kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
masa lalu


__ADS_3

sebelum menikah dengan puji, heru sempat berpacaran dengan ambar di masa kuliah dulu. namun karena perangai ambar yang licik nakal dan serakah membuat heru memutuskan berpisah dengan ambar. begitu putus dengan heru kenakalan ambar terkenal dipenjuru kampus, julukan ayam kampus dengan gamblang ambar sandang. sampai akhirnya ambar hamil dan menikah dengan salah satu dosen di kampus itu. sayangnya ambar hanya dinikahi siri dan menjadi istri kedua, kuliah ambar tak tamat dan menjadi ibu diusia muda ditambah lagi ia dibuang oleh keluarganya karena dianggap aib yang mencoreng nama baik keluarga.


ambar hancur saat itu, tapi ambar tetaplah ambar walau sudah bersuami dan memiliki anak ia tetap bermain dengan banyak pria bukan hanya sekedar mencari kepuasan melainkan ia juga menerima uang dari pria pria tersebut. sampai akhirnya ambar berpisah dengan suaminya karena ketahuan sedang berduaan dengan selingkuhannya dikamar mereka.


sementara itu, heru juga sudah bahagia dengan puji. mereka menikah karena perjodohan orang tua. kakak kedua puji menikah dengan indra kakak heru dan deru menikah dengan puji. mereka bahagia dengan perjodohan itu, tak ada masalah berarti yang mereka alami walau mereka baru saling mengenal dan langsung menikah.


namun naas kejadian pilu menimpa indra, istri dan anak yang masih didalam kandungan harus ia relakan karena sebuah kecelakaan yang dialami sang istri saat menyebrang jalan. tentu indra terpuruk dan sangat merasa kehilangan, semua keluarga besar merasakan kesedihan yang sama dengan indra.


"sabar ndra anak serta istrimu sudah tenang"


"kami turut berduka ndra atas kejadian yang menimpa mu"


"tetap kirim doa untuk mereka, kamu harus terus melanjutkan hidup"


beberapa nasehat ucapan semangat selalu indra dengan hampir setahun lamanya. sampai tanpa sengaja indra bertemu dengan ambar dan dijebak oleh perempuan licik itu. saat menikahi ambar indra masih terikat kontrak pekerjaan diluar pulau jadi butuh waktu sekitar enam bulan baru indra bisa berkumpul dengan ambar tapi saat itu ambar tengah mengandung roni padahal indra hanya 2x pulang menjenguk ambar tapi ternyata ambar hamil dengan cepat.

__ADS_1


tak ada rasa curiga apalagi ambar mengandung bayi laki-laki yang mereka beri nama roni. indra yang sempat kehilangan anak merasa hidupnya memiliki arti kembali setelah kelahiran roni. selama 15tahun menikah tak ada kecurigaan indra terhadap ambar. walau ambar sering menghamburkan uang keluar rumah lupa waktu dan tak begitu mengurusnya indra tak mempermasalahkan hal itu. dia yang sibuk bekerja jadi tak begitu memperdulikan kelakuan ambar.


"pak, roni berada dirumah sakit tadi ketahuan pingsan dikamar mandi sekolah" takut takut bagas asisten indra memberi tau kabar putranya pada indra


"rumah sakit mana? ayo kita ke sana sekarang gas, anak itu memang sudah sakit beberapa hari ini tapi tadi pagi memaksa untuk berangkat sekolah padahal sudah saya larang"


begitu sampai dirumah sakit indra diberitahu kondisi putranya yang sangat lemah dan membutuhkan transfusi darah, anehnya golongan darah yang dibutuhkan adalah O sementara setau indra ia dan ambar golongan darah mereka adalah B. bagas yang melihat perubahan wajah bosnya langsung mengambil tindakan.


"pak biar nanti saya selidiki yang penting sekarang kita carikan dulu darah untuk roni"


" kenapa bisa O gas?"


"dua hari waktu yang diminta kang komar untuk mencari informasi pak, saya mohon bapak bersabar dulu"


"lakukan dengan baik gas jangan sampai ambar tau"

__ADS_1


"siap pak"


berkali-kali indra menghubungi ambar tapi tak ada jawaban, ia dan bagas tetap dirumah sakit menunggui roni. walau hatinya tak tenang indra tetap menyayangi roni tapi entah nanti kalau hal yang tak diinginkan indra terjadi dia harus berbuat apa dia bingung.


ceklek pintu terbuka ternyata ambar dan bela yang datang.


"pa bagaimana keadaan roni? mama tadi pulang kerumah katanya roni di rumah sakit" tak merasa bersalah ambar langsung menuju ranjang putranya


"pingsan di toilet sekolah hu" baga syang menjawab karena indra sedang fokus dengan HPnya


"kita balik kekantor gas, kerjaan saya masih banyak. sudah ada ibunya yang menjaga roni disini" indra bangkit dan berlalu keluar ruangan


"papa lanjut meeting sebentar ron, nanti kesini lagi"


"iya pa" suara roni masih sangat lemah

__ADS_1


papa kenapa ya? kok dingin banget sama mama. kayak ada sesuatu yang bikin papa berubah sikapnya. tapi mama kayak ga sadar gitu kalau papa nyuekin mama, mama memang ga pernah peka ke papa. selalu aja sibuk sama dirinya sendiri. acara ini acara itu ada aja alasannya buat pergi keluar rumah, nanti kalau papa udah meledak baru nyesel. malah bela yang menyadari perubahan sikap ayah tirinya. bela tau kalau indra bukan ayah kandungnya tapi bela menyayangi indra seperti ayah sendiri karena sejak kecil indra lah yang selalu ada untuknya. sementara ayah kandung bela sudah meninggal sejak bela baru tamat SMA dan indra yang mengantar bela bertemu ayahnya saat sang ayah sudah tak bernapas. pertemuan pertama dan terakhir bela dengan sang ayah, sungguh tragis. ambar tak pernah perduli dengan keingintahuan bela tentang sang mantan suami selalu saja ambar berkelit saat bela ingin bertemu dengan ayahnya.


__ADS_2