
rima mencari bagas yang ternyata sedang duduk diruang tengah rumahnya, ia baru saja selesai mandi setelah melakukan permainan salon salonan bersama siti si pembantu kepo.
"mas" panggil rima sambil duduk disebelah bagas.
"hmm" bagas sibuk dengan HPnya.
"aku pengen gelato lagi sama beli jajanan anak SD enak kayaknya mas" rima menatap lurus kedepan namun tak berhenti mengoceh mengutarakan keinginannya.
"pengen viral lagi?" bagas mendesis.
"ya kan bukan mau ku, mereka yang datang bikin ulah duluan" rima menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum mengejek pada bagas.
"kalau ga dirumah mu udah habis kamu ku cium" bagas dibuat gemas dengan tingkah rima.
"ayo pergi kalau mau jajan"
"yuk" rima bangkit.
"mas yang traktir ya? aku males bawa tas"
"yaudah ganti sana"
"gini aja kan cuma mau jajan"
sederhana sekali batin bagas, rambut rima hanya dikuncir satu dan pakaiannya sangat simpel. bagas lalu tersenyum dan membawa rima kedalam pelukannya.
"mas sayang banget sama kamu" gumam bagas sambil mengecup pucuk kepala rima.
"ya udah ayok, aku pengen jajan mas"
"iya, pamit sama si mbok dulu bentar"
__ADS_1
.
.
menempuh perjalanan hampir setengah jam akhirnya mereka sampai di sebuah supermarket yang lumayan besar dan bagas bisa menafsir kalau ini adalah tempat tongkrongan orang orang yang memiliki isi kantong tak terlalu gemuk. tapi yang membuat bagas heran bagaimana bisa rima tau tempat ini dan ia tak canggung untuk berada disini. sungguh banyak sekali kejutan yang rima berikan pada bagas kepolosannya kesederhanaannya membuat bagas semakin jatuh hati pada sosok rima.
"ayok mas, kita masuk disini banyak banget jajanan yang aku pengen. hmm tapi kamu ga apa kan masuk kesini?" tanya rima menghentikan langkahnya.
"emang kenapa? kamu aja seneng kesini aku malah lebih seneng karena kamu ga banyak milih" ku rengkuh pinggangnya kami berjalan beriringan masuk kedalam swalayan.
banyak sekali jajanan yang rima beli tapi harga jajanan itu bisa dibilang tak ada yang mahal. begini sederhananya selera wanita yang ingin aku jadikan istri pikir bagas. ia begitu terpesona dengan apa yang ada pada diri rima, tak menunjukkan strata sosialnya padahal ia terlahir dari kalangan berduit namum selera hidupnya cukup simpel tak neko-neko.
"sudah?" tanya bagas saat membayar jajanan kelima yang rima pilih.
"udah dulu deh, duduk yuk mas disana makan ini dulu baru nanti pulangnya makan gelato yang searah jalan pulang hehe" rima terkekeh dengan celotehannya.
"iya sayang, semua sesuai rencana jajan yang sudah kamu siapkan" bagas menggandeng tangan rima untuk menuju meja kosong.
.
.
"mampir bentar ya? ambil kunci orangnya udah nunggu" kata bagas pada rima yang duduk disampingnya.
"iya mas" jawab rima sambil memberi senyum manisnya.
dengan bergandengan tangan bagas membawa rima naik ke unit apartemen milik bagas, saat sampai si mantan penyewa sudah menunggu.
"maaf lama pak" sapa bagas sopan.
"iya pak bagas ga apa, ini kuncinya pak. dan tolong diperiksa dulu, sudah kami bersihkan juga"
__ADS_1
"semua sudah oke pak seperti awal bapak datang dulu. saya terimakasih karena bapak dan keluarga mau menjaga unit saya seperti rumah sendiri" ucap bagas tulus.
"kami juga terimakasih banyak pak bagas, karena bisa mendapat hunian yang nyaman. padahal betah disini tapi kami harus pindah" ujar istri si mantan penyewa.
bagas dan rima duduk di sofa ruang tamu apartemen bagas.
"kalau udah nikah mau ga tinggal disini?" rima langsung menoleh dan tersipu malu.
"tinggal disini berdua" kini rima sudah dalam pelukan bagas.
"mas engap ih" rengek rima karena bagas mendekap tubuhnya sangat erat.
bukannya mengendurkan pelukan bagas malah meraih dagu rima dan mencium bibir mungil yang sejak pagi sudah membuat ia gemas bukan main. keduanya berciuman cukup lama dan baru kali ini rima membalas setiap ******* yang bagas lakukan.
hmm terdengar lenguhan rima disela ciuman panas yang mereka lakukan.
"sayang" panggil bagas dengan mata yang mengisyaratkan naiknya gairah dalam diri bagas.
"sabar ya mas, jangan sekarang" rima mengerti tatapan yang bagas berikan, ia mengelus lembut pipi kekasihnya dan membenamkan wajahnya didada bidang bagas.
bagas mencoba mengontrol diri walau hasratnya sudah naik dan mulai sulit untuk dikendalikan. situasi dan tempat yang mendukung ditambah rima adalah wanita yang ia cintai tentu bagas akan sangat mudah terbakar gairah.
cup rima mengecup bibir bagas sekilas.
"sayang sama mas bagas, tunggu sampai kita halal ya? nanti rima kasih yang lebih dari peluk dan cium" goda rima sambil memainkan dada bagas yang masih berpakaian lengkap.
bagas mendengus karena rima kembali memancing sesuatu yang sudah susah payah ia tidurkan.
"sayang stop" desah bagas sambil mendongakkan kepalanya.
"pulang yuk, aku nanti kesetanan kalau cuma sama kamu aja disini. yang ada malah aku kawinin kamu nanti" dengus bagas dan itu membuat rima tertawa. dalam hati ia tau bagas sedang tersiksa namun ia tak bisa menahan diri untuk menggoda pria yang mampu membuatnya berani untuk menjalin hubungan percintaan lagi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=