kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
bertahan ya


__ADS_3

"yuk pulang" bagas menggandeng pinggang rima tanpa memperdulikan tatapan takjub orang orang yang melihat aksi bagas.


"mas" panggil rima namun bagas tak menghiraukan protes rima dan terus menggiring rima untuk pulang bersama.


"aku bawa mobil loh" kata rima saat mereka sudah berada di dalam lift. namun hanya mereka berdua yang saat ini turun ke lantai dasar karena karyawan yang kaget melihat kedekatan dan keposesifan yang bagas pada rima membuat mereka linglung dan ikut masuk padahal ada beberapa orang yang sudah menunggu lift terbuka.


greb


karena suasana mendukung bagas langsung merengkuh tubuh mungil rima menghadap dirinya dan bisa ia peluk.


cup, bagas mengecup bibir rima sekilas sambil menundukkan separuh badannya karena tinggi rima hanya sebatas dada bagas saja.


"mobilnya ditinggal aja sayang, nanti kalau aku ga sibuk berangkat kerja aku jemput pulangnya pasti aku usahain untuk pulang bareng. atau kamu mau kita berangkat dan pulang kerja bareng terus? tapi harus nikah dulu. bahkan kalau kita nikah kamu bisa bobo sama aku juga" bagas mengerling genit pada rima.


"mesum" jerit rima sambil melepas pelukan bagas.


hahahaha tawa bagas terdengar sangat keras sampai membuat orang sekitar menoleh kearah mereka. lagi lagi hal itu membuat semua orang di lobby tercenung karena bagas tertawa begitu lepas dan nampak sangat bahagia apalagi ada rima anak pemilik perusahaan mereka sedang cemberut sambil menghentakkan sepatunya sambil berjalan mendahului bagas.

__ADS_1


"eh lihat pak bagas kan itu"


"iya itu pak bagas yang super dingin, kok bisa ketawa lepas gitu ya? mana jadi tambah ganteng duh"


"tapi itu mba rima kenapa ya kok kayak kesel gitu. eh apa mereka ada hubungan ya?"


"ah masa sih? tapi bisa aja kan pak bagas itu asprinya pak indra secara mereka pasti sering ketemu terus cinlok"


"iya bisa jadi, tapi hebat ya mba rima bisa menaklukan pak bagas si kulkas dua pintu"


" aaaaa so sweet pak bagas gentle man banget"


"mas malu dilihatin orang"


"kamu malu karena cowoknya itu aku?" tanya bagas sinis karena ia mengira rima malu menunjukkan hubungan mereka didepan umum.


rima yang tau bagas tersinggung langsung bergelayut dilengan bagas padahal sekarang bagas sedang menyetir mobil.

__ADS_1


"jangan sensi kenapa sih, bukan malu karena cowoknya itu mas tapi malu orang orang tadi ngeliatin kita sampe yang pada bengong gitu kayaknya kaget banget ngeliat kita barengan apalagi tadi di lobby mereka pada jerit jerit liat mas cium aku" cerocos rima tanpa henti dan itu membuat bagas begitu gemas sampai ingin ******* bibir kekasihnya.


"bawel banget ini" bagas mengusap bibir rima saat rima baru selesai berbicara.


"ih" rima kembali merajuk.


"sayang, terus cerewet ke aku ya? terus bawel setiap hari asa kamu tetep bertahan sama hubungan kita sama cinta kita. aku rela sepanjang sisa hidup ku kamu cerewetin setiap hari" bagas berbicara sambil menggenggam kedua tangan rima saat mereka berhenti di lampu merah.


"emang aku cinta sama mas ya?" rima terus memprovokasi bagas.


"kamu" bagas sudah memajukan wajah untuk kembali mencium rima namun gagal karena suara klakson sudah berbunyi.


hahahahahaha rima tertawa cukup keras karena melihat kegagalan bagas saat akan kembali melakukan aksi kesukaannya.


**** umpat bagas dalam hati. kenapa dia secantik ini sih bikin ga tahan untuk terus nyium dan ngebelit lidahnya, candu banget cewek gue.


aku ga nyangka banget mas bagas yang terkenal super dingin ini tingkat kemesumannya diatas level rata-rata. tiap deket pasti nyosor belum lagi kata-katanya selalu manis. aku kan jadi makin cinta rima hanya berani berkata dalam hati sambil melirik kearah bagas yang sudah mulai fokus menyetir.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2