kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
gila


__ADS_3

datangnya cinta, berawal dari pandangan mata, menyambungnya dengan kata, hingga waktu mengizinkan kisah itu menciptakan kita.


copas _kata mutiara_


pertemuan pertama dengan sosok rima anjani wanita berparas ayu dengan pembawaan yang tenang mampu membuat seorang bagas wiratama berada dititik terbodoh dalam hidupnya.


sebelumnya bagas selalu bisa mengontrol diri, menjaga karakternya tetap terlihat berwibawa didepan semua orang. tapi kali ini bagas sungguh lemah, setiap bertemu rima ia akan diam mematung dan tak berkedip memandang wajah rima. pertemuan yang semakin intens membuat bagas semakin menggila.


"argh" bagas mengacak rambutnya begitu tiba di dalam ruangannya sendiri.


"ga enak makan ga bisa tidur kerja ga fokus, di otak gue cuma ada rima rima rima. rima terus yang muter di kepala gue sekarang. lama lama pecah ini kepala"


bagas merasa begitu frustasi dengan perasaanya ini. akhirnya dengan keberanian yang besar bagas bangkit dari kursinya dan menuju ruangan heru ayah dari gadis yang sudah meluluh lantakan hatinya itu.


"pokoknya gue mau minta rima jadi cewek gue ke bokap nya dari pada gue jadi gila bentar lagi"


"pak heru ada mba?" tanya bagas pada sekertaris heru.


"ada, masuk aja lagi ga sibuk kok"


bagas berlalu dan mengetuk pintu, begitu terdengar sahutan dari daam bagas langsung masuk.


"pagi pak"


heru mendongak untuk melihat siapa tamu yang pagi begini sudah main ke ruangannya.


"kamu gas, masih pagi ini" tukas heru.


"bapak lagi sibuk?"


"ga, ayo duduk. ada apa pagi pagi sudah nyasar ke ruangan saya? bos kamu kan kak indra bukan saya"

__ADS_1


"saya ada perlu sama bapak, mau ngobrol serius" wajah bagas begitu kaku saat akan menyampaikan tujuannya.


"ya sudah bicara" heru tak kalah dingin, ia bisa mengerti maksud bagas datang ke ruangannya kali ini.


"echm, begini pak. beberapa minggu ini saya tidak bisa fokus bekerja dan menjalani hari hari saya"


"masalahnya kamu cari saya apa?" heru nampak tersenyum.


"saya di buat gila oleh putri bapak" cicit bagas tal berani menatap wajah heru.


bhaaaahaaaahaaaa tawa menggelegar heru langsung memenuhi ruangan.


"anak saya apa dia membawa virus untuk kamu? kok kamu bisa gila karena anak saya"


"putri bapak merusak semua kerja saraf saya pak, sepertinya saya jatuh cinta"


"kami jatuh cinta sama rima? anak saya?" kekeh heru.


" baru ketemu makan siang kemarin itu kamu langsung suka sama anak saya gas?"


"iya pak, gimana pak?"


"saya sih ..........."


obrolan mereka terpotong karena indra masuk dan mengajak heru untuk pergi keluar untuk bertemu klien.


"ayo her berangkat, nah kebetulan kami disini gas ayo sekalian kamu ikut pergi"


"tapi pak, saya masih ada obrolan penting sama pak heru" bagas terlihat sangat menunggu heru memberi izin pada dirinya.


"klien ini lebih penting gas" heru beranjak.

__ADS_1


"tapi pak, nanti saya bisa gila beneran ini" rajuk bagas.


"saya ga perduli" tukas heru sambil cekikikan.


flashback ------->


tadi saat di lobby kantor bagas tak sengaja satu lift dengan rima, di depan pintu lift bagas diam mematung bukannya masuk kedalam kotak besi itu. rima dan beberapa orang didalam lift terus memanggil bagas agar segera masuk tapi bagas tetap diam tak bergeming.


sampai saat bahunya di tepuk oleh salah satu manager barulah bagas tersadar dan semua orang yang ada disana sudah tersenyum penuh arti pada tingkah barusan.


"****, malu maluin banget gue" rutuk bagas pada dirinya sendiri.


"pak bagas kayaknya lagi naksir cewek, pasti salah satu diantara kita yang tadi ada di dalam lift" ucap salah satu karyawan yang kebetulan ada di dalam lift tadi.


ada tiga wanita, rima dan dua karyawan entah divisi mana. dua diantaranya memang menyukai bagas tapi karena bagas adalah sosok yang sulit di dekati jadi mereka hanya bisa mengangumi bagas diam diam.


"gue elu apa anak baru dari divisi keuangan itu ya?" tanya karyawan satunya.


"entah, yang jelas pak bagas lagi jatuh cinta. akhirnya gue punya kesempatan juga buat ngungkapin perasaan gue ke dia"


"gue juga naksir pak bagas, kita bersaing sehat"


"oke, deal"


bagas memang terkenal di kantor ini, selain karirnya yang bagus dia masih single jadi banyak karyawan perempuan yang menaruh hati padanya.


hampir lima tahun bekerja bersama indra dan heru belum pernah bagas menorehkan kisah cinta di gedung bertingkat ini. masih menjadi misteri kenapa bagas begitu sulit untuk di raih, pesonanya yang memikat membuat banyak gadis yang patah hati sebelum mengungkapkan perasaan mereka. itu semua karena sikap cuek dan dingin yang selalu bagas tunjukkan. bagas hanya akan berbicara menyangkut pekerjaan saja, selebihnya ia akan diam dan acuh pada lingkungan sekitar. tapi bagas cukup peka dan sangat gesit bila itu berurusan soal indra.


kalau terus terusan kayak gini reputasi gue bakalan hancur, cuma karena cinta gue jadi bego begini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2