maksudnya dim"


"dimas dijebak oleh bela sepupu rima yah, dimas diberi obat perangsang sewaktu dimas menunggu rima dirumah om indra. dan dan disana rima melihat dimas sedang tidur bersama bela. sungguh yah dimas tak memiliki hubungan dengan bela, dimas dijebak"


sontak saja ibu dimas langsung menangis meraung raung, dia malu kaget dan kasihan kepada bela.


"bodoh, kamu sudah dewasa dim tapi ga nyangka kamu bisa sebodoh ini. biarkan pernikahan kalian batal dan kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu dengan bela"


"sayang, sekali saja mas ingin bicara"


"ya sudah bicara saja disini, setelah ini aku tak mau kita ada hubungan lagi dan aku tak berharap bertemu kamu dan bela"


"mas tak ada hubungan dengan bela sayang, mas sayang kamu. tolong pertimbangkan lagi keputusan mu, mas mau kita menikah seperti harapan kita selama ini"


rima berlalu tanpa menjawab perkataan dimas, beku hati rima sudah membeku saat ini. terlampau sakit yang rima rasakan, semua persiapan sudah selesai tapi hancur begitu saja dengan penghianatan yang dilakukan oleh dimas.


"kamu mikir ga dim, gimana malunya kita kamu batal menikah. apa kata orang, mau ditaruh dimana muka ayahmu"


"maaf bu"

__ADS_1


"maaf maaf, emang kayak apa sih bentukan perempuan itu sampe kamu ga taha napsu"


"segera selesaikan urusan mu dim, jangan buat ayah makin malu. kamu laki laki harus bertanggung jawab"


"dimas tidak mencintai bela yah, dimas tak mau menikah dengan bela"


"kamu sudah merusak anak gadis orang, sudah begitu kamu masih ga mau tanggung jawab. sinting kamu memang"


"halah, ibu ga mau ikut ikutan kamu mau gimana sekarang terserah dim. ibu udah males"


ibu dan ayah pergi meninggalkan ku diruang tamu, aku masih duduk tak melakukan apapun. tubuh ku lemas pikiran ku kalut, aku mencintai rima aku ingin menikah dengannya tapi aku sadar sudah menyakitinya.


"kami sudah lega nak? sudah yakin kan sama keputusan kamu ini"


"iya ma, rima yakin. ga mungkin rima sama mas dimas lagi terlalu sakit ma" air mata ku menetes begitu saja, aku menangis lagi. ternyata aku masih belum benar benar ikhlas dengan kejadian ini, ya tuhan sakit sekali rasanya.


"maafin rima pa ma, rima sudah mencoreng nama baik keluarga"


"kebahagiaan mu yang utama nak, papa tak masalah. kita tak perlu mendengarkan orang, kamu harus kuat setelah ini mungkin akan lebih menyakitkan lagi saat nanti ada yg akan menggunjing batalnya pernikahan mu"


"kita hanya perlu diam rima, tetap tegakkan kepala. tak perlu menjawab biar fakta yang berbicara, disini kami tak salah. mama yakin akan ada pelangi setelah badai yang kita alami"


"amin" kami kompak bersama


aku harus jadi lebih kuat lagi, benar yang papa bilang setelah ini berita batalnya pernikahan ku pasti akan segera menyebar pasti banyak orang yang akan menggunjing diriku. aku harus tetap menegakkan kepala ku seperti yang mama bilang tadi, aku yakin dengan adanya mama dan papa yang mendampingi ku semua pasti akan baik baik saja. aku sungguh bersyukur memiliki mereka berdua, mereka orang tua sempurna untuk ku. mereka yang selalu mendukung ku bahkan di situasi seperti sekarang ini mereka tak menghardik ku dan mendukung keputusan ku, mereka mementingkan kebahagiaan ku walau harga diri mereka tercoreng karena aku.

__ADS_1


__ADS_2