kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
kantor


__ADS_3

drama telat bangun berakhir di jam delapan pagi, rima dengan segenap tenaga berpacu dengan waktu untuk bersiap.


"ayo pa berangkat, ma minta bekal buat sarapan di mobil" rima nampak kesusahan mengatur nafasnya.


kedua orang tuanya cekikikan melihat anak semata wayangnya.


"hari ini aja papa kasih keringanan, besok on time"


"siap" sahut rima


"ini bekalnya, jusnya di habisin ya. ini uang jajan untuk makan siang" puji menyodorkan tiga lembar uang seratus ribu pada rima.


"mama the best" rima mencium pipi ibunya.


"berangkat ma" pamit heru dan rima kompak.


ayah dan anak ini berangkat menuju kantor bersama, rima tak di perbolehkan mengendarai motornya lagi.


"nanti papa carikan sopir" heru memecah keheningan di dalam mobil.


"ga lucu staf keuangan di antar jemput sopir pa" rengek rima.


"terus?"


"berangkatnya aku nebeng papa aja, pulangnya sama papa juga" cengir rima.


"papa sering keluar, ga stand by di kantor setiap hari"


"kalau papa pas lagi di luar aku bisa pakai taxi biar aman"


"oke, papa setuju. kayaknya bener ga lucu staf keuangan pake sopir bisa di sangka sugar baby kami nanti" kekeh heru.


rima melengos mendengar candaan ayahnya.


rima langsung bertemu HRD begitu sampai di kantor dan diarahkan ke divisi keuangan serta di beri pengarahan atas semua tugas yang akan rima kerjakan.

__ADS_1


"halo selamat siang, nama saya rima. mohon bimbingannya"


rima memperkenalkan dirinya secara singkat dengan teman satu divisinya. ia langsung mendapat pengarahan dari salah satu senior di ruangan ini.


kayak gini masih bisa lah ngerjainnya, input cek input cek. semoga aja ga akan ada masalah kedepannya, pikir rima.


tut tut tut


"ya pa?"


".............."


"iya, sekarang?"


".............."


"oke pa"


saat jam makan siang rima di minta naik ke ruang kerja sang ayah untuk makan siang bersama.


setelah mengetuk pintu rima langsung masuk ke ruangan sang ayah. ternyata disana sudah ada indra dan bagas, rima yang langsung menyalami indra dan hanya melempar senyum pada bagas. rima dan bagas belum pernah bertemu sebelumnya, tadi pun saat sampai di divisi keuangan bagas tak berada di tempat jadi mereka belum berkenalan.


"masih aman om, semoga aja ga akan ada laporan yang bikin aku sakit kepala" ujar rima.


"oh iya, ini bagas bos kami di divisi keuangan. dia manager keuangan tapi merangkap jadi asisten om. kalian belum kenalan kan? tadi bagas ikut meeting sama om dan papa mu"


rima hanya tersenyum melihat kearah bagas sambil menganggukkan kepalanya.


"rima" rima mengulurkan tangannya ke arah bagas, namum bagas diam tak bergeming ia melamun menatap rima sejak tadi masuk keruangan ini.


"pa" panggil rima pada ayahnya.


"terpesona gas" lamunan bagas bubar seketika wajahnya menyemburkan warna merah.


"maaf pak"

__ADS_1


dua pria matang disana saling lirik dan mereka memiliki pikiran yang sama atas bagas dan rima.


"selamat siang non" bagas menyapa rima guna menghilangkan rasa malunya.


"rima" rima mengulang lagi mengulurkan tangannya pada bagas, dan beruntung kali ini uluran tangan rima langsung diterima oleh bagas.


"bagas"


"ya sudah ayo kita mulai makan, nanti bos mu bisa marah rim kalau telat balik keruangan" sindir indra.


"ga pak" sahut bagas.


selama makan siang berlangsung mereka sesekali mengobrol dan bagas yang sejak awal melihat rima sudah terpesona tak melepas pandangannya dari wajah ayu rima, ia terus melirik dan sesekali menarik sudut bibirnya.


"cantik gini anak bos"


"manisnya"


"mau jadi pacar gua ya?"


"tapi anak bos pasti ditolak gua"


kepala bagas langsung berputar soal rima sejak tadi ia tak fokus. indra dan heru yang menyadari tingkah bagas hanya tersenyum samar.


"rim, gas kalian balik keruangan sana. saya mau bahas sesuatu yang penting sama bos besar diluar. nanti kamu anatar anak saya pulang ya ga?"


"aku bisa pulang sendiri pa" rima langsung menjawab.


"baik pak" bagas menjawab formal.


baik apa ini maksudnya pikir rima. mereka berdua kembali ke ruangan masing masing, bagas yang sudah duduk di kursinya hanya melongo sambil menahan dagu dengan kedua tangannya.


"ngeblank gini otak gua, kenapa kebayang anaknya pak heru terus dari tadi. wajahnya itu manis banget cantiknya ga ngebosenin, duh body nya ABG baru mekar"


"gua jatuh cinta pada pandangan pertama kayaknya ini. ck sadar gas sadar, tapi kasian banget cowoknya ga jadi nikah sama dia. secara si rima ini cantik mana polos banget lagi kelihatannya, tampilannya juga ga berlebihan kayak anak orang kaya kebanyakan"

__ADS_1


di luar ruangan bagas, rima yang tak merasakan apapun atas pertemuannya dengan bagas sedang santai menginput laporan di komputernya sambil menyeruput kopi yang dia buat di patry.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2