
sejak duduk di sofa bersama suaminya, puji terlihat sangat gelisah wajahnya mengisyaratkan kekhawatiran untuk sang putri. bagaimana caranya agar rima mau bangkit lagi? sampai kapan rima akan terbelenggu dengan cintanya terhadap dimas? sesulit itukah sang putri mengubur rasa dalam hatinya?
puji bisa mengerti rasa kecewa dan sakit yang putrinya rasakan, batal menikah. terlebih pria yang menjadi calonnya adalah cinta pertama sang putri, tentu dengan segenap hati rima mencintai dimas. mengingat dimas adalah pria pertama yang memberi rasa nyaman sebelum orang tuanya. hati ibu mana yang tak khawatir melihat putri semata wayangnya terbaring lemas di ranjang pasien dengan jarum infus menancap di tangan halusnya.
"pa, rima masih mencintai dimas, bagaimana rima kalau dia begini terus pa?" dengan suara bergetar puji memulai percakapan dengan suaminya, kini air mata puji sudah turun deras melewati pipi.
"papa tau, makanya dia sampai tumbang begini. papa ga nyangka rima akan memendam semua ini sampai merusak kesehatnnya" hati heru tak kalah hancur melihat dua wanitanya merasakan sakit yang saling terpaut.
sakit seorang anak yang cintanya harus kandas dan sakit seorang ibu yang melihat putri tercintanya gagal meraih kebahagiaan. heru merasa kalah, kalah dengan dunia karena tak bisa menjaga kedua wanita yang begitu berarti dalam hidupnya.
"kita harus gimana pa?"
"ya gimana, dimas sudah menikah. ga mungkin kita menyembuhkan luka mereka dengan mempersatukan mereka lagi kan. ayahnya dimas datang ke kantor kami bicara banyak dan sudah merencanakan hal untuk rima dan dimas, tapi ternyata bela hamil. ya sudah kita ga bisa berbuat apa apa lagi" hela nafas heru terdengar berat.
"kondisi dimas memburuk sekarang rima juga begini. bagaimana hidup mereka setelah ini pa?" mama terus menangis. jam sudah menunjukkan pukul 23.00 rima sudah tidur sejak sore setelah makan dan meminum obatnya.
orang tua nya sedang membahas rima dan dimas. orang tua rima sudah belajar berdamai dengan kejadian yang menimpa putri mereka apalagi dua sejoli itu sama tersiksanya. rima berusaha keras terlihat baik baik saja di depan orang tuanya.
__ADS_1
"papa mau minta rima berhenti bekerja. dimas menjaga toko yang bersebrangan dengan kantor rima, mungkin mereka pernah bertemu disana. kita harus bisa menjauhkan dimas dan rima, beberapa hari lalu dimas pernah dirawat lagi karena lambungnya kambuh" terang papa kepada mama
"gimana baiknya menurut papa aja" mama tertunduk lesu.
putus cinta pas sayang-sayangnya memang bisa membuat gila, untungnya dimas dan rima tak sampai gila. tapi mereka sama-sama tak bisa menyembuhkan luka itu samapi sekarang, mereka masih saling mencintai tapi terbelenggu dengan rasa sakit dan penyesalan.
"bagaimana keadaan rima, her?" indra menelpon sang adik untuk menanyakan keadaan rima.
"sudah enakan, tapi masih pucat. kakak dimana sudah pulang?"
"rumah sebelah ku di jual itu saja dibeli. okta akan senang kalau bertetangga dengan puji"
"ya sudah kamu tolong urus ya, aku sedang menghindar dari ambar"
"iya"
tut tut
__ADS_1
indra sedang merencanakan kejutan untuk ambar mantan istrinya, dia ingin segera terbebas dari jerat wanita licik itu. roni sudah ia siapkan untuk bisa menjaga kehidupannya sendiri bila sudah dewasa nanti, biar bagaimana pun roni anak yang indra sayangi sejak bayi walau bukan anak kandungnya.
"saya lelah ga, semoga saja semua berjalan sesuai rencana"
"semoga pak"
bagas tetap setia menemani bosnya, dengan bantuan bagas indra bisa menyelesaikan semuanya dengan sangat mudah. perceraian dengan ambar memindahkan aset dan mengatur pindahnya roni keasrama, semua karena campur tangan bagas.
"saya berdoa semoga setelah ini bapak bisa bahagia" tulus doa bagas untuk indra.
"terima kasih, saya harap kamu ga bosan saya repotkan. karena setelah ini saya ingin menikah lagi" indra tersenyum pada asistennya.
"siap pak, untuk acara itu saya juga sudah siapkan semua. nanti kalau bu ambar sudah clear baru saya tunjukkan ke bapak persiapan yang sudah saya list untuk pernikahan bapak dengan bu okta" jelas bagas
"ya ya, kamu memang sangat bisa saya andalkan"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1