kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
salah paham


__ADS_3

kepergian rima berujung dengan pertengkaran hebat antara bagas dan fatma, bagas sampai menyeret istri saudara sepupunya itu kerumah mertuanya yang tak lain adalah paman bagas.


"gas" norma menepuk pundak putra sulungnya.


"ibu tenang saja, nanti bagas yang bicara ya" bagas tetap berusaha menenangkan ibunya walaupun hatinya pun sebenarnya khawatir apakah ia dan rima akan tetap menikah atau batal.


bagas memutuskan untuk memberi waktu pada rima besok ia baru akan memberi penjelasan. karena bagas yakin saat ini rima sedang tak bisa diajak untuk berbicara. namun bagas tetap mengirimi pesan pada wanita yang masih ia anggap sebagai kekasih walau ia pun tak yakin kalau rima masih menganggap dirinya kekasih.


"selamat malam sayang, lagi apa? sudah makan?" send bagas mengirim pesan untuk rima.


10menit 20menit sampai 1jam bagas tak kunjung mendapat balasan.


"sweet dream baby, mas sayang kamu. besok kita bicara ya, mas akan jelaskan semuanya"


huft, semoga bisa selesai. gumam bagas sambil menggusar rambutnya tanda resah melanda hati.


.


.


pagi yang berbeda, sejak kemarin siang rima lebih banyak diam. heru dan puji membiarkan rima untuk menenangkan diri terlebih dahulu karena bagas pun belum memberi penjelasan atas kejadian kemarin siang.


"pa, aku agak demam. hari ini ga masuk kerja dulu ya?" ijin rima pada heru.


"ijinnya kekantor dong hahahaha" heru masih mengajak putrinya untuk bercanda walau rima hanya membalas dengan senyuman.


"hehe iya"


sedangkan dikantor, sejak sejam yang lalu bagas menunggu di dalam mobilnya. namun rima tak kunjung menunjukkan tanda tanda akan datang, akhirnya bagas memutuskan untuk naik dan berbicara terlebih dahulu dengan heru. saat bagas sampai diruangan heru ternyata indra sudah ada disana.

__ADS_1


pasti udah nebak gue bakal kesini makanya mereka sengaja nunggu gue pikir bagas. huft semoga papa dan pak indra nerima masa lalu gue dan masih mau nerima gue.


"bagaimana?" tanya indra saat bagas baru mendudukkan dirinya disofa single menghadap kedua pria baya penjaga terdepan kekasihnya.


"maaf sebelumnya atas kejadian kemarin siang ........." panjang lebar bagas menceritakan kisah cintanya bersama fatma.


"kerumah gas, rima demam. kalian harus bicara berdua" akhirnya heru membuka suara setelah sejak tadi ia diam mendengarkan bagas bercerita.


"baik pa, pak indra saya permisi"


disini, bagas masih termenung didalam mobil padahal ia sudah berada dihalaman rumah rima. ia masih mengatur nafas untuk menyiapkan diri apakah rima bisa menerima penjelasannya.


tok tok tok


bagas membuka kaca mobil saat puji mengutuknya.


"masuk gas, rima ada dikamar. mama mau pergi belanja dulu" pamit puji.


"boleh, asal jangan kamu cicil cicil dulu ya kalian belum sah" canda puji sambil masuk kedalam mobil.


bagas hanya tersenyum dan mengangguk sebagai tanda jawaban. dengan langkah yang sedikit berat bagas masuk dan langsung menuju lantai dua saat ia sudah meminta ijin pada si mbok.


tok tok tok


ceklek, sebelum mendapat jawaban bagas langsung membuka pintu dan ia langsung disuguhkan pemandangan yang membuat senyum mengembang dibibir tebalnya. bagas mendekati ranjang dimana rima sedang berbaring nyenyak dialam mimpinya.


"sayang" panggil bagas sambil mengelus sayang pucuk kepala rima.


egh rima menggeliat karena tidurnya merasa terganggu.

__ADS_1


"sejak kapan mas disini?" tanya rima saat ia sudah sadar sepenuhnya.


"barusan, maaf ganggu ya? mas agak buru buru karena ada meeting nanti sehabis jam makan siang tapi pengen ngobrol dulu sama kamu" jelas bagas sambil meraih kedua tangan rima untuk ia genggam.


"sayang, kamu mau tanya sesuatu atau mas yang cerita?" tanya bagas membuka obrolan serius mereka.


"hmm" rima menghembuskan nafas kasar.


"mas saja yang cerita" akhirnya rima memutuskan.


"ya sudah mas cerita, kamu dengar baik baik ya. ............. sekarang mas serahkan semua keputusannya sama kamu, tapi mas ga bohong mas sayang kamu. mas berharap kamu ga ........" rima langsung memotong ucapan bagas.


"mas"


"kita tetap nikah ya" jawab rima dengan senyum mengembang lebar.


"sayang" bagas membuka lebar kedua tangannya.


rima langsung menubruk tubuh bagas. ia merasa beban yang sejak kemarin mengganggu sudah terhempas sempurna, bagas tak mengkhianati cinta mereka.


"nikahnya besok aja yuk" manja rima sambil mendongak menatap wajah tampan bagas.


duh gemes banget, tapi tadi udah di ultimatum ga boleh nyicil dulu sebelum sah gumam bagas dalam hati padahal saat ini ia begitu ingin membelit lidah rima.


"mas kenapa? kok bengong gitu, tumben ga nyosor" perkataan rima sontak membuat mata bagas melebar karena terkejut.


eh emang selama ini gue tukang nyosor ya? kembali bagas bermonolog dalam hatinya.


cup akhirnya rima yang lebih dulu mengecup bibir bagas karen sejak tadi bagas hanya diam menatap kearah rima. saat tersadar ada bibir basah yang menempel bagas secepat kilat langsung menghisap bibir bawah rima dan terjadi. mereka saling hisap dan ******* berbagi dahaga kerinduan karena sebuah kesalahpahaman.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2