kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
ambar menuju gerbang kehancuran


__ADS_3

alasan sibuk membuat indra jarang pulang kerumah, dia mengabaikan anak dan istrinya. semenjak bela menyakiti rima perubahan indra sangat terlihat sekali. ambar yang mulai curiga jadi uring-uringan sendiri apalagi semua limit kartu kreditnya dibatasi dan uang bulanannya dipotong setengahnya oleh indra, keuangan perusahaan sedang bermasalah yang indra jadikan alasan.


diam-diam indra sudah mengurus perceraiannya dengan ambar. mereka sudah resmi bercerai seminggu yang lalu hanya saja indra masih menyimpan surat cerai mereka. semua aset sedang indra cek dan ia pindahkan atas namanya, tak ada lagi yang tersisa untuk ambar. tapi dengan hati yang luas indra menyiapkan rumah dan memberi sedikit sahamnya untuk roni dengan syarat roni akan mengelola semua itu setelah usianya menginjak 25tahun. jadi selama belum berusia matang roni masih dibawah tanggung jawab indra, roni rencananya akan indra kirim ke asrama untuk mencegah pengaruh buruk yang bisa saja diberikan ambar. indra tak mau roni dijadikan alat oleh ambar, walau roni anaknya ambar tak akan segan-segan menumbalkan orang lain demi mencapai tujuannya.


ambar uring-uringan dia menelpon indra sejak pagi tapi tak kunjung di angkat.


"kemana sih kamu mas?"


"aku telpon ga diangkat. mana limit kartu kredit udah habis duit di ATM cuma tinggal 1juta buat sekali jalan aja kurang"


siang ini ambar ada janji dengan teman-temannya untuk nongkrong dan shopping bersama. tapi uang yang ia miliki sudah habis semua padahal baru 2hari lalu indra mentransfer uang padanya.


"mas, bagi aku uang aku ada acara sama temen-temen mau nongkrong mau shopping. malu kalau ga dateng aku udah janji" ambar mengirim pesan pada indra namun hanya dibaca saja.


"mas kenapa dibaca aja? aku kekantor sekarang"


sudah jam 10.00 siang ambar memutuskan untuk ke kantor suaminya untuk meminta uang karena sejam lagi ia harus sudah berkumpul di mall tempatnya janjian.


"bapak ada nad?" tanya ambar saat sampai didepan ruangan suaminya


"siang bu, bapak ga ada ditempat. barusan saja pergi dengan bagas tapi ga bilang kemana" jelas nadia sesuai yang dia ketahui.


"ck, coba kamu telpon kemana mereka nad"


"baik bu" nadia berpikir kan ambar bisa menelpon sendiri kenapa harus dirinya yang menelpon tapi nadia tetap melakukan perintah ambar. istri bos soalnya takut salah.


"katanya mereka lagi meeting bu, tapi ga ngasi tau dimana. saya mau tanya sudah keburu dimatikan sama bagas" nadia menjelaskan sebelum ditanya ambar.


"huh ya sudah saya pergi" ambar pergi sambil mengomel sampai menghilang di bilik lift yang akan membawanya turun.


"suka banget ngomel, kalau dateng pasti ngomel. apa ga capek ya bu ambar ngomel terus, heran banget kuat gitu pak indra tiap hari denger istrinya ngomel"

__ADS_1


tak mau ambil pusing nadia kembali berkutat dengan pekerjaannya. sebenarnya indra dan bagas ada diruang meeting hanya mereka sengaja menghindar dari ambar, indra sudah malas bertemu dengan mantan istrinya itu.


tut tut tut


"nad, bu ambar masih disana apa udah pergi?" ternyata bagas yang menelpon


"udah, barusan sambil ngomel-ngomel" sahut nadia lempeng


"oke sip"


"ck" nadia hanya berdecak dan menaruh HP nya di atas meja.


\=\=\=\=\=


amar sudah keluar dari gedung berlantai lima milik indra, indra yang masih di anggap suami oleh ambar. dia belum tau statusnya sekarang, menjanda tanpa harta.


gimana ini udah jam segini, apa aku pakai uang itu dulu ya nanti minta lagi ke mas indra. ambar bergumam sambil mengendarai mobil dan memutuskan untuk ke tempat dimana ia dan teman temannya sudah janjian.


"hai sis"


"maaf telat macet soalnya" kilah ambar


"santai, yuk tinggal kamu"


"oke, nih 25juta" ambar menyerahkan uang kepada bandar arisannya


"oke kocok ya"


"yuk siapa yang dapat"


"wah siska ya"

__ADS_1


setelah arisan ambar langsung pamit pulang ia tak ikut shopping dengan yang lain. ia beralasan sedang ada acara keluarga yang tak bisa ditinggalkan.


sampai dirumah ambar hanya menemukan roni putranya.


"kok sepi ron? mbok sama yang lain mana? papa ga pulang lagi?"


"pada berenti kerja ma, disuruh papa katanya" jawab roni enteng


"loh kok bisa, ga ada yang ngomong sama mama"


"katanya mama pergi dari pagi, mereka disuruh berenti siang tadi dan langsung ada travel yang nunggu jadi ya pada pergi semua"


ambar diam. katanya pergi meeting, tapi kok bisa semua yang kerja diberhentikan gitu aja ga ada ngomong sama aku. mas indra ini gimana sih, ambar terus mengomel dalam hati.


"ma, papa jadi kirim aku ke asrama katanya biar lebih fokus udah mau ujian"


"kapan berangkat?"


"besok, semua udah mbok siapin aku tinggal berangkat dianter kak bagas kesananya"


ambar hanya mengangguk, pembahasan roni akan dikirim ke asrama memang sudah dibicarakan indra dengannya sejak beberapa bulan yang lalu. ambar setuju saja dia memang tak mau dipusingkan dengan urusan seperti itu.


"ya sudah istirahat, makan nanti mama gofood" ambar bangkit dan masuk ke kamarnya.


tut tut tut


"halo nak, sudah siap semua kan? besok bagas yang jemput kita ketemu di asrama ya. mama mu sudah pulang?"


"iya pa, mama baru aja pulang. lagi dikamar istirahat kayaknya"


"ya sudah kamu juga istirahat ya, papa matiin telponnya"

__ADS_1


"iya pa"


roni memutuskan kembali ke kamarnya, dia ingin mengecek semua keperluan yang akan ia bawa besok.


__ADS_2