kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
bela hamil


__ADS_3

pekerjaan ku berantakan kondisi tubuhku juga menurun, semenjak rima membatalkan pernikahan kami aku merasa semakin terpuruk. entah sudah berapa kali aku dirawat di rumah sakit. ibu yang menjaga ku sampai tak bisa berkata apa apa saat lagi dan lagi harus dibawa ke IGD saat pingsan begitu sampai dirumah sepulang bekerja.


"dim, ayo jangan begini terus. kamu bikin ibu sakit, ibu sedih lihat kamu begini nak"


"dimas kangen rima bu"


"udah ga mungkin kamu sama rima, ketemu kamu aja kayaknya rima udah ogah" kata kakak perempuan ku


"kalian kan sudah tau aku dijebak, aku ga sengaja"


"ya tetap saja dim, rima sudah kecewa. dia lihat sendiri loh kamu lagi ke enak enak sam si bela" sambung kakak laki laki ku


aku hanya bisa membuang napas kasar semua keluarga ku masih menyalahkan ku, tapi mereka tetap mau mengurus ku saat aku sakit begini.


dokter baru memperbolehkan aku pulang besok siang. malam ini ayah dan ibu yang menjaga ku, semua kakak kakak ipar dan keponakan ku sudah pulang sejak tadi. tiba tiba saja ayah mendapat telpon sari orang rumah,


"ya halo mbok?"


"..........."


"masih disana? mbok sudah bilang kami ga dirumah?"


"..........."


"ya sudah suruh saja besok sore datang lagi"


"........."


ayah menyimpan HP nya dikantong celana dan mendekati ranjang ku.


"bela dan ibunya datang lagi kerumah"


"terus yah?"


"katanya mau bicara, tapi kita ga ada. jadi ayah suruh mereka kerumah besok sore saja sepulang kamu dari sini"


"iya yah"

__ADS_1


"siapkan mental, mungkin saja bela hamil dan kamu harus menikahinya. bawa dia tinggal dirumah bersama ayah dan ibu"


"apa mungkin yah? kan cuma sekali?" aku membeo


"mungkin saja dim, pokoknya kalau ini kalian menikah tinggal sama ibu. ibu ga mau kamu campur sama mertua mana lagi mertua mu janda modelannya kayak begitu"


lagi lagi aku membuang napas kasar, tapi kali ini kepala ku langsung berdenyut nyeri. bagaimana kalau benar bela hamil? itu artinya aku harus menikahi bela. aku sudah tak bekerja lagi sekarang, kemarin ayah meminta ku mengundurkan diri karena kondisi terus memburuk. aku menerima usulan ayah untuk berhenti karena aku juga merasa tak bisa fokus bekerja. rencananya aku akan ikut ayah menjaga salah toko elektronik yang kami miliki, tapi kalau bela hamil jadi bagaimana ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


keadaan ku dinyatakan sudah membaik dan boleh pulang hari ini tapi harus melakukan kontrol rutin sampai 1bulan ke depan. setelah menebus obat dan mengurus administrasi aku ayah dan ibu pulang kerumah. aku langsung istirahat setelah disuapi makan dan minum obat oleh ibu, semenjak aku sakit aku jadi lebih bergantung pada ibu.


sore sekitar jam 5 aku mendengar ada tamu yang datang, ternyata itu bela dan ibunya. huh mereka datang, ini membuat ku yakin bela beneran hamil.


"silahkan duduk bu risma bela" ibu ku mempersilahkan mereka untuk duduk. aku dan ayah keluar dari kamar bersamaan dan langsung menuju ruang tamu.


"terimakasih bu, kemarin saya datang tapi katanya lagi pada pergi?"


"iya, kami dirumah sakit. dimas dirawat beberapa hari"


"mas dimas sakit apa tante?" bela bertanya dengan raut muka yg khawatir


"mari silahkan diminum" ibu mempersilahkan mereka minum karena mbok jum baru saja datang dengan teh dan cemilan


"ada perlu apa bu risma?" ayah langsung ke inti, tanpa basa basi.


"ini tentang bela dan dimas, seperti kedatangan saya kemarin kalau dimas sudah melecehkan bela. dan sekarang bela hamil anaknya dimas, dimas harus bertanggung jawab sudah untung kan saya tidak lapor polisi"


"dimas dijebak dan bu risma tau itu, saya juga sudah memberi uang. tapi kalau bela hamil ya mereka akan menikah, bagaimana dimas?"


"iya yah, dimas akan bertanggung jawab"


bela langsung bersorak, dia bahagia akhirnya dimas akan menikahinya semua ini karena anak di dalam perutnya sekarang. impian bela menjadi kenyataan, tapi begitu mendengar kelanjutan ucapan dimas dahi bela langsung berkerut.


"kami akan menikah hanya ijab kobul di kantor KUA yang penting sah agama dan hukum, setelah menikah bela akan ikut saya tinggal disini"


"kenapa begitu mas? kamu kan bisa beli rumah sendiri, masa kita campur dengan orang tua mu" seru bela tak terima dengan keputusan bela

__ADS_1


"iya dimas, kamu bisa beli rumah, atau tinggal dengan saya dan adiknya bela"


"kebetulan saya sekarang pengangguran tak memiliki penghasilan jadi ga bisa beli rumah" dimas menjawab dengan enteng pertanyaan bela dan ibunya.


"apa?" ibu dan anak itu kompak


"dimas sudah berhenti kerja bu risma karena kondisinya yang perlu banyak istirahat" ibu menyela obrolan kami


"lalu bagaimana anak saya bu? siapa yang akan tanggung jawab membiayai kebutuhannya? dia sedang hamil muda sekarang. dan pernikahannya juga ga bisa hanya di KUA saja harus ada pesta"


"saya yang tanggung biaya hidup bela, bela tinggal dirumah saya nantinya. untuk pernikahan semua terserah dimas mau bagaimana, karena bela juga sudah hamil kali harus pesta akan memakan waktu lama menyiapkannya yang ada nanti perut bela sudah besar dan bikin kita tambah malu saja" ayah langsung bangkit dari duduknya


"tentukan tanggalnya dim, ayah mau ke toko sebentar"


"iya yah"


sempat hening tak ada yang berbicara sampai akhirnya bela mengeluh lagi pada dimas.


"mas ini pernikahan pertama ku, aku mau kita pesta mengundang banyak orang. dan untuk tinggal aku mau kita tinggal sama mama saja sebelum kamu bekerja lagi dan bisa membeli rumah sendiri"


"aku ga akan kerja lagi bel, kita akan tetap menikah sesuai keputusan ku tadi. semua yang sudah aku putuskan kamu hanya perlu mengikutinya saja"


"saya ga setuju" bu risma berteriak lantang


"kamu ini mikir ga, anak saya ini kamu hamilin terus nikah cuma di KUA mana mau diajak tinggal sama mertua lagi"


"memangnya kenapa kalau tinggal sama mertua bu risma" ibu terpancing emosi mendengar omongan bu risma


"heh kamu" telunjuk bu risma tepat berada di depan wajah ibu


"tolong sopan bu risma" dimas membentak dan menyingkirkan telunjuk risma dari wajah ibunya


"kalau kalian menolak ya sudah pergi dari sini sekarang juga. tidak akan ada pernikahan"


"mas jangan begitu, bagaimana anak ini?" bela bergetar dia sudah menangis


"kalau mau menikah hari besok bawa semua persyaratannya kesini kita ke KUA dan minta tanggal"

__ADS_1


"sekarang kalian boleh pergi saya mau istirahat" dimas pergi ke kamar karena dia merasa kepalanya sakit dan perutnya melilit lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2